Lezatnya Roti Sele Samahani Aceh

Jangan pernah mengatakan sudah menjelajahi Aceh jika Anda belum menginjakkan kaki di sebuah kota kecil yang tidak jauh dari Kota Banda Aceh dan mencicipi jajanan khas penuh sensasi.

Ya! Tepatnya pasar Kecamatan Kuta Malaka  Kabupaten Aceh Besar yang terletak dilintas jalan Banda Aceh-Medan KM 18 Samahani. Jajanan khas berupa roti tawar yang diberikan selai (baca: sele) didalamnya dengan cita rasa manis dan beraroma gandum.

Roti sele secara umum memang tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh. Makanan ini sudah dikenal oleh semua orang. Biasanya roti sele sering dijual si warung-warung kopi sebagai cemilan pendamping minuman kopi, beberapa orang menjadikannya sebagai jajanan hari-hari.

Menikmati roti sele sambil meneguk kopi Aceh memberikan pengalaman rasa tersendiri, apalagi jika dikonsumsi pada sore hari. Maka tidak heran jika hampir semua warung kopi yang ada di Banda Aceh selalu menyediakan roti sele bagi pelanggan mereka.

Roti sele Samahani pada awalnya adalah jajanan warung kopi lokal yang hanya dinikmati oleh masyarakat setempat saja. Penjualannya pun terbatas di Samahani dan saat itu masyarakat didaerah lain belum tahu tentang roti sele Samahani tersebut.

Menurut cerita dari salah seorang penjual roti sele Samahani yang kini eksis di bisnis ini mengatakan bahwa jajanan roti sele yang ia jual merupakan resep turun temurun dan hasil kreasi masyarakat setempat. Ia tidak menyangka jika produk roti sele ini bisa seterkenal sekarang ini.

Memang setiap daerah di Aceh memiliki cerita masing-masing soal roti sele. Tetapi roti sele yang satu ini memang beda, fenomenal dan penuh sensasi rasa. Di Pidie juga banyak penghasil roti namun roti sele Samahani sangat khas.

Kalau dilihat dari bahan roti yang digunakan, tidak ada bedanya dengan roti daerah lain. Teksturnya pun bisa dikatakan sama. Tetapi ada satu yang tidak terdapat pada roti dari daerah lain, yaitu sele dan cita rasanya yang unik.

Tampak seorang pekerja bagian pelayanan penjualan sedang mengolesi sele pada roti yang telah dibelah menggunakan sendok khusus. (foto: koleksi pribadi)
Tampak seorang pekerja bagian pelayanan penjualan sedang mengolesi sele pada roti yang telah dibelah menggunakan sendok khusus. (foto: koleksi pribadi)

Untuk menghasilkan sele yang lezat dan memiliki cita rasa khas, proses pembuatannya dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan, seperti telur ayam, gula pasir dll.

Kebanyakan bahan adonan sele roti Samahani menggunakan telur ayam ras, padahal jika memakai telur ayam kampung atau telur bebek, cita rasa sele yang dihasilkan lebih lezat lagi. Namun harga produksi sedikit lebih mahal karena harga jual telur ayam kampung lebih tinggi daripada telur ayam ras.

Menurut penjual roti sele Samahani yamg yang sudah lama menggeluti usaha ini. Sejak ia meneruskan bisnis tersebut dari orang tuanya. Dibandingkan dulu, saat ini roti sele Samahani sudah terkenal luas. Bahkan sampai ke Malaysia.

Penyanyi rock legendaris Indonesia Ahmad Albar pun pernah singgah di warungnya dan menikmati lezatnya roti sele Samahani. Kini jajanan tersebut bukan lagi hanya sekedar pelengkap minum kopi saja tetapi telah menjadi oleh-oleh yang selalu dibawa pulang oleh setiap masyarakat yang bepergian ke Banda Aceh atau berangkat ke Medan.

Saat pertama kali terjun ke usaha jualan roti sele Samahani, setiap harinya hanya dapat terjual tidak lebih dari 100 unit roti dengan harga jual Rp3.000-Rp3.500. Dan para penjual pun tidak banyak, hanya beberapa orang saja.

Meskipun sekarang ini juga para penjual tidak terlalu ramai, di pasar Samahani sendiri hanya berkisar lima penjual. Namun harga jual roti per buah telah meningkat menjadi Rp7.000-Rp7.500 per unit. Menurut pendapat beberapa konsumen harga jual tersebut tidak mahal atau wajar.

Dengan besaran harga sebesar itu, penjualan roti setiap harinya mencapai 600-700 buah per hari. Rata-rata pembelinya adalah warga Aceh yang melintasi jalan Banda Aceh -Medan. Bahkan penjualan roti selama lebaran meningkat hingga 200 persen.

Kelebihan lain dari sele roti Samahani adalah daya tahannya bisa sampai tiga hari. Apalagi kalau disimpan ditempat sejuk bisa lebih awet dan tidak basi ataupun terjadi perubahan rasa. Dengan dibungkus menggunakan kertas khusus membuat kualitas roti sele Samahani ini tetap terjaga.

Roti sele Samahani telah dibungkus dengan kertas pembungkus khusus. (koleksi pribadi)
Roti sele Samahani telah dibungkus dengan kertas pembungkus khusus. (koleksi pribadi)

Hmmm…. Nyummmi, itulah sedikit ulasan tentang jajan khas dari Samahani Aceh Besar semoga semakin menambah wawasan kita terhadap kuliner nusantara. Tentunya jika Anda berkunjung ke Aceh jangan lupa singgah di outlet penjualan roti sele Samahani.

Salam.[]

Penulis telah tayangkan tulisan ini juga di https://www.kompasiana.com/cangkoiburong/5b33a477dd0fa83cdd7c7ee2/satu-lagi-lezatnya-roti-selai-samahani-sangat-digemari-warga-aceh

The Power of Selling | The Power to Get What You Want in Life

“YOU CAN HAVE EVERYTHING IN LIFE YOU WANT, IF YOU WILL JUST HELP ENOUGH OTHER PEOPLE GET WHAT THEY WANT.”
LET ZIGLAR CHANGE YOUR LIFE!

Welcome to Selling World

Do you want to be successful in sales and in life? You’ll have a chance to meet the pros, the people who have achieved success in their careers in sales. For most people, to achieve personal success entails more than just making a lot of money. Many would claim that to be successful in a career means to have fulfilled an ongoing goal—one that has been carefully planned according to their interests and passions. Is it your vision to run your own business? Or would you rather pursue a profession in a service organization? Do you want to excel in the technology field or, perhaps, work in the arts? Can you see yourself as a senior executive? Imagine yourself in the role that defines success for you. Undoubtedly, to assume this role requires more than just an initial desire; those who are most successful take many necessary steps over time to become sufficiently qualified for the job presented to them. Think about your goal: what it will take to get there? With a good plan and the right information, you can achieve whatever you set out to do. It may seem like a distant dream at the moment, but it can be a reality sooner than you think. Think about successful people who do what you want to do. What do they all have in common? Of course, they have all worked hard to get to their current position, and they all have a passion for their job. There is, additionally, a subtler key ingredient for success that they all share; all successful people effectively engage in personal selling, the process of interacting one-on-one with someone to provide information that will influence a purchase or action.

Congratulations, You’re in Sales!
If you think personal selling is only for salespeople, think again. Everyone in every walk of life uses personal selling (some more effectively than others!). Selling is what makes people successful. We all have to sell our ideas, our points of view, and ourselves every day to all sorts of people—and not just those related to our jobs. For example, when you work on a team project, you have to sell your ideas about how your team should approach the project (or, sometimes more delicately, you will have to persuade others as to what you should do about a lazy team member). When you are with your friends, you have to sell your point of view about which movie you want to see or where you want to go to eat. When you pitch in for a friend’s gift, you have to sell your ideas about what gift to give. You are selling every day whether you realize it or not. Think about the products and services that you buy (and concepts and causes that you believe in) and how
selling plays a role in your purchase decision. If you rented an apartment or bought a car, someone sold you on the one you chose. If you read a product review for a new computer online then went into the store to buy it, someone reinforced your decision and sold you the brand and model you bought. If you ran in a 5K race to raise money for a charity, someone sold you on why you should invest your time and your money in that particular cause. A professor, an advisor, or another student may have even sold you on taking this course!

I Sell Stories
Selling is vital in all aspects of business, just as it is in daily life. Consider Ike Richman, the vice president of public relations for Comcast-Spectacor, who is responsible for the public relations for all NBA and NHL games and hundreds of concerts and events held at the company’s Wachovia Center in Philadelphia. When you ask Ike to describe his job, he replies, “I sell stories.” What he means is that he has to “pitch”— or advertise—his stories (about the games or concerts) to convince the press to cover the events that he is promoting. So, even though he is not in the sales department, his job involves selling. Gary Kopervas, similarly, is the chief creative strategist at Backe Digital Brand Communications. He works in the creative department in an advertising agency, yet he describes his job as “selling ideas,” not creating ads. Connie Pearson-Bernard, the president and founder of Seamless Events, Inc., an event planning company, says she sells experiences. For many of her clients, she also sells time because she and her team execute all the required details to create the perfect event. As you notice, all these people are engaged in selling, even though “sales” may not be included in their respective job descriptions. Clearly, whether you pursue a career in sales or in another discipline, selling is an important component of every job…and everyday life.

Pelajaran dalam Menjual dari Salespeople yang Sukses
Siapa yang Ingin Menjadi Millionaire? Bayangkan menjadi anak putus sekolah yang berusia sembilan belas tahun dengan seorang anak di jalan. Itu menggambarkan Tom Hopkins pada tahun 1976. Dia bekerja di konstruksi untuk membayar tagihan. Dia sadar harus ada cara yang lebih baik untuk mencari uang, jadi dia mengambil pekerjaan di penjualan real estat, tapi tidak berhasil. Bahkan, setelah enam bulan pertama, dia hanya menjual satu rumah dan menghasilkan rata-rata hanya $ 42 sebulan untuk mendukung keluarganya.

Suatu hari, dia bertemu dengan seseorang yang menyarankan agar dia mengikuti seminar pelatihan penjualan. Tom terinspirasi oleh konsep dalam seminar dan menempatkan mereka untuk bekerja. Sebelum berusia tiga puluh tahun, Tom adalah seorang jutawan yang menjual dengan nyata perkebunanya. Tom sekarang menjadi legenda di arena penjualan dengan “Training for Champions” dan “Sales Boot Camp” program. Dia adalah seorang penulis, pembicara, kolumnis, dan pelatih sukses di Tom Hopkins International, yang menyediakan pelatihan penjualan untuk perusahaan seperti Best Buy, State Farm Insurance, Aflac, A.S. Army Perekrut, dan banyak lagi

Dunia Penjualan Baru.
Ada beberapa orang yang mungkin berpikir menjual sebagai pertemuan dengan tekanan tinggi antara wiraniaga dan karyawan pelanggan. Bertahun-tahun yang lalu, hal itu mungkin terjadi dalam beberapa situasi. Tapi di dunia sekarang ini, sukses menjual bukan sesuatu yang Anda lakukan “menjadi” pelanggan, itu adalah sesuatu yang Anda lakukan “dengan” pelanggan. Pelanggan memiliki suara dan paling terlibat dalam situasi penjualan. Dengan alat berbasis internet seperti forum, sosial jaringan seperti Facebook, MySpace, dan Twitter, bersama dengan situs Web, live chat, dan interaktif lainnya fitur memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam proses tidak peduli apapun yang mereka beli.

Brand + Selling = Sukses

Source/reference: saylor.org

ANALISIS DAYA SAING | BELAJAR DARI NOKIA

Mengapa Nokia Bisa Bangkrut di Indonesia?

Nokia adalah brand yang terkenal  dengan tagline “connecting people” ini pernah menjadi “raja” produsen terbesar selama 14 tahun dengan variasi produk mulai dari handphone (HP) tahan banting, desain yang unik dan tentunya dengan keawetannya. Namun, akhirnya Nokia harus mengakui kenyataan pahit, kalah bersaing melawan kubu Android dan Apple yang dengan cepat menggerus pangsa pasarnya. Nokia Corporation merupakan produsen perlatan telekomunikasi terbesar di dunia serta perusahaan terbesar di Finlandia.

Pada tahun 2013 muncul kabar bahwa unit bisnis perangkat dan layanan Nokia Akan dibeli Microsoft. Ini tentu membawa dampak besar bagi bisnis ponsel Nokia, termasuk dalam kepemilikan brand “Lumia” dan “Asha” karena kedua nama tersebut identic dengan produk-produk Nokia kini telah beralih pemilik. Nama Nokia sendiri tetap menjadi hak milikprodusen asal Finlandia, karena tidak ikut di beli.

Dengan demikian. Kiprah di ranah smartphone berakhir bagi Nokia. Sebagaimana dikutip dari The Verge, penghilangan nama Nokia dimulai dari Perancis. Serta negara-negara lain di seluruh dunia. Namun ada tiga area utama yang masih dimliki oleh Nokia di masa depan, yaitu NSN, HERE, Advantage Technologies. Beberapa sebab Nokia mengalami kemunduran:

  1. Keangkuhan sebagai penguasaSebagai penguasa selama 14 tahun dengan market share yang begitu besar membuat mereka tidak mempersiapkan rencana akan perkembangan dunia Gadget.
  2. Kedatangan Stephen ElopElop merupakan mantan orang Microsoft yang memimpin divisi bisnis. Selama tiga tahun memimpin Nokia, pendapatan perusahaan justru menurun hingga 40 persen. Untuk bisa bertahan, Elop merumahkan 40.000 karyawan dan memangkas biaya operasional 50 persen serta Symbian dimatikan. Meego juga dihentikan pengembangannya.
  3. Terlambat menyadari perkembangan operasi systemTahun 2010 Andriod mulai terlihat dan para vendor ramai-ramai mendukungnya, namun Nokia sudah menyatakan tidak akan memakai Android karena percaya diri dengan kekuatan softwarenya. Vendor asal Finlandia itu telah menetapkan Meego dan Symbian sebagai jiwa bagi jajaran ponsel masa depan Nokia. Seiring perkembangan operasi sitem yang begitu pesat, para pengguna Symbian beralih pada Android dan Ios dari Apple. Seandainya pihak Nokia tidak gengsi dulu menolak Google dengan OS Androidnya, mungkin Nokia Akan tetap menjadi market share global terbesar smartphone dunia.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan Nokia, antara lain:

  1. Nokia sudah tertinggal jauh dari kompetitornya
  2. Nokia terlalu fokus pada hardware dan operating system HP
  3. Nokia terlalu banyak kehilangan momentum
  4. Nokia tidak memperhatikan kebutuhan pasar

Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Nokia karena memiliki jumlah penduduk yang besar. Selama 14 tahun ponsel Nokia menjadi ponsel nomor satu di Indonesia. Namun kejayaannya tumbang setelah penjualan ponselnya turun dalam waktu cepat. Tahun 2012 Nokia hanya mampu menjual 83 juta unit pada kwartal pertama. Para pengamat ponsel di Indonesia yakin penyebab jebloknya penjualan ponsel Nokia tidak lepas dari kesalahan yang telah dilakukan oleh Nokia. Beberapa kesalahan ditegarai antara lain:

  1. Nokia terlalu lamban dalam merespon pasarPada tahun 2002, Nokia sempat menjadi pelopor dengan system operasi Symbian GO, sayangnya sisitem ini kalah bersaing dengan Android dan iOs. Tahun 2007, iphone booming dengan full touchscreen dan disusul dengan Android, Nokia seperti tidak bergeming dalam menanggapi perubahan pasar.
  2. Terlalu fokus pada system operasi Symbian. Smartphone jenis lain menanggapi permintaan pasar mereka langsung bergerak tepat dengan meluncurkan smartphone yang system operasinya beragam. Sementara  Nokia terlalu berkonsentrasi pada Symbian mulai ditingglkan, langkah penyelamatan dengan seri Lumia yang bekerjasama denga Microsoft rasanya sudah terlambat.
  3. Kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Di negara berkembang seperti Indonesia, produsen Nokia kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Padahal di Indonesia pangsa pasar kelas menengah bawah adalah pasar yang paling ngetop.
  4. Nokia kurang inovasi. Nokia hanya memasarkan merk, bukannya inovasi pasar sehingga pasar menjadi jenuh dengan produknya yang biasa saja.
  5. Eksekusi adalah kunci. Sementara kompetitornya kian bersinar  dengan produk Galaxinya, Apple berkibar dengan iphone-nya. Sedangkan Nokia kian memburuk dalam beberapa tahun. Kerjasama Nokia dengan Microsoft melalui seri Lumia banyak membantu penjualan Nokia.

MENGAPA SAMSUNG LEBIH DIMINATI

Samsung Electronics Indonesia sejak tahun 1991 terus mengedepankan inovasinya untuk memenuhi keinginan konsumen Indonesia. Bahkan pada tahun 2012, SEIN berhasil meraih posisi terdepan untuk total pasar ponsel. Sejak tahun 2007 Samsung berhasil mengembangkan bisnisnya 10 x lipat. Berikut beberapa rahasia Samsung bisa terus memikat pasar Indonesia:

  1. Mengenal dan mengetahui kebutuhan konsumen. Ini salah satu kunci keberhasilan SEIN di seluruh dunia, tak hanya mendirikan pabrik saja, tetapi SEIN juga mengembangkan R&D local. SEIN memberikan nilai lebih dalam setiap produk yang diciptakannya, jadi konsumen mendapat kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Edukasi masyarakat. SEIN terus mengedepankan inovasinya pada bidang marketing, layanan konsumen dan layanan purna jual. SEIN memiliki misi untuk membawa konsumen ke tingkat hidup yang lebih bahagia dengan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mengoptimalkan teknologi.
  3. Memanjakan konsumen. Melalui layanan purna jual My Samsung Service, masyarakat bisa mengakses call centre 24 jam serta bantuan via online.
  4. Dukungan global. Samsung mendapatkan dukungan global dari R&D. satu dari lima pekerjaan Samsung di seluruh dunia bergabung di tim R&D, Samsung memiliki 6 pusat desain di seluruh dunia, maka dari itu berbagai inovasi terus bermunculan untuk memudahkan kebutuhan konsumen.

Selain rahasi di atas, ada beberapa alasan lain mengapa produk Samsung begitu diminati oleh pasar, yaitu:

  1. Fast charging. Untuk seseorang yang tingkat mobilitasnya tinggi, maka alasan ini patut dipikirkan. Dalam waktu 15 menit smartphone akan full terisi dayanya.
  2. Kamera yang jernih. Kamera Samsung disertarakan dengan kamera DSLR 18 MP terdapat pada Samsung S7 samsung juga menambahkan fitur terbaru yaitu hand emotion dimana ketika kita memperlihatkan kamera ke sensor maka kita tidak perlu lagi meng-klik simbul kamera. 
  3. Fast loading. Smartphone Samsung merupakan smartphone yang anti loading, bahkan ketika dipakai secara bersamaan Samsung tetap bekerja dengan normal.
  4. Body yang terlihat eksklusif. Smartphone Samsung selalu membuat konsumen terpana dengan first looking, mempunyai lebar kurang dari 7 mm dengan layar jernih full HD, dan dengan warna yang terlihat mahal yaitu gold, silver, blue thortoal. Serta tekstur body kuat namun ringan.

Sebagai brand ternama di Indonesia, Samsung tidak hanya berfokus untuk menampilkan inovasi produk dan layanannya. Di sisi lain, SEIN juga turut berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Melalui program Samsung Corporate Citilizenship (SCC), SEIN juga fokus unutk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia yang lebih baik. Kini SEIN memfokuskan kegiatannya dibidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan kesehatan.

  1. Pendidikan. Salah satu program strategis SCC adalah rumah belajar Samsung. Dengan bantuan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), RBS memberikan pelatihan di bidang elektronik
  2. Pemberdayaan masyarakat. Mendukung program One Village One Product dan Kementerian Koperasi membantu meningkatkan produktivitas dan pemberian akses informasi, pelatihan pemasaran online dan pemberian alat produksi kepada Koperasi Wanita Stragent di Lombok.
  3. Kesehatan. SEIN melakukan sejumlah program untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. SEIN mendukung program WASH yang bertujuan memperbaiki akses air, sanitasi dan promosi tentang pentingnya kesehatan.

Artikel ini bermaksud sebagai pembelajaran tentang Keunggulan Bersaing dan Meningkatkan Daya Saing dalam Mata Kuliah Smart Entrepreneur.

Kontributor | Ulfa Silvia

Manajemen Produk | Mengelola Kualitas Produk Untuk Memperkuat Nilai Produk

“kualitas produk memainkan peranan penting dalam advokasi. Sebagus apa pun kempanye pemasaran dan seluas apa pun kanal distribusinya, kalau produknya tidak bagus pada akhirnya tak menghasilkan apa-apa” (Sigit Kurniawan at al).

Ada banyak alasan mengapa  orang merekomendasikan atau bahkan mengadvokasi sebuah produk. Bisa jadi karena iklan yang cukup persuasif, gimmick marketing yang menggoda, sales person yang berkarakter, harga miring, dan sebagainya. Namun, semua itu tidak ada artinya apa-apa jika produk yang ditawarkan tidak bagus atau berkualitas.

Produk yang berkualitas pada dasarnya merupakan senjata advokasi (pembelaan oleh konsumen) yang mumpuni sekaligus membantu meringankan tugas perusahaan. Sebab, produk yang bagus pasti akan direkomendasikan oleh konsumen. Maksud bagus dan berkualitas di sini bisa dipahami secara beragam.  Produk dibilang bagus karena produk tersebut tahan lama alias tidak mudah rusak. Produk itu bagus juga bisa dikarenakan karena mampu menjalankan fungsi-fungsi yang menjawab kebutuhan pelanggan.

Di industri otomotif, misalnya, kenderaan Jepang dibilang bagus karena bandel dan tahan lama dan tak kalah bersaing dengan produk-produk Amerika dan Eropa. Di industri smartphone, Apple dan Samsung menjadi dua merk yang sering direkomendasikan. Orang merekomendasikan dua merek tersebut bukan karena merek ini keren semata tetapi secara produk, keduanya berkualitas di kategori smartphone.

Kata kunci di balik produk yang bagus adalah inovasi. Tanpa inovasi, tidak akan ada produk yang baik. Tanpa inovasi, produk pun akan cepat usang dan tidak relevan dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks dan cepat berubah.

Fenomena ini lumrah terjadi di produk elektronik seperti smartphone. Produk-produk di kategori ini selalu menarik karena life-cycle-nya yang tergolong pendek. Bukan karena produknya tidak laku, tetapi karena inovasi-inovasi yang berjalan terus-menerus dan super cepat. Menurut Jo Semidang, Corporate Marketing and Online Business Director Samsung Electronics Indonesia, strategi pemasaran sebagus apa pun akan sia-sia belaka kalau tidak didukung oleh produk yang berkualitas. Di balik produk yang berkualitas tersebut, ada inovasi yang senantiasa diwujudkan oleh Samsung

Manajemen Produk Kreatif

Marketing pada dasarnya terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni manajemen merek, manajemen produk, dan manajemen pelanggan. Ketiganya saling terkait dan mendukung. Di dalam manajemen produk, menjadikan produk tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan adalah yang utama.

Samsung misalnya, mengelola produk sedemikian rupa sehingga produk-produk ponsel Samsung selalu dinanti-nantikan pelanggannya. Caranya, Samsung selalu berinovasi dengan cara meluncurkan serangkaian seri pada smartphone-nya. Kempanye pemasarannya pun selalu mengusung pada kekuatan produk secara fungsional. Jadi, kalau sebuah unit ponsel Samsung secara produk mengusung kamera yang mampu mengatasi kondisi lingkungan minim cahaya, kelebihan inilah yang dikomunikasikan. Semua selalu menuju pada kualitas produk.

Inovasi-inovasi yang dilakukan pun tidak harus 100% dalam wujud produk baru. Inovasi tersebut bisa pembaruan fitur-fitur didalamnya. Sebab itu, penambahan fitur-fitur baru itulah yang membuat sebuah varian produk memiliki nilai produk yang tak jarang menjadi bahan rekomendasi di kalangan konsumen.

Akhirnya, kualitas produk menjadi elemen utama dan pertama dalam sebuah bisnis. Memang, kalau produk bagus, tetapi promosinya jelek, produk itu mungkin tidak akan disadari keberadaannya oleh pelanggan. Namun, jika produk bagus tetapi distribusinya kurang baik sehingga pelanggan tak menemukan produk yang dicari, bisnis juga tidak maksimal. Namun, sebagus apa pun promosi, semenarik apa pun kempanye pemasarannya, dan semasif apa pun distribusnya kalau produknya tidak bagus, pada akhirnya akan sama saja.

Jadi, pastikan bahwa produk yang akan  Anda tawarkan kepada pelanggan Anda ini merupakan produk yang bagus. Sebab, itu akan membuat langkah Anda sedikit lebih ringan.

Tulisan ini sebagaimana dikutip dari majalah Marketeers edisi Maret 2017 yang dituliskan oleh Sigit Kurniawan, Jaka Perdana, Ramadhan Triwijanarko dan penulis lakukan penulisan kembali (re-writing) karena artikel ini sangat bagus untuk diketahui oleh pelaku bisnis kreatif dan juga bagi mahasiswa yang sedang belajar ilmu marketing.

Inspirasi | Kesan dan Pesan Kegiatan Happy Selling

Kesan

Tidak bisa dihitung pelajaran yang kami dapatkan dari Kegiatan Happy Selling yang diadakan oleh kampus kami LP3I dan Dosen Entrepreneur kami, dengan adanya kegiatan Happy Selling ini kami diajarkan bagaimana menjadi pengusaha muda mendapatkan penghasilan sambil kuliah. Menjadi sosok yang sukses dan pantang menyerah, karena sangat jelas bahwa tidak ada usaha yang baru dimulai langsung sukses atau jaya. Maka, dari situlah kami diajarkan bagaimana menawarkan, membujuk, meyakinkan pembeli agar membeli produk yang kami tawarkan, yang tadinya tidak berminat berubah menjadi membeli. Karena pada dasarnya kita sebagai penjual membutuhkan konsumen. Dan konsumen adalah Raja

Disini kami memanfaatkan fasilitas seperti tenda, meja yang disediakan oleh LP3i. Kami stay di tenda dengan modal senyum juga dengan ramah menyapa setiap orang yang melewati dihadapan kami untuk singgah, setiap ada yang membeli, hati terasa sejuk dan bahagia walaupun hanya membeli sepotong kue saja.

Dengan adanya kegiatan Happy selling ini, kami juga dapat melatih kesabaran kami dalam menghadapi berbagai macam sifat dan tingkah pembeli yang berbeda-beda, ditambah dengan cuaca panas terik, juga dengan semangat kami terjun kelapangan untuk berinteraksi, menawarkan, menjual produk-produk kami dengan orang yang tidak kami kenal sebelumnya agar menjadi omset penjualan. Alhamdulillah kami mampu memenuhi target yang sebelumnya telah kami tetapkan.

Adanya acara ini, bukan semulus yang dilihat, keadaan siap di stand, segembira di lapangan juga bukan sesemangat pada saat menawarkan produk. Dibalik itu semua, banyak sekali keadaan-keadaan, situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan rencana dan tidak kami perkirakan sebelumnya, ketidaksiapan kami dalam memasak, berbelanja juga mem-packing produk-produk kami. Saat itu, kami benar-benar belajar bagaimana menyesuaikan pikiran satu dengan pikiran yang lainnya, memikirkan produk apakah yang laku jika dijual nanti sesuai dengan tempat yang kami pilih.

Izinkan kami menceritakan sedikit pengalaman lucu kami, Pada Sabtu 6 Mei 2017 Pukul 13.30 WIB kami bersiap-siap untuk berbelanja segala keperluan yang kami butuhkan untuk bahan baku produksi, ada yang tidak tahu yang mana kol dijual, yang mana labu, yang mana tepung untuk membuat makanan yang berbeda-beda. Setiap kami berbelanja, kami selalu menanyakan kepada si penjual resep apa saja jika membuat timphan, dsb-nya. Kami yakin pada saat membeli semua kebutuhan itu, kami di bodoh-bodohi mungkin saja si penjual melihat kami yang tidak tau apa-apa menaikkan harga atau memilih bahan yang kurang bagus.

Karena kami yang bodoh ini tidak mau kalah pandainya dengan penjual, kami pun juga menghitung ulang, mendata, negosiasi harga, juga mengecek bahan-bahan yang diberikan kepada si penjual sebelum meninggalkan kedai tersebut. Karena ini pertama kali bagi kami, malam harinya kami bolak balik ke pasar peunayong untuk mencari bahan yang kurang. Semuanya serba terburu-buru.

Dengan adanya Happy Selling inilah kami memasak, mencari resep di internet, sudah tau sedikit-sedikit bagaimana membuat timphan, brownies, mie hun, bubur sumsum dsb-nya. Pagi harinya kami menyiapkan apa yang belum siap dikerjakan tadi malam, sehingga kami kurang istirahat, tidak tidur malam, kepikiran bagaimana jika tidak siap. Karena tidak semua produk yang bisa dikerjakan malam hari, beberapa produk harus di masak pada pagi hari.

Alhamdulillah kami bisa kompak, bisa menyatukan semua pikiran teman-teman yang lain agar sejalan, merancang rencana bersama-sama bagaimana meyakinkan, merayu si pembeli agar mau membeli produk kami dan  terjual habis. Tidak terjual habis pun tidak apa-apa asalkan modal kami kembali. Tetapi uang hasil dari menjual produk kami itu digabung, jadi kami tidak tau apakah kami untung atau rugi, karena kalau masalah uang itu sangat sensitif. Apalagi ada kelompok yang mengeluarkan modal banyak, banyak menggaet pembeli, produknya rata-rata habis. Tetapi kami menyikapinya dengan santai dan berusaha adil untuk membaginya.

Pesan

Jangan malu! jangan sombong! Jangan takut! Kita masih muda, masih sanggup memanfaatkan waktu. Lakukanlah apa yang bermanfaat, carilah uang yang halal. Jualkan lah produk-produk kamu ke orang-orang. Belajarlah bagaimana menjadi orang yang ramah, jujur dan berani. Menjadi orang ramah, jujur, berani adalah kunci untuk sukses. Mengapa? Karena jika kita ramah, jujur dan bera pasti membeli yakin membeli produk kita, karena pada hakekatnya dia membayar atas keramahan yang kita miliki bukan membeli produk kita. Begitulah salah satu bagaimana membujuk pembeli yang aturannya tidak membeli malah membeli. Jangan membuat konsumen itu yang aturannya membeli malah tidak jadi membeli. Kita sangat membutuhkan konsumen guys! Uang ada dikantong mereka gaetlah mereka sesuai dengan aturannya…

“Hopefully we become succesful people not looking at the pricetag when we have shopping”. -ade-

Kontributor | Ade Andriani Fitri, Irma Yunita, Raisul Fatta, Muhammad Rian, Nana Supiana, Sony Dewantara

Marketing | Usaha Ritel Pangan Yang Aman Bagi Konsumen (Bagian 2)

#KUNCI KEDUA: SEDIAKAN SARANA SIMPAN DAN PAJANG YANG AMAN

Ruang Penyimpanan

Pengelola ritel yang menjual produk pangan perlu memperhatikan masalah sarana dan tempat penyimpanan yang aman. Adapun untuk ruang penyimpanan yang baik memiliki kriteria berikut ini:

  • Lantai, dinding, dan langit-langit di bagian penyimpanan daging dan ikan sebaiknya berwarna merah muda atau putih sehingga memantulkan sinar terang, bersih, dan tidak di serang hama.
  • Fasilitas penyimpanan pangan, bahan pangan, perlengkapan, dan peralatan-peralatan sekali pakai, kain lap, dan pengemas sebaiknya dirancang dan dibangun agar mudah dibersihkan, mencegah masuknya hama, memberi perlindungan efektif dari cemaran, dan mencegah kerusakan pangan.
  • Fasilitas penyimpanan tidak boleh ditempatkan dekat dengan: area yang digunakan untuk menyimpan kain kotor, loker, toilet, ruang untuk membuang sampah, ruang mekanik, dan di bawah saluran air buangan yang tidak terbungkus untuk mencegah penetesan, atau ruang penyimpanan bahan kimia/pestisida.
  • Benda-benda yang dapat didaur ulang seperti botol atau kaleng disimpan dengan baik untuk mencegah bersarangnya hama.

Tempat Penyimpanan

Fasilitas display dan penyimpanan produk sebelum di display juga sangat berpengaruh terhadap kontrol kualitas produk pangan agar tetap dalam kondisi baik dan aman. Pada aspek ini, beberapa hal perlu menjadi perhatian seorang pengelola ritel produk pangan antara lain:

  • Produk harus ditangani dengan hati-hati pada saat disusun/ditumpuk di rak/unit penyimpanan agar tidak rusak.
  • Rak atau unit untuk penyimpanan produk pangan dibersihkan secara berkala atau teratur sehingga lebih higienis dan bersih dari kotoran, tumpahan, atau ceceran produk.
  • Beberapa produk sebaiknya disimpan dalam lemari penyimpanan dingin/beku maupun lemari kering. Lemari sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga hama tidak bisa masuk dan berkembang biak didalamnya.
  • Adapun kriteria tempat penyimpanan; terbuat dari bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan; jumlah rak untuk penyimpanan pangan cukup banyak, Sehigga tidak ada pangan yang tersimpan di  lantai. Seluruh produk pangan harus tersimpan pada rak atau palet yang sesuai dengan suhu penyimpanannya dengan jarak minimum 15 cm di atas lantai. Rak diletakkan sekurang-kurangnya 5 cm dari dinding agar terjadi sirkulasi udara dan sebagai akses memudahkan pemeriksaan secara visual; ditempatkan pada lokasi yang kering dan bebas serangan hama.

Sarana Pemajangan (Display)

Tujuan dari pemajangan adalah untuk meningkatkan daya tarik visual konsumen, selain itu pemajangan yang baik juga akan menjaga produk pangan tetap awet dan aman. Oleh sebab itu pengelola ritel harus memperhatikan dengan baik masalah sarana pemajangan untuk menambah minat pembelian. Diantara hal penting tersebut antara lain:

  • Tempat pemajangan harus bersih, kering, memiliki cukup cahaya, dan ventilasi. Produk harus ditangani dengan hati-hati pada saat disusun di rak atau unit pajang agar tidak rusak. Unit untuk pajang harus selalu dibersihkan.
  • Produk pangan yang di pajang terlindungi dari pencemaran, seperti cemaran air, udara, serangan hama.
  • Rak display harus memudahkan konsumen untuk mengambil barang yang dibutuhkan (jika ritelnya konsep swalayan)

Tempat pemajangan perlu ditempatkan pada ruang yang memiliki cahaya yang cukup atau diberikan penerangan lampu dan adanya sirkulasi udara yang baik. Jauhi produk pangan dari kelembaban karen bisa berkembangnya bakteri.

#KUNCI KETIGA: PAJANG DENGAN AMAN

tata letak produk pangan harus diatur sedemikian rupa agar konsumen tidak mencemari produk, untuk itu penjual harus :

  • Menyediakan sendok atau penjepit untuk mengambil produk.
  • Mengatur produk sedemikian rupa sehingga tangan konsumen tidak berada di atas suatu jenis produk pada saat sedang mengambil produk yang lain.
  • Meletakkan produk dengan baik untuk mencegah konsumen batuk atau bersin ke arah produk.

Secara umum pada kondisi risiko cemaran silang rentan terjadi, maka produk satu dan produk lainnya harus dipisahkan selama pemajangan.

Pangan mentah terpisah dari pangan yang telah dimasak. Jika diletakkan di rak yang sama dengan pangan olahan, maka pangan olahan terletak di rak bagian atas dan pangan mentah dibagian bawah.

Produk pangan harus diletakkan secara benar dan teratur di rak pemajangan dengan stok baru di belakang dan stok lama di rak bagian depan. Hal ini untuk menjamin rotasi stok yang baik dalam meminimalkan kerusakan pangan.

Pajang Secara Benar

Pangan yang dipajang pada  suhu ruang sesuai dan tidak diletakkan langsung di atas lantai tetapi diletakkan pada pallet, rak atau unit pajang, minimal 15 cm di atas lantai.

Produk pangan tidak ditumpuk atau berdesak-desakan, terutama untuk pangan yang disimpan di suhu dingin atau suhu beku. Isilah unit pajang/display jangan terlalu penuh menyebabkan suhu dingin atau beku yang diinginkan untuk mengawetkan produk tidak tercapai sehingga risiko pertumbuhan mikroba akan lebih besar.

Produk pangan olahan beku seperti nugget, ayam goreng tepung beku, olahan daging lainnya, es krim, dan sebagainya harus dipajang pada lemari beku.

Untuk produk beku dipajang pada bagian dalam pemajangan beku (frozen showcase) yang suhunya dikendalikan di bawah -18 DC.

#KUNCI KEEMPAT: JAGA KEBERSIHAN

Dalam Islam kebersihan adalah sebahagian dari iman. Kebersihan ada kaitannya dengan kesehatan. Sebab itu setiap orang perlu menjaga kebersihan, baik tubuhnya, pakaian dan tempat. Untuk para pemasar ritel produk pangan sangat penting untuk memperhatikan masalah kebersihan. Makanan yang dijual harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Bagaimanapun itu adalah hak konsumen. Pemasar dapat menyediakan fasilitas yang bersih. Terutama sekitar area penjualan dan display. Lakukan pembersihan peralatan dan fasilitas yang digunakan secara berkala, kontrol jalur pembuangan dengan baik, lantai selalu di pel dan diberi pengharum ruangan.

Pengendalian Hama

Hama di sini adalah seluruh yang termasuk dalam kriteria hewan pengganggu. Tikus, burung, serangga, dan hewan lainnya tidak boleh berkeliaran di area ritel. Perangkap diletakkan jauh dari sumber cahaya, bebas dari aliran udara dan jauh dari produk pangan. Semprotan anti serangga tidak boleh digunakan di area untuk menangani, menyimpan atau memasak pangan. Semua jendela yang terbuka harus dilengkapi dengan kasa serangga yang dapat dibongkar pasang untuk mempermudah pembersihan.

#KUNCI KELIMA: JUAL DENGAN AMAN

Kunci terakhir dari rangkaian tips ritel produk pangan adalah menjual dengan aman. Penekanan pada aspek ini adalah sangat komprehensif atau mencakup keseluruhan dari berbagai faktor-faktor yang telah disebutkan pada Bagian I dan tersebut di atas. Penjualan merupakan proses akhir dari kegiatan pemasaran ritel produk pangan yang aman bagi konsumen. Disini titik krusial keberhasilan dari usaha ritel. Sebab itu pengelola harus pandai mengkombinasikan seluruh sumber daya dan strategi yang dimiliki untuk memuaskan konsumen. Jika tidak, maka konsumen akan membeli di toko pesaing akibat mereka mengalami kekecewaan atas produk dan layanan buruk yang mereka rasakan dari ritel kita.

Wiraniaga yang bertugas juga harus terlihat rapi, bersih dan harum tubuhnya saat melayani konsumen ketika membeli produk. Murah senyum dan ramah dalam pelayanan akan menambah rasa senang konsumen. Pada fase awal ketika memulai melayani konsumen, mereka terlebih dahulu dapat menciptakan suasana nyaman dan akrab dengan pelanggan, sambil berbicara kecil dan memuliakan setiap pengunjung yang datang merupakan karakter yang harus dimiliki oleh petugas penjualan ritel.

Pastikan produk pangan dalam kondisi baik dan tidak cacat saat sebelum barang diserahkan kepada konsumen. Jelaskan setiap pertanyaan jika ada hal-hal yang kurang jelas bagi pelanggan baik informasi harga, cara pembayaran dan lain sebagainya.

Akhirnya selamat mencoba semoga usaha ritelnya berjalan sukses dan memberikan manfaat buat masyarakat dan kita sebagai pelaku usaha.

Marketing | Usaha Ritel Pangan Yang Aman Bagi Konsumen (Bagian 1)

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat atau konsumen memperoleh produk pangan yang dibutuhkan adalah dengan membelinya di pasar. Selain mudah dalam menjangkau tempat penjualan, alasan lainnya adalah karena di pasar tersedia beragam produk yang sesuai dengan keinginannya. Konsumen juga memiliki banyak pilihan sebelum menentukan keputusan pembelian. Itulah mengapa produsen produk pangan pada umumnya menjual produknya melalui saluran pasar atau saluran distribusi yang ada.

Bila dibandingkan dengan menjual sendiri, menyalurkan produk melalui pihak pemasar atau dijual oleh pihak lain memiliki beberapa kelebihan dan keuntungan bagi produsen. Diantaranya, produsen tidak perlu lagi menyediakan display produk, pelayanan penjualan sudah dilakukan oleh pemasar, jika para pemasar yang menjadi channel distribusinya telah memiliki pasar atau pelangga yang banyak tentu saja akan berpengaruh pada permintaan produk pangan yang ditawarkan. Sedangkan produsen cukup berproduksi saja dan tidak perlu memikirkan strategi penjualannya.

Namun lain halnya jika produk pangan yang dihasilkan dijual sendiri oleh produsen. Mereka harus menyediakan sarana dan prasarana sendiri untuk mendukung penjualan produknya, memiliki tenaga penjualan yang dapat diandalkan dan memahami strategi pemasaran yang tepat.

Biasanya produsen produk pangan menghasilkan barang-barang konsumsi, seperti makanan siap saji dalam kemasan, kue, ikan beku, dan berbagai product consumer lainnya. Skala produksinya pun tidak terlalu besar, karena produk pangan lebih cepat rusak atau tidak tahan lama (undurable goods). Pada usaha mikro kecil dan menengah umumnya memproduksikan barang-barang konsumsi untuk segmen pasar menengah ke bawah dengan harga terjangkau.

Untuk menjangkau pasarnya, produsen produk pangan harus jeli melihat saluran pemasarnya. Karena penjualannya secara eceran berbeda dengan penjualan skala besar atau grosir. Saat ini banyak sekali saluran pemasar eceran (ritel) yang masuk ke segmen pasar menengah kebawah. Jika kita jalan-jalan ke pasar, maka pedagang eceran atau ritel sangat mudah kita temukan. Baik dengan konsep pemasar pengecer tradisional maupun pasar ritel modern.

Dari sisi konsumen, keputusan pembelian terhadap sebuah produk pangan yang dilakukan sudah melalui pertimbangan yang matang sebagaimana dijelaskan dalam teori perilaku konsumen dan sistim keputusan pembelian. Beberapa aspek yang dipikirkan oleh konsumen sebelum membeli diantaranya; kesesuaian antara produk dengan kebutuhannya, harga, merk, dan yang utama adalah soal keamanan mengkonsumsi. Kenapa soal keamanan? Karena tidak ada konsumen yang ingin pingsan atau mati setelah mengkonsumsi suatu produk disebabkan oleh keracunan misalnya. Oleh sebab itu, produsen perlu memikirkan bagaimana cara menghasilkan produk yang aman di konsumsi dan kemudian memudahkan para pemasar dalam menjual produk pangan tersebut.

Berbicara tentang keamanan produk pangan, berikut penulis ingin menguraikan beberapa hal tentang tips menghasilkan dan menjual produk pangan yaitu dimulai dari rantai produksi sampai ke tempat-tempat penjualan sebelum di beli dan di konsumsi oleh masyarakat atau konsumen.

Lima Kunci Keamanan Produk Pangan Untuk Ritel

Perlu diketahui tujuan dari keamanan pangan adalah untuk mencegah perpindahan penyakit melalui pangan seperti keracunan pangan dan untuk mempertahankan mutu pangan sepanjang mata rantai mulai dari tempat produksi (seperti: lahan) hingga siap dikonsumsi. Salah satu mata rantai tersebut adalah ritel. Seperti telah disebutkan diatas yaitu tempat penjualan pangan di tingkat ritel bisa bervariasi mulai dari pasar tradisional, swalayan, supermarket, hingga hipermarket.

SahabatPreneur yang berbahagia. Sesuai dengan topik tulisan ini kita akan belajar ritel produk pangan yang aman. Jadi bayangkan saja ketika Anda membaca artikel ini berarti Anda bisa memposisikan diri sebagai peritel produk pangan. Baik langsung saja kita catat kunci pertama dari lima kunci yang harus Anda perhatikan yaitu:

#KUNCI PERTAMA: TERIMA PRODUK PANGAN YANG AMAN

Penanggung Jawab.

Sudah barang tentu setiap pengelola ritel memiliki pengelola yang bertanggung jawab terhadap operasional usahanya. Penanggung jawab bertugas untuk mengawasi penerimaan produk pangan dari para pemasok atau produsen. Jika Anda memilih usaha ritel produk pangan dan memiliki petugas penanggung jawab, maka tugas mereka adalah:

  • Menetapkan jadwal pengiriman dan tidak menerima produk pangan yang tidak dipesan
  • Mengawasi pembongkaran muatan barang masuk, termasuk pencatatan jam pembongkaran.
  • Memperhatikan ketentuan hukum seperti pemalsuan atau tindakan kejahatan lainnya.
  • Memeriksa dokumen pengiriman dan jika perlu melakukan perbaikan/koreksi pada dokumen tersebut.

Pemilihan Pemasok.

Menerima produk dari pemasok yang belum dikenal bisa menimbulkan risiko penerimaan produk pangan yang tidak aman. Oleh sebab itu pengelola ritel harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Membeli produk pangan dari pemasok yang memiliki reputasi yang baik, jujur dan bertanggung jawab.
  • Menyusun spesifikasi produk yang dapat diterima dengan mengutamakan persyaratan keamanan produk pangan dan mengkomunikasikannya dengan pihak pemasok dengan memastikan bahwa produsen produk pangan telah menerapkan Cara Produksi Pangan dengan Baik (CPPB), pemasok telah menerapkan Cara Penanganan Pangan yang Baik serta Cara Transportasi Pangan yang Baik.

Kenderaan Pemasok

Sistim transportasi yang digunakan oleh pemasok ikut mempengaruhi kualitas produk pangan yang di supply ke pihak ritel. Karenanya pihak pengelola ritel harus memperhatikan dengan baik masalah pengangkutan yang digunakan yaitu:

  • Kenderaan dirancang, dikontruksi, dipelihara dan digunakan dengan cara-cara yang dapat mencegah produk pangan dari kerusakan dan pencemaran.
  • Kenderaan dan wadah dalam kondisi bersih dan tidak digunakan untuk mengangkut selain bahan pangan.
  • Pada saat produk pangan dan nonpangan diangkut bersama-sama, dipastikan bahwa produk pangan tidak tercemar oleh produk nonpangan, tidak akan terjadi pencemaran silang.
  • Produk pangan harus dijaga suhunya pada suhu dingin atau suhu beku, dikirim dalam keadaan berpendingin atau dengan wadah berinsulator yang dilengkapi dengan alat pengukur suhu.

Pengiriman dan Penerimaan Produk Pangan

Secara umum setiap peritel memiliki standar operasional untuk pengiriman dan penerimaan produk pangan misalnya melakukan pemeriksaan untuk memastikan produk yang diterima telah memenuhi persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan, menolak produk pangan yang telah tercemar, memiliki formulir pengecekan (cheklist) untuk kondisi produk pangan yang diterima. Selain itu pengelola juga memeriksa label dan kelengkapan label untuk pangan olahan. Pengelola dan penanggung jawab memastikan pangan olahan tersebut yang dalam kemasan mempunyai nomor MD, ML, atau P-IRT dan mempunyai label yang lengkap sesuai peraturan yang berlaku.

 

 

Brand Ambassador | Membangun Karir di Dunia Marketing

Asriah Ani Chaidesar Brand Ambassador PT Pegadaian Banda Aceh

SahabatPreneur yang budiman. Kali ini penulis menurunkan sebuah tulisan inspiratif buat Anda semua pembaca dan pengunjung setia blog kita bersama. Tulisan sederhana ini muncul dari sebuah ide untuk memberikan motivasi bagi Anda para pembaca tentang sebuah perjalanan membangun karir di dunia marketing.

Dalam tulisan berikut ini, penulis menggabungkan metode penulisan artikel dan biografi. Kali ini kita akan menampilkan seorang tokoh muda, cantik, pintar dan bersahaja dari sebuah kampus biru yang cukup terkenal di Indonesia. Yuk langsung saja kita berkenalan dengan sahabat kita yang satu ini. Kini dia menyandang predikat sebagai The Best Brand Ambassador PT Pegadaian Indonesia Banda Aceh tahun 2017.

Namanya Asriah Ani Chaidesar, dara manis kelahiran Banda Aceh yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester empat jurusan sekretaris pada Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Banda Aceh. Sehari-hari dia di panggil dengan sebutan Asri oleh teman-temannya. Gadis cantik yang berulang tahun pada tanggal 4 Desember ini sejak tahun 2015 merupakan alumni sebuah SMK di Kota Banda Aceh. Ia mampu menyelesaikan pendidikan menengahnya tepat waktu dengan prestasi yang mengagumkan.

Sehari-hari Asri menghabiskan waktunya untuk belajar, menuntut ilmu di kampus yang dibanggakannya. Banyak hal-hal baru yang ia peroleh semenjak ia bergabung di lembaga pengembangan profesi tersebut. Mendapatkan teman-teman baru yang baik dan care merupakan kebahagiaan yang luar biasa bagi dirinya.

Ia tertarik untuk mempelajari bidang kesekretarisan, itulah alasanya Asri memilih kuliah di jurusan yang kini sedang ia tekuni. Anak dari pasangan (Alm) Bapak Wan Chairuddin dan Ibu Dewi Sartika ini tergolong mahasiswa yang sangat aktif dikampusnya. Bersama dengan teman-temannya ia bergabung dalam organisasi intra kampus, melakukan berbagai kegiatan sosial, dan seni.

Karena ketertarikannya terhadap profesi sekretaris, Asri banyak belajar tentang perusahaan, surat menyurat, penataan kearsipan, membuat skedul rapat, notulen, dan teknik komunikasi yang baik. Maka tidak heran, jika berbincang-bincang dengannya kita akan merasa betah dan menyenangkan. Gadis cantik berkulit kuning langsat ini memiliki hobi travelling, membaca buku dan berolah raga. Ia tergolong gadis yang berkepribadian ramah, murah senyum dan peduli pada orang lain. Ia suka menyapa siapapun teman yang bertemu dengannya, tidak sombong dan terkesan sederhana. Sebab itulah kehadirannya ditengah-tengah sahabatnya menjadikan setiap suasana lebih menyenangkan dan seru.

Dalam bidang olah raga, Asri juga banyak mengukir prestasi dari sejumlah event yang diikuti, diantaranya sebagai runner-up WBL Season II 2017, juara tiga Engineering Basket Ball Cup yang diraihnya pada tahun 2016. Bahkan pada event yang sama Asri pernah memegang juara pertama Engineering Basket Ball Cup pada tahun 2015. Selain itu, Asri juga memenangkan EBC se-Aceh sebagai juara pertama dan diraihnya pada tahun 2015 dan sederet prestasi lainnya.

Sebagai gadis yang pernah mengikuti ajang MVP GIRL Honda DBL 2014 Aceh series dan mendapatkan juara pertama, ia merasa sangat bersyukur karena dapat mempersembahkan berbagai tropi dan penghargaan bagi orang tua dan keluarganya. Apalagi semenjak ayahnya dipanggil sang Ilahi, ibunyalah yang terus mendukung dan memberi semangat. Meskipun ibunya sibuk dengan tugasnya sebagai kepala sekolah, namun mampu membagi waktu untuk mendukung kesuksesan Asriah.

Awali Karir Sebagai Brand Ambassador

Asriah Ani Chaidesar mengawali karirnya sebagai Brand Ambassador tahun ini. Debut pertamanya di dunia branding ketika ia terpilih sebagai The Best Brand Ambassador dalam sebuah ajang kontes yang diselenggarakan oleh MarkPlus.Inc pada tanggal 27 April 2017 di Hotel Hermes Banda Aceh. Ia berhasil menyisihkan 7 kontestan lainnya dan menyabet predikat Brand Ambassador sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa di Kota Banda Aceh.

Sebagai pendatang baru, Asri tentu belum memiliki pengalaman yang banyak di dunia branding dan marketing. Namun karena ketekunannya untuk belajar ilmu marketing dikampusnya telah membuat rasa percaya diri Asri menjadi lebih baik. Kini ia tidak canggung lagi jika diajak bicara tentang  bisnis dan marketing. Asri dengan sangat mudah dapat menjelaskan konsep-konsep marketing yang berkembang saat ini. sebab kemampuan itulah, maka juri yang mengujinya saat kontes berlangsung menetapkan Asri sebagai pemenangnya.

Menjadi Brand Ambassador sebuah perusahaan tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Asri sangat paham bahwa memerlukan kerja keras, sabar dan memiliki keyakinan yang kuat merupakan prasyarat yang harus ada pada setiap orang yang ingin sukses membangun karirnya sebagai Brand Ambassador. Khusus sebagai duta merk (Brand ambassador=BA) PT Pegadaian, Asri mengatakan “kejujuran dan citra baik di mata konsumen adalah modal utama setiap BA.” Begitu kata gadis yang masih berstatus single ini.

Kedepan, ia sudah menyusun sebuah rencana untuk menjalani profesi barunya itu dengan gemilang, tidak mengecewakan pihak perusahaan yang telah mengontraknya tersebut. Ia berharap agar keluarga dan teman-temanya terus memberikan dukungan baik moril maupun materil. Ia optimis jika setiap pekerjaan dijalani dengan hati senang dan penuh cinta, kendala apapun akan mudah dihadapi.

Sekilas Tentang Brand Ambassador

Menurut Wikipedia Brand Ambassador atau istilah Indonesia Duta Merek adalah istilah pemasaran untuk seseorang atau grup yang dipekerjakan dengan dikontrak oleh sebuah organisasi atau perusahaan untuk mempromosikan suatu merek dalam bentuk produk atau jasa.

Duta Merek dimaksudkan untuk mewujudkan identitas perusahaan dalam penampilan, sikap, nilai-nilai dan etika. Elemen kunci dari duta merek terletak pada kemampuan mereka untuk menggunakan strategi promosi yang akan memperkuat pelanggan dan mempengaruhi masyarakat untuk membeli suatu produk lebih banyak lagi.

Biasanya, seorang duta merek dikenal sebagai pembicara positif yang menunjukkan hal-hal positif dari suatu merek yang ditunjuk sebagai agen internal atau eksternal untuk menciptakan kenaikan dalam penjualan suatu merek berupa produk atau jasa. Melalui duta mereknya perusahaan ingin agar brand-nya menjadi lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

Apa Kata Asriah Ani Chaidesar Tentang Brand Ambassador

Sebagai orang yang telah mempelajari ilmu marketing. Asri memahami benar bagaimana posisi BA dalam upaya meningkatkan citra baik sebuah perusaahan. Kata kunci yang selalu dipegangnya adalah berkata jujur tentang produk yang dipromosikan merupakan prinsip dasar agar konsumen atau masyarakat mau mempercayai dan menggunakan produk yang ditawarkan perusahaan. Sikap itu pulalah yang kini ia memiliki untuk membantu mengembangkan bisnis dan layanan PT Pegadaian Indonesia melalui kegiatan marketing.

Pada akhir tulisan ini, Asri berpesan agar masyarakat yang saat ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar PT Pegadaian Banda Aceh agar terus meningkatkan pembelian layanan dan penggunaan produk. Bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi bisa mengajak teman, keluarga dan masyarakat lainnya untuk menikmati semua layanan yang diberikan oleh PT Pegadaian di Indonesia pada umumnya.

Sebagai penutup. Ucapan selamat bertugas bagi Asriah Ani Chaidesar semoga kemampuan marketing-nya semakin mantap dan karirnya bisa cemerlang. Bravoooo Asriah Ani Chaidesar.

Branding (in) Indonesia: Update! Oleh: Herman Kartajaya

Pilkada DKI Jakarta benar-benar merupakan ajang ‘pertempuran’ political brand gaya baru. Ada berapa Hoax dan Fake News dihalalkan oleh tim pemenang pasangan calon? Ternyata “Tech is not only for Good”.

Dan, mereka yang terlibat di sini, disebut sebagai Cyber Army! Army memang untuk perang, karena itu boleh menghalalkan semua cara. Walaupun perang juga ada etiknya, tapi biasanya sangat mudah dilanggar dan sulit dibuktikan.

 WHY?

Curiosity in Marketing

Ini adalah judul buku saya ketujuh bersama profesor Philip Kotler, yang juga melibatkan Iwan Setiawan, COO MarkPlus, Inc. Sebagai co-author. Kalau Marketing 3.o mencapai 27 bahasa dalam waktu tujuh tahun, maka yang satu ini mencapai 12 bahasa dalam dua bulan terakhir. Inilah buku tentang From Traditional to Digital. Tapi diperuntukkan untuk Tech For Good!

Sebab, sebuah korporasi tidak boleh sekali kali meniru orang politik yang menggunakan Cyber Army.

Political Marketing dilakukan untuk mencapai tujuan jangka pendek, yaitu memenangkan sebuah Pilkada atau Pemilu.

Tapi korporasi harus mencapai tujuan jangka panjang, yang tidak boleh tercederai oleh tujuan jangka pendek. Karenanya, korporasi perlu punya seorang Content Creator yang harus bisa menimbulkan dampak positif jangka panjang.

Di konsep Marketing 4.o, Content Marketing diperlukan untuk meningkatkan Curiosity dari Appeal (A2) ke Ask (A3)

Peranannya sangat strategis karena Content Creation yang salah akan “menghambat” Customer Path menuju ke fase yang sangat strategis.

Ask ini sebenarnya jadi pembeda dari traditional marketing, di mana target audience hanya diminta menerima dan di-persuade untuk menyetujui pesan dari marketeer. Pada digital marketing, justru inilah tahapan yang penting Karena lanskapnya sudah jadi horizontal, inklusif, dan sosial. Bukan vertikal, eksklusif dan individual.

Tahapan “kritis” berikutnya ada pada Affinity yang akan mendorong costumer melakukan Advocacy. Ada empat situasi yang mungkin terjadi. Pertama, orang puas dan melakukan komplimen. Kedua, orang puas dan diam saja. Ketiga,  orang tidak puas dan komplain. Keempat, orang tidak puas dan tidak komplain.

Untuk situasi pertama, haruslah ada amplication supaya orang yang bersangkutan mau memberikan komplimen ke publik. Kalau dibiarkan organik, maka orang Indonesia cenderung diam. Rugikan kita?

Sedangkan orang yang tidak puas dan diam justru orang yang paling berbahaya, karena dia langsung pindah ke pesaing. Orang yang tidak puas kalau diberi akses untuk komplain ke marketeer dan ditangani dengan baik dan fair, maka akan makin memuji pemasarnya.

Di Marketing 4.0, kami percaya bahwa Advocacy (A5) adalah ultimate phase yang akan paling menentukan customer engagement.

What?

Anxiety and Desire in New Content Marketing

Content is the King! Bukan hanya frekuensi dan media yang digunakan. Inti dari Content Creation yang pas adalah pengetahuan marketeer terhadap anxiety and desire dari audiens yang di tuju.

Kenapa Film Warkop DKI Reborn, Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC), dan My Stupid Boss bisa sukses besar pada tahun 2016 di Indonesia? Dugaan kami adalah orang Indonesia memang suka “Laugh and Love”. Tidak terlalu mikirin ekonomi yang lagi sulit pada tahun lalu. Yang penting masih bisa ketawa-ketiwi dan baper.

Lantas kenapa Cek Toko Sebelah yang dimulai pada akhir tahun lalu jadi film paling sukses sampai sekarang pada tahun 2017 ini? Ternyata pluralisme yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika adalah desire orang Indonesia ketika ada gejala devided. 

Dan kenapa pula film Surga  Yang Tidak Dirindukan 2 cukup sukses dan banyak komunitas berhijab melakukan nonton bareng (nobar)? Mungkin saja, isu poligami adalah salah satu anxiety di audiens itu.

Sebaliknya, pada tahun 2017, ternyata ada banyak sosialita perempuan kita yang pergi ke Singapura hanya untuk nonton Fifty Shade Darker. Bisa jadi, perilaku seksual menyimpang itu jadi ‘secret desire’ dari audiens tersebut.

Jadi? Apa pun konten yang akan dibuat haruslah menjawab anxiety and desire audiens. Walaupun sangat sulit menemukan hal tersebut karena audiens biasanya tidak mau menampakkannya secara jelas. Bisa karena malu, jaga gengsi, tidak terbuka dan sebagainya.

Makanya, tugas seorang content creator adalah “unlocking the heart” Biasanya selau beyond the mind karena sering tidak masuk akal sehat. Aneh tapi nyata. Disney dulu hanya bermain dengan Mickey Mouse untuk audiens anak-anak. Sekarang, mereka bisa memainkan Star Wars Series untuk orang dewasa.

Sedangkan lagu Let It Go dari Princess Elsa di film Frozen sampai dibawakan penyanyi terkenal dalam 45 bahasa. Termasuk Anggun yang menyanyikan lagunya dalam Bahasa Indonesia. WOW!

HOW?

The Sixth Sense in Digital Platform. Percayalah bahwa digital marketing tidak akan mengganti traditional marketing. Tapi keduanya harus diintegrasikan.

Traditional marketing tetap merupakan dasar dari digital marketing, karena yang namanya digital marketing, ya marketing! Tapi,  digital marketing makin menjadi platform dari suatu proses terpadu digital dan traditional.

Kombinasi keduanya merupakan suatu kemutlakan, karena itu budget yang sama besarnya haruslah bisa dialokasikan secara tepat. Digital marketing, terutama mobile marketing bisa jadi sangat powerful karena bisa sangat bersifat H2H atau Human to Human.

Smartphone sudah menjadi bagian dari seorang manusia sendiri yang merupakan indera keenam “the sixth sense”. Sekarang semua orang bisa mengandalkan smartphone dengan berbagai aplikasinya untuk melakukan “sensing” pada lanskapnya. Dengan demikian responding bisa dilakukan secepat mungkin, walaupun belum tentu benar.

Situasinya jadi paradoks. Semua orang memerlukan “the sixth sense” ini supaya tidak kalah bersaing dengan orang lain. Perlu diperhatikan juga berbeda platform yang digunakan akan berbeda juga cara pendekatannya. Sebagai contoh penggunaan media sosial yang berbeda satu sama lain. Dan ketika semua orang menggunakannya, maka dengan mudah semua digital behaviour datanya terekam. Justru dengan melakukan Big Data Analysis itulah maka orang tersebut akan dengan mudah membaca anxiety and desire-nya.

Lantas apa kesimpulannya? Pertama; korporasi hanya boleh menggunakan Tech for Good! Kedua; content creation secara benar merupakan kunci kemenangan dalam marketing. Keiga; konten yang bisa menjawab Anxiety and Desire audiensnya sangatlah penting di samping frekuensi dan jenis media. Keempat; smartphone sudah merupakan “the sixth sense” bagi semua orang karena merupakan media yang sangat personal. Kelima; digital behaviour analysis bisa digunakan untuk mempertajam suatu upaya digital marketing.

 

Mengais Rupiah Menangkap Peluang Usaha

Praktek Bisnis Menjual Produk

Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia atau sering disebut LP3I adalah sebuah lembaga pendidikan vokasional yang cukup terkenal di Indonesia bahkan hingga ke negara Singapura dan Malaysia. Sebagai lembaga pendidikan yang setara perguruan tinggi, peran LP3I Banda Aceh dalam membantu pemerintah untuk mencetak lulusan yang berkualitas sangat nyata. Bagaimana tidak? Dengan konsep pendidikan yang berbasis pada skill (keahlian) dalam bidang komputer, administrasi perkantoran, perbankan, akuntansi dan sekretaris LP3I Banda Aceh telah berhasil menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan di dunia kerja maupun sebagai profesional.

Tidak hanya itu, LP3I Banda Aceh sejak tahun 2010 juga mengembangkan konsep pendidikan kewirausahaan (entrepreneur). Dengan membekali lulusannya dengan ilmu kewirausahaan, LP3I Banda Aceh mengharapkan alumninya bukan hanya siap bekerja tetapi juga siap berwirausaha.

Dalam usaha mencapai visi tersebut, LP3I membentuk sebuah wadah sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia usaha dan kewirausahaan secara khusus dan berkelanjutan. Wadah tersebut diberi nama Rumah Entrepreneur. Di rumah entrepreneur mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat kewirausahaannya akan digembleng oleh para mentor, trainer dan dosen bidang entrepreneur selama waktu tertentu. Bisa dikatakan rumah entrepreneur adalah Inkubator Bisnis-nya LP3I.

Meskipun LP3I lebih dikenal dengan tagline Cepat Kuliah Cepat Kerja dan faktanya memang 80% lulusannya sudah bekerja, namun LP3I juga mampu mencetak alumni untuk siap terjun ke dunia usaha. Melalui rumah entrepreneur, LP3I merancang berbagai strategi untuk menghasilkan pengusaha muda lulusannya. Dan saat ini sebanyak 10% dari lulusan yang ada sudah sukses menjadi pengusaha muda. Bisnis mereka ada yang bergerak dibidang jasa, perdagangan, bisnis kreatif (bikraf) bahkan bisnis portofolio saham.

Dalam tulisan kali ini, sebenarnya penulis ingin berbagi dengan Anda semua tentang cara LP3I menerapkan konsep pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswanya. Semoga dengan sharing ini Anda bisa memperoleh inspirasi dan manfaat. Hendaknya…

Sebagai lembaga pengembangan profesi. Dalam menjalankan metode pembelajarannya LP3I membekali peserta didiknya dengan 60% praktek dan 40% teori. Sistim perkuliahannya pun bukan hanya dalam kelas (in class) tetapi juga di luar kelas (out class). 

Salah satu metode pembelajaran entrepreneurship, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan bisnis baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Kegiatan di kampus diarahkan pada kegiatan-kegiatan praktek bisnis dan simulasi dalam skala terbatas. Misalnya praktek membuat produk/aplikasi, praktek marketing, bazar, dll. Sedangkan kegiatan praktek bisnis yang dilaksanakan di luar kampus diantaranya ada kegiatan kunjungan mahasiswa ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pasar-pasar tradisional dan praktek menjual produk secara langsung atau program yang diberi nama HAPPY SELLING.

Kegiatan menjual produk secara langsung ini dimaksudkan untuk melatih para peserta program entrepreneurship agar lebih mengenal secara langsung bagaimana strategi menjual dengan tepat. Kegiatan ini juga merupakan penerapan ilmu marketing dan selling skill (salesmanship). Dengan terjun langsung melakukan penjualan, mereka akan lebih memahami tentang konsumen, pelayanan penjualan, komunikasi pemasaran dan yang lebih penting adalah akan melahirkan sikap berani, ramah, sabar dan senang melayani orang lain. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh peserta kelas entrepreneurship dan ini hanya bisa diperoleh melalui tindakan, berbuat secara nyata bukan didalam kelas dengan sejumlah teori.

Berdasarkan pengalaman selama ini, kegiatan Happy Selling sangat positif dan bermanfaat bagi peserta kelas entrepreneur. Tanggapan serupa juga diberikan oleh masyarakat yang selama ini juga memperhatikan program ini. Apalagi antusias para peserta dalam melakukan kegiatan Happy Selling juga sangat tinggi. Mereka sangat bersemangat dalam menawarkan dan menjual produk mereka kepada calon konsumen yang menjadi target market. Hasil akhir yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya mentalitas wirausaha dari para mahasiswa. Lebih jauh lagi, semoga mereka bisa jeli melihat peluang usaha dan berani mengambil peluang tersebut untuk merintis sebuah usaha.

Kini LP3I Banda Aceh bukan hanya berhasil mencetak lulusan yang berkualitas, memiliki kompetensi dan siap untuk bekerja namun juga sukses mendidik dan menciptakan lulusan yang siap berwirausaha dan mandiri sejak muda.

Dengan memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi mahasiswa yang mau berwirausaha sejak kuliah, LP3I Banda Aceh telah memberikan nilai tambah (value added) dalam layanan pendidikannya.

Melalui rumah entrepreneur sebagai inkubator bisnis, program kewirausahaan dapat dijalankan lebih intensif dan fokus pada pencapaian sasaran yang diinginkan. Di rumah entrepreneur ini juga para peserta (tenant) diberikan pinjaman modal usaha untuk menunjang pelaksanaan ide bisnis mereka. Meskipun jumlah pinjaman yang diberikan masih tergolong kecil tetapi jika benar-benar dimanfaatkan, maka modal kerja awal tersebut akan menjadi pendorong semangat bagi tenant dalam meniti tangga kesuksesan bisnisnya menuju masa depan.

Sebelum penulis mengakhiri sharing ini. Beberapa hal barangkali bisa menjadi perhatian dan pertimbangan. Diantaranya, dalam menempuh pendidikan dan melaksanakan program kewirausahaan, peserta bukan hanya membutuhkan teori saja akan tetapi perlu juga untuk menguji teori tersebut dengan melakukan praktek secara langsung. Kita harus memberikan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkreasi dan berinovasi. InshaAllah mereka akan berhasil.

Dengan berani menjual berarti usaha mengais rupiah dan menangkap peluang usaha mulai dihitung.

 

Indahnya Berkenalan

Assalamu’alaikum SahabatPreneur sekalian. Doa saya semoga Anda semua masih dalam kondisi sehat dan tetap semangat ya…! Aminnn…

Baiklah SahabatPreneur yang saya cintai dan dikasihi oleh Allah SWT, pada hari ini saya ingin berbagi sedikit nih tentang bagaimana cara BERKENALAN dengan orang lain dengan teknik sederhan namun dapat memberikan kesan yang mendalam bagi orang yang baru melihat atau mengenal kita.

SahabatPreneur yang baik hati dan banyak rizkinya. Kita sepakat bahwa mengenal orang lain dengan baik sangatlah penting. Setujukan? Setuju sajalah… Hehe. Kenapa penting?  Ya tentu Anda sudah tahu jawabannya. Nah, bagitu pula halnya, orang lain pun ingin mengenal kita dengan baik juga. Oleh sebab itu, maka saling memperkenalkan diri dalam interaksi sosial adalah hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang, apalagi dalam sebuah hubungan bisnis. Bahkan sebaliknya, orang yang sulit memperkenalkan dirinya kepada orang lain dianggap memiliki kepribadian tertutup, mungkin juga dianggap orang aneh ya. Hehe.

Kalau bagitu langsung saja saya jelaskan bagaimana tips berkenalan yang memberi kesan dengan waktu yang singkat.

Pertama; Anda harus memiliki niat yang baik untuk berkenalan dengan orang lain. Niat baik itu adalah Anda ikhlas untuk mengenal orang lain bukan untuk maksud lain yang tersembunyi. Denga kata lain tidak ada udang di balik peyek.

Kedua; Hendaklah memahami etika berkenalan. Misalnya: mengucap salam atau say hallo terlebih dahulu.

Ketiga; Ambillah posisi yang nyaman baik bagi diri Anda maupun teman baru Anda. Jangan lupa selalu dibarengi dengan senyum manisnya. Hehe

Keempat; Sediakan selalu kartu nama dan berikan sebelum Anda memperkenalkan diri lebih jauh.

Kelima; Berkenalanlah dengan model naratif. Anda bercerita secara singkat tentang siapa diri Anda. Misalnya Anda sebut nama, Anda memiliki pendidikan apa dan memiliki keahlian apa, lalu jika punya pengalam dibidang apa saja dan berapa lama Anda pernah melakukannya. De el el deh… Hehe

Sekian tipsnya ya. Ntar kita sambung lagi besok… Okeeyyyyy

Mengapa Komunikasi Dalam Bisnis Sangat Penting?

Bisnis tetaplah bisnis, baik dilkukan secara offline maupun online. Sebelum Anda terjun menggeluti dunia bisnis, Anda perlu membuat persiapan yang matang. Tidak perlu harus mapan tetapi Anda cukup memiliki kesiapan mental, emosional dan spritual. Selain itu, memiliki ilmu bisnis yang memadai serta mempunyai keahlian terkait bisnis yang digeluti adalah prasyarat penting sebagai modal awal untuk menjalankan usaha. Salah satu skill yang harus Anda kuasai adalah keahlian berkomunikasi. Secara alamiah, 80% aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia adalah berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Seperti kita telah ketahui bahwa setiap kita bisa dan mampu berbicara. Namun yang perlu diingat adalah komunikasi itu bukan hanya sekedar berbicara. Dengan kata lain, tidak semua yang berbicara adalah disebut berkomunikasi. Mengapa demikian? Ya…! Anda benar. Komunikasi adalah interaksi dua arah atau lebih dalam menyampaikan suatu pesan sehingga pihak penerima pesan mengerti dan memahami maksud si penyampai pesan. Komunikasi haruslah terjadi dua arah atau timbal balik. Lebih lanjut, komunikasi bukan hanya aktivitas penyampaian pesan tertentu tetapi menghasilkan suatu pengertian dan pemahaman.

Untuk mencapai keberhasilan suatu proses komunikasi atau apa yang disebut dengan komunikasi efektif, maka Anda perlu memperhatikan beberapa teknik komunikasi dengan memanfaatkan gerak gerik tubuh, bahasa, simbol tertentu (media), suara, dan  Lain sebagainya.

Begitu juga halnya dalam bisnis, selain menghasilkan produk, melakukan penjualan adalah kegiatan yang sangat penting dilakukan karena gagal menjual berarti kehilangan pendapatan. Nah, dalam ilmu marketing diajarkan, berkomunikasi dengan pelanggan secara baik dan efektif adalah awal membangun kedekatan dan keakraban. Kata pakar bahwa tidak ada kedekatan berarti tidak ada penjualan.

Konsultasi bisnis gratis Klik di sini atau di telegram saya untuk  informasi workshop, pelatihan dan seminar bisnis, marketing, kewirausahaan.