Membaca Pemikiran Herman Kertajaya Tentang Marketing 4.0

Pilkada DKI Jakarta benar-benar merupakan ajang ‘pertempuran’ political brand gaya baru. Ada beberapa hoaks dan Fake News dihalakan oleh tim pemenang pasangan calon? Ternyata “Tech is not only for Good”, tapi ada juga yang “Tech for Bad.”

Dan mereka yang terlibat di sini, disebut sebagai Cyber Army! Army memang perang, karena itu boleh menghalalkan semua cara. walaupun perang juga ada etikanya, tapi biasanya sangat mudah dilanggar dan sulit dibuktikan.

Sebab itu sebuah korporasi tidak boleh sekali-sekali meniru orang politik yang menggunakan Cyber Army. Political Marketing dilakukan untuk mencapai tujuan jangka pendek, yaitu memenangkan sebuah Pilkada atau Pemilu.

Tetapi korporasi harus mencapai tujuan jangka panjang, yang tidak boleh tercederai oleh tujuan jangka pendek. Karenanya, korporasi perlu upaya  seorang Content Creator yang harus bisa menimbulkan dampak positif jangka panjang.

Pada model Marketing 4.0, Content Marketing diperlukan untuk meningkatkan Curiosity dari Appeal (A2) ke Ask (A3). Peranannya sangat strategis karena Content Creation yang salah akan “menghambat” Path menuju fase yang sangat strategis.

Ask ini sebenarnya jadi pembeda dari traditional marketing, di mana target audience hanya diminta menerima dan di-persuade untuk menyetujui pesan dari marketer. Pada digital marketing, justru inilah tahapan yang penting karena lanskapnya sudah jadi horizontal, inklusif, dan sosial. Bukan vertikal, eksklusif dan individual.

Tahapan “kritis” berikutnya ada pada Affinity yang akan mendorong customer melakukan Advocacy. Ada empat situasi yang mungkin terjadi. Pertama, orang puas dan melakukan komplimen. Kedua, orang puas dan diam saja. Ketiga, orang tidak puas dan tidak complain.

Untuk situasi pertama, haruslah ada amplification supaya orang yang bersangkutan mau memberikan komplimen ke publik. Kalau dibiarkan organik maka orang Indonesia cenderung diam. Sedangkan orang yang tidak puas dan diam saja justru orang paling berbahaya, karena dia langsung pindah ke pesaing.

Orang yang tidak puas kalau diberi akses untuk complain ke marketer dan ditangani dengan baik dan fair, maka makin memuji pemasarnya. Di marketing 4.0 dipercayai bahwa Advocacy (A5) adalah ultimate phase yang akan paling menentukan customer engagement.

Content is the King

Bukan hanya frekuensi dan media yang digunakan. Inti dari Content Creation yang pas adalah pengetahuan marketer terhadap anxiety and desire dari audiens yang dituju.

Kenapa film Warkop DKI Reborn, Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2), dan My stupid Boss bisa sukses besar pada tahun 2016 di Indonesia? Menurut Herman Kertajaya adalah orang Indonesia memang suka “Laugh and Love’. Tidak terlalu mikirin ekonomi yang lagi sulit tahun lalu. Yang penting bisa ketawa ketiwi dan baper.

Lantas kenapa Cek Toko Sebelah yang dimulai pada akhir tahun lalu jadi film paling sukses sampai sekarang ini? Ternyata pluralisme yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika adalah desire orang Indonesia ketika ada gejala devided.

Dan kenapa pula film Surga yang Tidak Dirindukan 2 cukup sukses dan banyak komunitas berhijab melakukan nonton bareng (nobar)? Mungkin saja isu poligami adalah anxiety di audiens itu. Jadi, apa pun konten yang akan dibuat haruslah menjawab anxiety dan desire audiens.

Walaupun sangat sulit menemukan hal tersebut karena audiens biasanya tidak mau menampakkan secara jelas. Bisa karena malu, jaga gengsi, tidak terbuka dan sebagainya.

Makanya tugas seorang Content Creator adalah “unlocking the heart”! Biasanya selalu beyond the mind karena sering tidak masuk akal sehat. Aneh tapi nyata, Disney dulu hanya bermain dengan Mickey Mouse untuk audiens anak-anak. Sekarang, mereka bisa memainkan Star Wars Series untuk orang dewasa.

Percayalah bahwa digital marketing tidak akan mengganti traditional marketing, tapi keduanya harus diintegrasikan. Traditional marketing tetap merupakan dasar dari digital marketing, karena yang namanya digital marketing, ya marketing! Tapi, digital marketing makin menjadi platform dari suatu proses terpadu digital dan traditional.

Kombinasi keduanya merupakan suatu keniscayaan, karena itu budget yang sama besarnya haruslah bisa dialokasikan secara tepat. Digital marketing, terutama mobile marketing bisa jadi sangat powerful karena bisa sangat bersifat H2H atau Human to Human.

Smart phone sudah menjadi bagian dari seorang manusia sendiri yang merupakan indera keenam atau “the sixth sense.” Sekarang semua orang bisa mengandalkan smart phone dengan berbagai apps-nya untuk melakukan “sensing” pada lanskapnya. Dengan demikian responding bisa dilakukan secepat mungkin, walupun belum tentu benar.

Situasinya jadi paradoks. Semua orang memerlukan “the sixth sense” ini supaya tidak kalah bersaing dengan orang lain. Perlu diperhatikan juga berbeda platform yang digunakan akan berbeda juga cara pendekatannya. Sebagai contoh penggunaan media sosial yang berbeda satu sama lain.

Dan ketika semua orang menggunakannya, maka dengan mudah semua digital behavior datanya terekam. Justru dengan melakukan Big Data Analisys itulah maka orang tersebut akan dengan mudah terbaca anxiety dan desire-nya.

Lantas apa kesimpulannya? Pertama, korporasi hanya boleh menggunakan Tech for Good! Kedua, content cration secara benar merupakan kunci kemenangan dalam marketing 4.0. Ketiga, konten yang bisa menjawab Anxiety and Desire audiensnya sangatlah penting di samping frekuensi dan jenis media. Keempat, smartphone sudah merupakan ‘the sixth sense” bagi semua orang karena merupakan media yang sangat personal.

Demikianalah yang mampu saya baca dari catatan Herman Kertajaya (HK), menulis kembali pemikiran (HK) karena saya rasa masih sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan cara ini barangkali bisa tersebar buat banyak orang.

Salam.[]

Brand Ambassador | Membangun Karir di Dunia Marketing

Asriah Ani Chaidesar Brand Ambassador PT Pegadaian Banda Aceh

SahabatPreneur yang budiman. Kali ini penulis menurunkan sebuah tulisan inspiratif buat Anda semua pembaca dan pengunjung setia blog kita bersama. Tulisan sederhana ini muncul dari sebuah ide untuk memberikan motivasi bagi Anda para pembaca tentang sebuah perjalanan membangun karir di dunia marketing.

Dalam tulisan berikut ini, penulis menggabungkan metode penulisan artikel dan biografi. Kali ini kita akan menampilkan seorang tokoh muda, cantik, pintar dan bersahaja dari sebuah kampus biru yang cukup terkenal di Indonesia. Yuk langsung saja kita berkenalan dengan sahabat kita yang satu ini. Kini dia menyandang predikat sebagai The Best Brand Ambassador PT Pegadaian Indonesia Banda Aceh tahun 2017.

Namanya Asriah Ani Chaidesar, dara manis kelahiran Banda Aceh yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester empat jurusan sekretaris pada Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Banda Aceh. Sehari-hari dia di panggil dengan sebutan Asri oleh teman-temannya. Gadis cantik yang berulang tahun pada tanggal 4 Desember ini sejak tahun 2015 merupakan alumni sebuah SMK di Kota Banda Aceh. Ia mampu menyelesaikan pendidikan menengahnya tepat waktu dengan prestasi yang mengagumkan.

Sehari-hari Asri menghabiskan waktunya untuk belajar, menuntut ilmu di kampus yang dibanggakannya. Banyak hal-hal baru yang ia peroleh semenjak ia bergabung di lembaga pengembangan profesi tersebut. Mendapatkan teman-teman baru yang baik dan care merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi dirinya.

Ia tertarik untuk mempelajari bidang kesekretarisan, itulah alasanya Asri memilih kuliah di jurusan yang kini sedang ia tekuni. Anak dari pasangan (Alm) Bapak Wan Chairuddin dan Ibu Dewi Sartika ini tergolong mahasiswa yang sangat aktif dikampusnya. Bersama dengan teman-temannya ia bergabung dalam organisasi intra kampus, melakukan berbagai kegiatan sosial, dan seni.

Karena ketertarikannya terhadap profesi sekretaris, Asri banyak belajar tentang perusahaan, surat menyurat, penataan kearsipan, membuat skedul rapat, notulen, dan teknik komunikasi yang baik. Maka tidak heran, jika berbincang-bincang dengannya kita akan merasa betah dan menyenangkan. Gadis cantik berkulit kuning langsat ini memiliki hobi travelling, membaca buku dan berolah raga. Ia tergolong gadis yang berkepribadian ramah, murah senyum dan peduli pada orang lain. Ia suka menyapa siapapun teman yang bertemu dengannya, tidak sombong dan terkesan sederhana. Sebab itulah kehadirannya ditengah-tengah sahabatnya menjadikan setiap suasana lebih menyenangkan dan seru.

Dalam bidang olah raga, Asri juga banyak mengukir prestasi dari sejumlah event yang diikuti, diantaranya sebagai runner-up WBL Season II 2017, juara tiga Engineering Basket Ball Cup yang diraihnya pada tahun 2016. Bahkan pada event yang sama Asri pernah memegang juara pertama Engineering Basket Ball Cup pada tahun 2015. Selain itu, Asri juga memenangkan EBC se-Aceh sebagai juara pertama dan diraihnya pada tahun 2015 dan sederet prestasi lainnya.

Sebagai gadis yang pernah mengikuti ajang MVP GIRL Honda DBL 2014 Aceh series dan mendapatkan juara pertama, ia merasa sangat bersyukur karena dapat mempersembahkan berbagai tropi dan penghargaan bagi orang tua dan keluarganya. Apalagi semenjak ayahnya dipanggil sang Ilahi, ibunyalah yang terus mendukung dan memberi semangat. Meskipun ibunya sibuk dengan tugasnya sebagai kepala sekolah, namun mampu membagi waktu untuk mendukung kesuksesan Asriah.

Awali Karir Sebagai Brand Ambassador

Asriah Ani Chaidesar mengawali karirnya sebagai Brand Ambassador tahun ini. Debut pertamanya di dunia branding ketika ia terpilih sebagai The Best Brand Ambassador dalam sebuah ajang kontes yang diselenggarakan oleh MarkPlus.Inc pada tanggal 27 April 2017 di Hotel Hermes Banda Aceh. Ia berhasil menyisihkan 7 kontestan lainnya dan menyabet predikat Brand Ambassador sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa di Kota Banda Aceh.

Sebagai pendatang baru, Asri tentu belum memiliki pengalaman yang banyak di dunia branding dan marketing. Namun karena ketekunannya untuk belajar ilmu marketing dikampusnya telah membuat rasa percaya diri Asri menjadi lebih baik. Kini ia tidak canggung lagi jika diajak bicara tentang  bisnis dan marketing. Asri dengan sangat mudah dapat menjelaskan konsep-konsep marketing yang berkembang saat ini. sebab kemampuan itulah, maka juri yang mengujinya saat kontes berlangsung menetapkan Asri sebagai pemenangnya.

Menjadi Brand Ambassador sebuah perusahaan tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Asri sangat paham bahwa memerlukan kerja keras, sabar dan memiliki keyakinan yang kuat merupakan prasyarat yang harus ada pada setiap orang yang ingin sukses membangun karirnya sebagai Brand Ambassador. Khusus sebagai duta merk (Brand ambassador=BA) PT Pegadaian, Asri mengatakan “kejujuran dan citra baik di mata konsumen adalah modal utama setiap BA.” Begitu kata gadis yang masih berstatus single ini.

Kedepan, ia sudah menyusun sebuah rencana untuk menjalani profesi barunya itu dengan gemilang, tidak mengecewakan pihak perusahaan yang telah mengontraknya tersebut. Ia berharap agar keluarga dan teman-temanya terus memberikan dukungan baik moril maupun materil. Ia optimis jika setiap pekerjaan dijalani dengan hati senang dan penuh cinta, kendala apapun akan mudah dihadapi.

Sekilas Tentang Brand Ambassador

Menurut Wikipedia Brand Ambassador atau istilah Indonesia Duta Merek adalah istilah pemasaran untuk seseorang atau grup yang dipekerjakan dengan dikontrak oleh sebuah organisasi atau perusahaan untuk mempromosikan suatu merek dalam bentuk produk atau jasa.

Duta Merek dimaksudkan untuk mewujudkan identitas perusahaan dalam penampilan, sikap, nilai-nilai dan etika. Elemen kunci dari duta merek terletak pada kemampuan mereka untuk menggunakan strategi promosi yang akan memperkuat pelanggan dan mempengaruhi masyarakat untuk membeli suatu produk lebih banyak lagi.

Biasanya, seorang duta merek dikenal sebagai pembicara positif yang menunjukkan hal-hal positif dari suatu merek yang ditunjuk sebagai agen internal atau eksternal untuk menciptakan kenaikan dalam penjualan suatu merek berupa produk atau jasa. Melalui duta mereknya perusahaan ingin agar brand-nya menjadi lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

Apa Kata Asriah Ani Chaidesar Tentang Brand Ambassador

Sebagai orang yang telah mempelajari ilmu marketing. Asri memahami benar bagaimana posisi BA dalam upaya meningkatkan citra baik sebuah perusaahan. Kata kunci yang selalu dipegangnya adalah berkata jujur tentang produk yang dipromosikan merupakan prinsip dasar agar konsumen atau masyarakat mau mempercayai dan menggunakan produk yang ditawarkan perusahaan. Sikap itu pulalah yang kini ia memiliki untuk membantu mengembangkan bisnis dan layanan PT Pegadaian Indonesia melalui kegiatan marketing.

Pada akhir tulisan ini, Asri berpesan agar masyarakat yang saat ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar PT Pegadaian Banda Aceh agar terus meningkatkan pembelian layanan dan penggunaan produk. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi bisa mengajak teman, keluarga dan masyarakat lainnya untuk menikmati semua layanan yang diberikan oleh PT Pegadaian di Indonesia pada umumnya.

Sebagai penutup. Ucapan selamat bertugas bagi Asriah Ani Chaidesar semoga kemampuan marketing-nya semakin mantap dan karirnya bisa cemerlang. Bravoooo Asriah Ani Chaidesar.

Mengapa Komunikasi Dalam Bisnis Sangat Penting?

Bisnis tetaplah bisnis, baik dilkukan secara offline maupun online. Sebelum Anda terjun menggeluti dunia bisnis, Anda perlu membuat persiapan yang matang. Tidak perlu harus mapan tetapi Anda cukup memiliki kesiapan mental, emosional dan spritual. Selain itu, memiliki ilmu bisnis yang memadai serta mempunyai keahlian terkait bisnis yang digeluti adalah prasyarat penting sebagai modal awal untuk menjalankan usaha. Salah satu skill yang harus Anda kuasai adalah keahlian berkomunikasi. Secara alamiah, 80% aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia adalah berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Seperti kita telah ketahui bahwa setiap kita bisa dan mampu berbicara. Namun yang perlu diingat adalah komunikasi itu bukan hanya sekedar berbicara. Dengan kata lain, tidak semua yang berbicara adalah disebut berkomunikasi. Mengapa demikian? Ya…! Anda benar. Komunikasi adalah interaksi dua arah atau lebih dalam menyampaikan suatu pesan sehingga pihak penerima pesan mengerti dan memahami maksud si penyampai pesan. Komunikasi haruslah terjadi dua arah atau timbal balik. Lebih lanjut, komunikasi bukan hanya aktivitas penyampaian pesan tertentu tetapi menghasilkan suatu pengertian dan pemahaman.

Untuk mencapai keberhasilan suatu proses komunikasi atau apa yang disebut dengan komunikasi efektif, maka Anda perlu memperhatikan beberapa teknik komunikasi dengan memanfaatkan gerak gerik tubuh, bahasa, simbol tertentu (media), suara, dan  Lain sebagainya.

Begitu juga halnya dalam bisnis, selain menghasilkan produk, melakukan penjualan adalah kegiatan yang sangat penting dilakukan karena gagal menjual berarti kehilangan pendapatan. Nah, dalam ilmu marketing diajarkan, berkomunikasi dengan pelanggan secara baik dan efektif adalah awal membangun kedekatan dan keakraban. Kata pakar bahwa tidak ada kedekatan berarti tidak ada penjualan.

Konsultasi bisnis gratis Klik di sini atau di telegram saya untuk  informasi workshop, pelatihan dan seminar bisnis, marketing, kewirausahaan.