Kewirausahaan dan UMKM

Pengertian Bisnis

Kamus Bahasa Indonesia mengartikan bisnis sebagai usaha dagang, usaha komersial di dunia perdagangan. Menurut Skinner (1992), bisnis adalah pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Pada dasarnya bisnis memiliki makna sebagai “the selling and buying of goods and services”.

Sedangkan Raymond E.Glos et.al (1976) menyebutkan bahwa bisnis merupakan jumlah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam perniagaan dan industri, menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.

Adapun pandangan Straub dan Attner (1994), bisnis adalah suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit.

Dalam konteks bisnis Islam, Muhammad Ismail Yusanto dan Muhammad Karebet Widjajakusuma (2002), mengatakan sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah (kuantitas) kepemilikan hartanya (barang/jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan haram dan halal).

Berdasarkan pengertian para pakar tersebut diatas tentang bisnis, maka kita dapat gambarkan bahwa bisnis itu merupakan satu usaha mengelola, merubah dan mengkombinasikan bahan-bahan tertentu dengan modal-modal lainnya untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi orang-orang yang membutuhkan. Usaha yang dimaksudkan adalah berbagai upaya, tindakan dan kreativitas yang dilakukan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam pekerjaan menghasilkan barang, jasa dan berbagai alat-alat pemuas kebutuhan dan keinginan masyarakat. Maka tindakan dan aktivitas ekonomi itulah yang kemudian dikaitkan dengan kewirausahaan, dimana orang/individu memiliki kemampuan berpikir dan menciptakan ide serta mewujudkan menjadi produk. Akan tetapi selain kegiatan menciptakan barang dan jasa, aktivitas jual beli atau perdagangan juga merupakan bagian dari pengertian bisnis. Produk yang diperdagangkan bisa barang maupun jasa atau bahkan konsep ,ide, gagasan, tempat, organisasi, orang pun bisa dikategorikan sebagai produk yang dapat dipertukarkan dalam perdagangan.

Kewirausahaan diperlukan dalam menjalankan usaha atau suatu bisnis agar semua proses penyelenggaraan produksi dan perdagangan produk bisa berjalan dengan baik, tertib dan menghasilkan pendapatan bagi pelaku usaha. Kewirausahaan menanamkan prinsip kemandirian, keberanian, optimisme dan kreativitas dalam menjalankan sebuah usaha.

Dunia usaha merupakan dunia yang menakutkan bagi orang-orang yang tidak memiliki cukup pengetahuan tentang bisnis, apalagi bagi pemula. Pengetahuan bagaimana memulai bisnis, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran merupakan pengetahuan yang wajib dimiliki oleh seorang wirausaha atau pebisnis termasuk siapa saja yang mau memilih masa depannya dengan menjadi pengusaha. Bahkan, bukan hanya sebagai sekedar pengetahuan saja, tetapi harus bisa menjadi ketrampilan. Pengetahuan tersebut bisa didapatkan melalui pendidikan formal melalui sekolah-sekolah atau perguruan tinggi  maupun pendidikan informal seperti; pelatihan, seminar-seminar bisnis atau magang ke tempat usaha orang lain yang sejenis yang telah terbukti berhasil. Namun untuk menjadikan bisnis kita sukses, tidak cukup hanya memiliki pengetahuan semata tetapi masih dibutuhkan softskill lainnya, antara lain; keberanian mengambil risiko kegagalan, berani malu, tidak cepat putus asa, tidak mudah menyerah dan yang paling utama adalah memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil dalam berbisnis meskipun dengan perjuangan yang berat.

Pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, menetapkan kriteria-kriteria usaha sebagai tolok ukur UMKM di lihat dari aset dan omset, antara lain:

  1. Kriteria usaha mikro adalah sebagai berikut: Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000.- (tiga ratus juta rupiah).
  2. Kriteria usaha kecil adalah sebagai berikut : Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000.- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000.- (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000.- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000.-(dua milyar lima ratus juta rupiah).
  3. Kriteria usaha menengah adalah sebagai berikut: Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 500.000.000.- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 2.500.000.000.- (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000.-(lima puluh milyar rupiah).

Yang dimaksud dengan kekayaan bersih adalah hasil pengurangan total nilai kekayaan usaha (asset) dengan total kewajiban, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Jumlah asset bisa di lihat pada neraca usaha. Sedangkan hasil penjualan tahunan merupakan hasil penjualan bersih (netto) yang berasal dari penjualan (omzet) barang dan atau jasa usahanya dalam satu tahun buku dan data ini dapat di lihat pada laporan rugi/laba usaha.

Banyak orang yang terjun ke dunia usaha senang beranggapan bahwa mereka termasuk para wirausahawan (entrepreneurs)-para individu yang menanggung resiko kepemilikan usaha dengan satu tujuan utama pertumbuhan dan ekspansi. Akan tetapi kenyataannya, seseorang mungkin sebagai wirausahawan saja, seorang pengusaha kecil saja atau keduanya. Bayangkan seorang individu yang memulai sebuah toko penjualan roti tanpa rencana lain kecuali mencari cukup uang  dari toko tersebut untuk dapat hidup nyaman. Individu tersebut jelas adalah seorang pengusaha kecil (small business person). Akan tetapi tanpa rencana untuk tumbuh dan berkembang, ia sebenarnya bukan wirausahawan. Di sisi lain, seorang wirausahawanlah yang memulai sebuah toko penjualan roti dan berusaha memenuhi ambisinya untuk mengubahnya menjadi satu rantai toko roti terbesar secara nasional dan global untuk menandingi perusahaan-perusahaan roti besar yang pernah ada. Walaupun individu ini memulai sebagai pengusaha kecil, pertumbuhan perusahaan tersebut adalah hasil dari visi dan kegiatan kewirausahaan.

Baca: Hamdani, 2013. Be Entrepreneur. Insan Pers: Banda Aceh

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

One Reply to “Kewirausahaan dan UMKM”

  1. carilah pengalaman dan jangan malu ntuk buka bisnis kecil kecilan.
    kesabaran dan ketelitian sangan perlu di usaha masing”.
    jangan merasa puas terhadap usaha yang anda miliki tetapi bersyukur saat ini usaha anda maju dengan pelan pelan.
    jalani sedikit sedikit perlu agak sedikit pelit untuk berjualan.
    jangan takut untuk mengeluarkan ide, tapi cobalah sedikit-sedikit mencoba dan melatihlah kemampuan mu.
    jangan gengsi untuk berjualan, jika anda malu anda bukan pembisnis muda 🙂




    1



    0

Tinggalkan Balasan