Bisnis Waralaba

Assalamu’alaikum
Apa kabar semuanya? Semoga SahabatPreneur sekalian dalam keadaan terbaik dan luar biasa ya. Hmm.. Setelah seharian beraktivitas di luar rumah tentu sangat terasa lelah dan tak sabar ingin segera mengambil waktu istirahat ya. Benulkan? Artinya benar dan betulkan? Pasti…

Tetapi gimana dengan teman-teman SahabatPreneur yang kebtulan mengambil kerja malam? Yaa… Sabar deh ya… Pokoknya Anda fokus..kus…. Kusss.. Hehe

Oya, sebetulnya dalam kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi sedikit tentang peluang bisnis melalui waralaba. Atau bisa dikatakan PELUANG BISNIS WARALABA. Memang ini bukanlah materi baru, namun sudah cukup lama dibahas di mana-mana dalam berbagai kesempatan. Jadi kalo begitu anggap saja ini sebagai diskusi atau reminder saja ya.

Baiklah kalau begitu langsung saja ke TKP.  Saya mulai dengan sedikit tentang definisi waralaba ya. Biar kita sepaham dulu. Menurut PP No. 42 Tahun 2007 Tentang Waralaba dijelaskan waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang-perorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

Pusing ya??? Begitulah pengertian waralaba yang bisa dijelaskan.

Saat ini banyak bisnis yang ditawarkan dengan konsep waralaba. Meskipun ada yang menggunakan istilah franchise. Beberapa contoh usaha yang sudah diwaralabakan dan saat ini cukup terkenal seperti indomaret, Alfamart, termasuk LP3I. Dll

Loh…Apakah semua bidang usaha bisa difranchisekan? Jawabannya: Bisa. Sebab itu maka jenis usaha waralaba macam-macam
Ada waralaba nama dagang dan produk, ada waralaba unit tunggal, ada waralaba format bisnis dan ada juga waralaba pemegang lisensi pemilik. Dan masih banyak lagi jenis lainnya. Namun pada prinsipnya waralaba itu haruslah terbukti berhasil sehingga orang yang membeli tidak mengalami kerugian.Oleh sebab itu, jika SahabatPreneur ingin membeli sebuah waralaba, maka perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain:

  1. Berapa lama usaha itu sudah berjalan dan diwaralabakan.
  2. Track record atau jejak kesehatan keuangan usaha, paling tidak dua tahun terakhir. Kita bisa chek ke orang yang sdh lebih dulu membelinya.
  3. Berapa banyak jumlah orang yang sdh membeli waralaba tersebut (terwaralaba)
  4. Nilai atas produk/jasa. Apakah memiliki keunggulan bersaing, apakah sangat berpengaruh terhadap teknologi, dsb nya.
  5. Keharusan membeli bahan baku dari pewaralaba.
  6. Bagaimana promosi yang dilakukan oleh pewaralaba. Apakah memadai, apakah metode komunikasinya telah sesuai dengan target pasar.
  7. Mempelajari lebih seksama isi kontrak sebelum menyetujui
  8. Buatlah estimasi keuntungan dan kerugian.
  9. Bagaimana batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pewaralaba (pembeli waralaba)
  10. Adanya target penjualan dan omzet yang diberlakukan oleh terwaralaba

Sekarang ini banyak sekali bisnis yang ditawarkan dengan jenis waralaba, bahkan di internet cukup mudah kita temukan, baik bisnis bidang jasa, makanan/kuliner, pakaian, pendidikan,… Pokoknya banyak lagi… Dan harga yang ditawarkan pun relatif mudah. Hanya dengan modal investasi 3 jutaan udah dapat bisnis.

Nah, banyak juga sebetulnya yang benar-benar waralaba yang legal dan terbukti berhasil. Namun tidak sedikit juga yang mengalami penipuan dan bisnis waralaba ilegal.

SahabatPreneur yang budiman, biar kagak ketipu. Saya sedkit kasih tips memilih tawaran bisnis waralaba. Nih ya

  1. Jangan mudah percaya dengan brosur, iklan dll
  2. Jangan berharap ingin cepat sukses dan kaya secara cepat dan instan.
  3. Jangan memilih waralaba hanya karena harganya yang murah.
  4. Tentukan tujuan Anda memasuki bisnis waralaba
  5. Perhatikan tingkat risiko usaha waralaba yang kita pilih.
  6. Hindari pewaralaba yang hanya memiliki satu jenis produk.
  7. Hindari waralaba yang membutuhkan banyak karyawan.
  8. Hindari pewaralaba yang terjerat masalah hukum
  9. Selidiki berapa banyak terwaralaba (pembeli waralaba) yang gagal.
  10. Pelajari sistem bisnis, pelatihan, bahan baku, SOP dan dukungan promosi dari pewaralaba.

Nah SahabatPreneur itulah beberapa tips memilih waralaba sebelum memutuskan tanda tangan kontrak membeli suatu waralaba. Memang sih, kelihatannya bisnis waralaba enak dan tidak sulit seperti membangun bisnis dari nol. Tapi jika kita tdk Hati-hati juga bisa jadi korban penipuan…

Oke deh sekian dulu sharingnya ya. Jika ada pertanyaan silakan aja…Insha Allah akan usahakan untuk menjawabnya. Demikian dan terima kasih semoga ada manfaatnya.

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan