Politeknik Kutaraja Kembali Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020

Poster Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kutaraja Tahun Akademik 2019/2020

Meskipun tahun ajaran baru 2019/2020 belum dimulai. Namun Politeknik Kutaraja Banda Aceh sudah membuka masa penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan kedua yang dimulai sejak bulan Februari 2019 sampai Oktober 2019 nantinya.

Dengan kampusnya yang terletak dijalan Syiah Kuala No 10 Jambo Tape tersebut,  Politeknik Kutaraja membuka lebih cepat penerimaan mahasiswa baru agar masa rekrutmen calon mahasiswa ini jadi lebih panjang. Biasanya masa penerimaan mahasiswa baru akan berakhir pada bukan Oktober sesuai dengan batas akhir pelaporan ke Kemenristek Dikti.

Sebagai kampus swasta yang memiliki slogan Expert & Professional, Politeknik Kutaraja menawarkan sejumlah inovasi dalam kurikulumnya. Dengan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) menjadikan Politeknik Kutaraja dapat menciptakan lulusan yang unggul.

Selain kurikulum yang dirancang untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, kampus yang berciri khas uniform merah maron itu juga membekali mahasiswanya dengan standar kompetensi. Politeknik Kutaraja sangat menekankan agar lulusan memiliki keahlian khusus saat selesai kuliah nantinya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dalam proses belajar mengajar, Politeknik Kutaraja menerapkan dan memadukan kurikulum KKNI dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Sehingga karena itulah menempuh pendidikan di Politeknik Kutaraja sama dengan akan mendapatkan skil atau keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. Sebab kenapa? Karena SKKNI merupakan kurikulum pelatihan kerja dan akademik.

Keunggulan kuliah di Politeknik Kutaraja adalah mahasiswa akan didik oleh para dosen, praktisi, dan instruktur yang berpengalaman dibidangnya. Dan semua sudah bergelar master pada usia relatif muda. Sehingga mahasiswa akan mendapatkan bukan hanya pengetahuan namun juga pengalaman.

Selain itu dengan akses kampus yang sangat mudah karena terletak ditengah-tengah kota. Membuat calon mahasiswa tertarik memilih menempuh pendidikan tinggi mereka di Politeknik Kutaraja. Karena dengan lingkungan yang mudah dijangkau dapat membuat pengeluaran mahasiswa jadi lebih irit.

Oleh karena itu, manajemen Politeknik Kutaraja sangat optimis bahwa keberadaan kampus vokasi ini akan dapat mendorong pendidikan anak-anak Aceh akan lebih baik dan maju. Sehingga akan melahirkan generasi muda yang lebih hebat, berkompeten, dan mampu berdaya saing.

Untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan yang saat ini dirasakan begitu mahal, Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja (YSPSIK) memberikan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa. Meskipun masih dalam jumlah terbatas namun cara ini sangat membantu ekonomi orang tua calon mahasiswa.

Jalur beasiswa YPSIK seperti tahun lalu dibuka melalui jalur tes khusus. Selain tes tulis juga dilakukan tes wawancara yang dilaksanakan oleh tim yang dibentuk oleh pihak yayasan dan manajemen Politeknik Kutaraja.

Buka Empat Program Studi 

Saat ini Politeknik Kutaraja sudah memiliki empat program studi dengan jurusan-jurusan yang masih menjadi kebutuhan dunia kerja. Dari semua program studi tersebut memiliki jenjang yang berbeda.

Dua program studi jenjang diploma empat (D4) atau setara sarjana terapan dan dua program studi lagi jenjang diploma tiga (D3). Semua program studi tersebut adalah ilmu terapan.

Untuk program studi D4 ada Manajemen Keuangan Sektor Publik atau disingkat MKSP dan ada Analis Keuangan atau disingkat dengan ANK. Kedua program studi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bahkan tidak banyak perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut meskipun permintaan lulusan pada sektor ini cukup tinggi.

Sedangkan untuk program studi D3, Politeknik Kutaraja mempunyai jurusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran atau ADP. Walaupun program studi Akuntansi sudah banyak dibuka diberbagai perguruan tinggi namun untuk jenjang D3 hanya ada di Politeknik Kutaraja. Bahkan di Universitas Syiah Kuala (USK) D3 Akuntansi sudah tidak dibuka lagi sejak tahun ini.

Sehingga peluang bagi calon mahasiswa yang berminat untuk kuliah di D3 Akuntansi sangat besar. Dan yang paling penting adalah lowongan kerja lulusan D3 Akuntansi masih terbuka lebar. Bahkan jika kita lihat di media massa hampir setiap hari dibutuhkan tenaga kerja lulusan Akuntansi dan D3 Administrasi Perkantoran.

Bagi calon mahasiswa yang masih bingung memilih kuliah di perguruan tinggi mana, tentu sangat disarankan untuk mendaftar diri di Politeknik Kutaraja. Atau bisa juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim PMB Politeknik Kutaraja untuk menghilangkan berbagai macam keraguan.

Soal biaya semua dapat dinegosiasikan. Karena di Politeknik Kutaraja tidak mengenal berbagai macam biaya. Dengan menerapkan sistim Uang Kuliah Terpadu (UKT), mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya macam-macam. Bahkan di Politeknik Kutaraja memberikan seragam gratis bagi mahasiswanya.

Segera berkunjung kampus Politeknik Kutaraja setiap hari dan jam kerja untuk mendapatkan informasi lebih detil dan lengkap. Melalui tim marketing kami, Anda akan dilayani dengan baik, ramah, dan bersahabat. Atau dapat juga Anda berkomunikasi via WhatSapp dan email resmi Politeknik Kutaraja.

Atau Anda bisa juga berkunjung ke website Politeknik Kutaraja di www.poltekkutaraja.ac.id untuk mendapatkan informasi yang lebih up to date. Baik mengenai program studi, sarana prasarana kampus, akreditasi, profil perguruan tinggi dan lain-lain. (*)

Politeknik Berkualitas, Pendidikan Vokasi Akan Jadi Pilihan Favorit

Pendidikan | Banda Aceh

Gambar: Pendidikan Vokasi Politeknik

Sebagaimana dilansir website resmi Kemenristekdikti beberapa waktu lalu bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan pendidikan yang bersifat menghasilkan output yang memiliki ketrampilan atau skill yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga outcome-nya jelas dan fokus pada mempersiapkan lulusan yang berkompeten dan berdaya saing serta siap memasuki dunia kerja. Pendidikan semacam itulah yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, di mana kurikulum yang diterapkan dapat menjawab tantangan pasar tenaga kerja dan kebutuhan industri. Pola pembelajaran pun dapat dilakukan dengan pendekatan praktis dan sedikit teoritis. Tidak seperti selama ini, para mahasiswa atau siswa lebih banyak belajar teori dan sangat sedikit praktek, akibatnya para lulusan memiliki pengetahuan yang banyak tetapi miskin ketrampilan. Tidak mampu bekerja sehingga sulit bersaing dengan para pencari kerja dari negara-negara lain.

Untuk mampu bersaing di ranah nasional maupun global, industri suatu negara harus didukung oleh tenaga kerja yang produktif. Produktivitas tenaga kerja ditentukan oleh kompetensi tenaga kerja yang dapat membantu memajukan daya saing perekonomian suatu bangsa.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Politeknik Ketenagakerjaan bersama 2 (dua) Menteri kabinet kerja yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dakhiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, bertempat di BBPLK, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10).

Langkah strategis yang telah ditempuh oleh Kementerian Ketanagakerjaan RI yang baru saja mendirikan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), disambut baik Menteri Nasir dalam rangka melahirkan tenaga kerja baru yang berkompeten dari Politeknik.

“Pendidikan vokasi di Indonesia hanya sekitar 16%. Politeknik harus kita dorong agar menjadi Politeknik yang berkualitas dan unggul, dengan begitu saya yakin kedepannya pendidikan vokasi akan menjadi salah satu pilihan favorit bagi anak-anak di Indonesia untuk mengemban pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Menteri Nasir dalam sambutannya.

Bila dibandingkan, jumlah penduduk Indonesia hanya sebanyak 1 (satu) banding 6 (enam) dari jumlah penduduk di China, namun di China hampir 56% perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi, sedangkan di Indonesia dengan jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak dibanding China tetapi China memiliki lebih banyak tenaga kerja yang produktif bila dibandingkan dengan Indonesia.

“Kompetensi tenaga kerja banyak dipengaruhi oleh pengalaman semasa kerja dan pengalaman kerja semasa masih menjadi peserta didik. Saat ini, pendidikan vokasi menjadi kunci jawaban atas kebutuhan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, para pendidik di Politeknik tidak hanya berasal dari lulusan akademik dengan syarat lulusan pendidikan S1 ataupun S2, tetapi ketika dia sudah menjadi ahli industri di bidangya dan berpengalaman, itu bisa menjadi prioritas untuk menjadi dosen di Politeknik.

Harapan Menteri Nasir, nantinya lulusan Politeknik selain mendapatkan ijazah, mereka juga harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya masing-masing minimal pada tingkatan 5 (lima). Ia juga mengimbau agar mahasiswa Politeknik jangan hanya menjadi ahli madya tetapi harus diarahkan untuk memiliki sertifikasi industri.

Dalam kaitan itulah, Politeknik Kutaraja di Banda Aceh hadir untuk menyiapkan generasi muda Aceh untuk memimpin negeri ini kedepan. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan belum terkelola dengan baik, maka para siswa lulusan SMA/SMK sederajat perlu dibekali dengan pendidikan yang berbasis pada penerapan ketrampilan serta keahlian yang unggul, kreatif dan inovatif, sehingga pada tataran pelaksanaan dilapangan SDM Aceh mampu menghasilkan output yang lebih besar dan lebih berkualitas.

Pendidikan vokasi pada Politeknik Kutaraja menekankan pada program studi bidang manajemen dan keuangan. Sekurang-kurangnya dalam periode sekarang ini membuka empat program studi dengan berbagai strata. Ada Prodi Akuntansi (D3), Prodi Administrasi Perkantoran (D3), Sarjana Terapan Analis Keuangan dan Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP). 

Semua program studi tersebut dibuka mengacu kepada kebutuhan tenaga kerja pada bidang tersebut dilapangan. Aceh saat ini masih kekurangan tenaga madya tatalaksan kantor yang mumpuni dan berkompeten, masih ditemukan di kantor-kantor pemerintahan di mana pegawainya banyak yang belum menguasai aplikasi komputer perkantoran, tidak bisa mengoperasionalkan komputer, apalagi level computer for office tingkat lanjut. Kondisi ini berlaku bukan hanya pada perkantoran di tingkat kabupaten/kota bahkan level provinsi sekalipun. Belum lagi pegawai kantor kelurahan yang ada di gampong-gampong.

Politeknik Kutaraja juga akan berkiprah dalam menyiapkan SDM dan lulusannya dalam bidang tenaga ahli tatakelola keuangan publik, yaitu dengan membuka jurusan Manajemen Keuangan Sektor Publik. Memang beberapa kabupaten/kota di Aceh telah berhasil memperoleh predikat WTP dari BPK dalam pengelolaan anggaran daerah, namun masih banyak juga daerah-daerah yang belum mampu mencapai predikat tersebut karena berbagai alasan. Salah satu alasannya adalah kurangnya tenaga ahli atau pegawai yang mampu dalam membuat perencanaan, pengelolaan dan pelaporan yang standar dan baik akan anggaran daerah tersebut. Nah disinilah peran Politeknik Kutaraja untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dengan keterampilan dan pengetahuan keuangan negara/daerah sesuai dengan yang diharapkan.

Bagi siswa SMA/SMK sederajat yang akan lulus tahun 2018, silakan mendaftarkan diri untuk kuliah di Politeknik Kutaraja dengan pilihan program studi yang telah kami paparkan di atas dengan datang langsung ke kampus di Jalan Syiah Kuala No.10 Jambo Tape Banda Aceh (Depan MIN Jambo Tape) atau melalui website (online) www.poltekkutaraja.ac.id pada setiap hari/jam kerja. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut dapat juga menghubungi Telephone: (0651) 8016378/whatsapp +6281360329710 (*ham)

Kemana Setelah SMA? | Menerawang Jalan Panjang

Kampus Politeknik Kutaraja. Jln Syiah Kuala No 10 Banda Aceh

Sukses Berbisnis | Pendidikan. Banda Aceh, 22 Desember 2017 | Tulisan singkat dan sederhana ini penulis ingin sedikit mengupas tentang pendidikan, khususnya pendidikan dasar.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita berbicara tentang kebutuhan dasar manusia pada era millenium ini. Pendidikan yang saya maksudkan adalah suatu proses di mana manusia melakukan sebuah upaya untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjadikan dirinya menjadi lebih baik. Dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi mampu. Bagaimana pun pendidikan merupakan pondasi penting bagi sebuah nergara. Sebuah negara akan mampu mencapai kemajuan yang berarti dan berkualitas jika sumber daya manusia yang di milikinya mampu melahirkan berbagai ide besar dan inovasi-inovasi baru. Misalnya kita lihat negara-negara eropa, Amerika, Jepang bahkan negara-negara lain dibelahan dunia tidak segan-segan untuk memajukan pendidikan dinegaranya dengan anggaran yang sangat besar.

Bagaimana di Indonesia? Menurut Professor Andrew Rosser dari Universitas Melbourne hari Senin (20/11/2017) malam dalam acara bernama Lowy Institute di NGV sebagaimana dilansir oleh media berita online mengatakan bahwa Indonesia sudah mampu memberikan pendidikan bagi warga nergaranya secara merata, meskipun dengan anggaran yang terus meningkat namun kualitas pendidikannya belum begitu baik. Berdasarkan informasi tersebut diatas maka inilah tugas kita semua mulai dari pemerintah, masyarakat, guru, dosen, pihak perusahaan swasta dan pengusaha harus berpikir bagaimana caranya meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita sehingga baik secara kuantitas maupun kualitas, pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Bagaimana Pendidikan di Aceh? Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, Bapak Irwandi dan Nova Iriansyah dalam visi-misinya menekankan betapa sangat penting bagi Pemerintah Aceh untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pendidikan dasar bagi setiap rakyat Aceh. Sehingga untuk mewujudkan cita-citanya, pasangan ini membuat program kerja dalam bidang pendidikan yaitu ACEH CARONG. Dengan program kerja ini diharapkan akses pendidikan dan kualitasnya dapat lebih meningkat dari sebelumnya. Ini merupakan terobosan yang bagus dan tentu harus didukung oleh anggaran yang cukup, pengajar/guru yang berkompeten dan fasilitas (sarana/prasarana) di setiap sekolah tersedia secara cukup, lengkap dan fungsional. Inilah salah satu program unggulan yang diusung oleh Gubernur Aceh dan wakilnya.

UN (ujian nasional) di Depan Mata. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya siswa SD sampai dengan SMA pada bulan April menghadapi ujian akhir sekolah dan dilanjutkan dengan ujian nasional. Namun yang menjadi pokok perhatian kita adalah what`s next setelah lulus dari SMA? Jika kita melihat data yang ada bahwa pengangguran lulusan SMA juga sangat tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berarti memilih jadi pengangguran. Kenapa? Ya karena tidak ada lowongan kerja yang dapat menampung seluruh lulusan SMA di Aceh.

Dalam rangka mendukung program Pemerintah Aceh dalam mewujudkan ACEH CARONG, Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja Provinsi Aceh kini telah mendirikan sebuah lembaga pendidikan perguruan tinggi vokasi yaitu POLITEKNIK KUTARAJA dengan izin Kemendiknas Dikti masing-masing Program Studi Akuntansi (D3), Administrasi Perkantoran (D3), Analis Keuangan (Sarjana Terapan) dan Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) Sarjana Terapan. Semua program studi tersebut menekankan pada kurikulum berbasis kompetensi dengan menerapkan pola pembelajaran teori dan praktek yang lebih banyak untuk menumbuhkan skill yang siap bekerja di berbagai industri (perusahaan swasta dan sektor pemerintah).

Saat ini kampus POLITEKNIK KUTARAJA beralamat di Jalan Syiah Kuala No 10 Banda Aceh (Depan MIN Jambo Tape). Penerimaan mahasiswa baru untuk semua prodi mulai dibuka untuk Tahun Ajaran 2018/2019. SIlakan datang dan berkunjung ke kampus POLITEKNIK KUTARAJA untuk mendapatkan informasi lebih detil pada setiap jam kerja.

Harapan kami semoga siswa lulusan SMA di Provinsi Aceh memiliki pilihan yang lebih banyak untuk meneruskan pendidikannya dan dapat mewujudkan impian mereka sekaligus menciptakan ACEH CARONG sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. (*ham)