Lezatnya Roti Sele Samahani Aceh

Jangan pernah mengatakan sudah menjelajahi Aceh jika Anda belum menginjakkan kaki di sebuah kota kecil yang tidak jauh dari Kota Banda Aceh dan mencicipi jajanan khas penuh sensasi.

Ya! Tepatnya pasar Kecamatan Kuta Malaka  Kabupaten Aceh Besar yang terletak dilintas jalan Banda Aceh-Medan KM 18 Samahani. Jajanan khas berupa roti tawar yang diberikan selai (baca: sele) didalamnya dengan cita rasa manis dan beraroma gandum.

Roti sele secara umum memang tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh. Makanan ini sudah dikenal oleh semua orang. Biasanya roti sele sering dijual si warung-warung kopi sebagai cemilan pendamping minuman kopi, beberapa orang menjadikannya sebagai jajanan hari-hari.

Menikmati roti sele sambil meneguk kopi Aceh memberikan pengalaman rasa tersendiri, apalagi jika dikonsumsi pada sore hari. Maka tidak heran jika hampir semua warung kopi yang ada di Banda Aceh selalu menyediakan roti sele bagi pelanggan mereka.

Roti sele Samahani pada awalnya adalah jajanan warung kopi lokal yang hanya dinikmati oleh masyarakat setempat saja. Penjualannya pun terbatas di Samahani dan saat itu masyarakat didaerah lain belum tahu tentang roti sele Samahani tersebut.

Menurut cerita dari salah seorang penjual roti sele Samahani yang kini eksis di bisnis ini mengatakan bahwa jajanan roti sele yang ia jual merupakan resep turun temurun dan hasil kreasi masyarakat setempat. Ia tidak menyangka jika produk roti sele ini bisa seterkenal sekarang ini.

Memang setiap daerah di Aceh memiliki cerita masing-masing soal roti sele. Tetapi roti sele yang satu ini memang beda, fenomenal dan penuh sensasi rasa. Di Pidie juga banyak penghasil roti namun roti sele Samahani sangat khas.

Kalau dilihat dari bahan roti yang digunakan, tidak ada bedanya dengan roti daerah lain. Teksturnya pun bisa dikatakan sama. Tetapi ada satu yang tidak terdapat pada roti dari daerah lain, yaitu sele dan cita rasanya yang unik.

Tampak seorang pekerja bagian pelayanan penjualan sedang mengolesi sele pada roti yang telah dibelah menggunakan sendok khusus. (foto: koleksi pribadi)
Tampak seorang pekerja bagian pelayanan penjualan sedang mengolesi sele pada roti yang telah dibelah menggunakan sendok khusus. (foto: koleksi pribadi)

Untuk menghasilkan sele yang lezat dan memiliki cita rasa khas, proses pembuatannya dilakukan dengan menggunakan beberapa bahan, seperti telur ayam, gula pasir dll.

Kebanyakan bahan adonan sele roti Samahani menggunakan telur ayam ras, padahal jika memakai telur ayam kampung atau telur bebek, cita rasa sele yang dihasilkan lebih lezat lagi. Namun harga produksi sedikit lebih mahal karena harga jual telur ayam kampung lebih tinggi daripada telur ayam ras.

Menurut penjual roti sele Samahani yamg yang sudah lama menggeluti usaha ini. Sejak ia meneruskan bisnis tersebut dari orang tuanya. Dibandingkan dulu, saat ini roti sele Samahani sudah terkenal luas. Bahkan sampai ke Malaysia.

Penyanyi rock legendaris Indonesia Ahmad Albar pun pernah singgah di warungnya dan menikmati lezatnya roti sele Samahani. Kini jajanan tersebut bukan lagi hanya sekedar pelengkap minum kopi saja tetapi telah menjadi oleh-oleh yang selalu dibawa pulang oleh setiap masyarakat yang bepergian ke Banda Aceh atau berangkat ke Medan.

Saat pertama kali terjun ke usaha jualan roti sele Samahani, setiap harinya hanya dapat terjual tidak lebih dari 100 unit roti dengan harga jual Rp3.000-Rp3.500. Dan para penjual pun tidak banyak, hanya beberapa orang saja.

Meskipun sekarang ini juga para penjual tidak terlalu ramai, di pasar Samahani sendiri hanya berkisar lima penjual. Namun harga jual roti per buah telah meningkat menjadi Rp7.000-Rp7.500 per unit. Menurut pendapat beberapa konsumen harga jual tersebut tidak mahal atau wajar.

Dengan besaran harga sebesar itu, penjualan roti setiap harinya mencapai 600-700 buah per hari. Rata-rata pembelinya adalah warga Aceh yang melintasi jalan Banda Aceh -Medan. Bahkan penjualan roti selama lebaran meningkat hingga 200 persen.

Kelebihan lain dari sele roti Samahani adalah daya tahannya bisa sampai tiga hari. Apalagi kalau disimpan ditempat sejuk bisa lebih awet dan tidak basi ataupun terjadi perubahan rasa. Dengan dibungkus menggunakan kertas khusus membuat kualitas roti sele Samahani ini tetap terjaga.

Roti sele Samahani telah dibungkus dengan kertas pembungkus khusus. (koleksi pribadi)
Roti sele Samahani telah dibungkus dengan kertas pembungkus khusus. (koleksi pribadi)

Hmmm…. Nyummmi, itulah sedikit ulasan tentang jajan khas dari Samahani Aceh Besar semoga semakin menambah wawasan kita terhadap kuliner nusantara. Tentunya jika Anda berkunjung ke Aceh jangan lupa singgah di outlet penjualan roti sele Samahani.

Salam.[]

Penulis telah tayangkan tulisan ini juga di https://www.kompasiana.com/cangkoiburong/5b33a477dd0fa83cdd7c7ee2/satu-lagi-lezatnya-roti-selai-samahani-sangat-digemari-warga-aceh

Tingginya Kredit Macet di Aceh, Pertanda Perekonomian Memburuk?

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, kredit macet di Aceh pada triwulan pertama 2018 mencapai Rp 688 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor perdagangan mendominasi dengan nilai kredit macet Rp 319 miliar. Kemudian diikuti sektor konstruksi Rp 111 miliar dan jasa-jasa Rp 55 miliar. (Serambi Indonesia, 22 April 2018).

Menurut Pemimpin kantor perwakilan Bank Indonesia Banda Aceh Zainal Arifin Lubis, jumlah kredit macet di Aceh termasuk tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir trennya mulai menurun. Sebagai perbandingan, tahun 2014 kredit macet di Aceh mencapai Rp 1,1 triliun. Tapi, pada 2015 turun menjadi Rp 990 miliar, lalu 2016 menjadi Rp 789 miliar, dan 2017 sebesar Rp 634 miliar. Sementara untuk tahun 2017 sampai triwulan pertama, kredit macet mencapai Rp 688 miliar.

Bila kita amati dari data yang dikeluarkan oleh BI di atas, ternyata sektor perdagangan memberikan kontribusi terbesar jumlah kredit macet di Aceh periode triwulan pertama tahun 2018. Hal ini menimbulkan tanda tanya ada masalah apa dengan sektor perdagangan di Aceh. Di sisi lain sebetulnya yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Aceh adalah sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, kontribusi sektor Pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto Aceh di atas 27 persen. Nah, apakah perbankan selama ini keliru memilih sektor andalan dalam menyalurkan kredit?

Dari hasil penelusuran berbagai sumber informasi memang ditemukan sejumlah pedagang di Kota Banda Aceh mengeluh karena omsetnya menurun dan sepi pembeli. Bahkan keluhan mereka mewakili aspirasi para pedagang lainnya di Pasar Atjeh. Sejumlah pedagang tas, sepatu, dan pakaian muslim di Pasar Atjeh juga menyampaikan bahwa akhir-akhir ini sangat sepi pembeli. Meskipun begitu, kita juga perlu berhati-hati untuk menyimpulkan bahwa sudah pasti daya beli masyarakat yang menjadi faktor utama lesunya sektor perdagangan di Aceh, apalagi di era digital ini di mana masyarakat cenderung lebih senang membeli secara online.

Penyebab Kredit Macet

Pada umunya kredit usaha di Aceh lebih banyak dinikmati oleh pelaku UMKM berbagai sektor, mulai dari sektor perdagangan sampai sektor pertanian, namun jika kita melihat data yang rilis oleh Bank Indonesia Aceh, sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan mendapatkan kucuran kredit yang lebih besar mencapai 52,9 persen, dan sektor yang paling sedikit adalah sektor pertanian/perikanan hanya 8,4 persen. Alasan pihak bank lebih mengutamakan sektor perdagangan karena dari sisi risikonya yang rendah, mudah dikontrol dan memiliki cash flow yang relatif cepat.

Menurut laporan BI Aceh (2016) berdasarkan klasifikasi usaha sebagian besar kredit UMKM disalurkan pada usaha menengah mencapai 45,5 persen dan selebihnya kepada usaha kecil yaitu 29,6 persen dan usaha mikro sebesar 25,0 persen, sementara jenis kredit yang diberikan adalah kredit modal kerja (KMK). Sedangkan bank penyalur didominasi oleh bank persero milik pemerintah.

Bila kita mengacu pada berbagai hasil penelitian empiris terkait dengan kredit usaha secara umum yang dilakukan oleh para akademisi dan praktisi ditemukan bahwa kredit macet atau  non performing loan (NPL) disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, itikad baik debitur untuk membayar (karakter) dan lain sebagainya. Dengan kata lain bahwa kredit macet tersebut ada hubungannya dengan variabel makro ekonomi dan moneter.

Menurut Hamdani (2016) dalam penelitiannya menemukan bahwa dalam jangka pendek, variabel produk domestik regional bruto mempengaruhi dan memiliki hubungan satu arah dengan kredit UMKM sedangkan variabel suku bunga memiliki hubungan sebab akibat dengan kredit UMKM, begitu juga halnya variabel NPL memiliki hubungan satu arah dengan kredit UMKM di Aceh.

Sementara Zainal Arifin Lubis (acehbisnis.co, 21 April 2018) mengatakan beberapa faktor penyebab tingginya kredit macet di Aceh; pertama, aspek bisnis yaitu bila bisnis tidak berkembang dan kurangnya pasar terhadap produk yang dihasilkan, serta operasional kegiatan juga kurang menguntungkan, sehingga pengembalian pinjaman menjadi lemah. Kedua, aspek karakter, yaitu pengembalian uang ke bank menunggak. Peminjam mengangap uang itu uang rakyat, sehingga mereka enggan mengembalikan uang tersebut. Namun alasan debitur mengganggap uang tersebut adalah uang rakyat sangat kecil kemungkinan, karena saat debitur mengajukan pinjaman oleh petugas bank pasti sudah menyampaikan seluruh informasi yang perlu diketahui oleh calon peminjam dan lagi pula debitur pun dengan suka rela menyerahkan jaminan tambahan sebagai agunan atas asset yang mereka miliki. Maka, yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana proses pemberian kredit oleh petugas bank tersebut. Patut diduga bahwa proses yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Sehingga potensi kredit macet memang sudah diketahui sejak awal namun diabaikan atau tidak mampu di maintenance oleh bank.

Perekonomian Aceh

Kepala BPS Aceh Wahyudin mengatakan Perekonomian Aceh Triwulan IV-2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,77 triliun atau sebesar US$2,79 milyar. Sementara PDRB tanpa migas adalah sebesar Rp36,72 triliun atau sebesar US$2,71 milyar. Ekonomi Aceh dengan migas secara kumulatif (c to c) hingga triwulan IV-2017 tumbuh sebesar 4,19 persen, pertumbuhan c to c tanpa migas adalah sebesar 4,14 persen. Bila dibandingkan triwulan lV-2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 3,58 persen. Rendahnya pertumbuhan ekonomi Aceh bahkan di bawah rata-rata nasional bisa menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kredit macet.

Dalam rapat terbatas bidang perekonomian Presiden RI memberikan perhatian dan arahan khusus kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk mengelola serta memanfaatkan seluruh potensi unggulan untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi di Aceh, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh, fokus mengembangkan sektor unggulan, misalnya industri pertanian hingga penghiliran industri.

Dari berbagai data dan informasi yang telah diuraikan diatas, menurut saya penyebab utama tingginya kredit macet di Aceh sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Aceh yang mengalami penurunan. sehingga menyebabkan proses bisnis yang dilakukan oleh debitur mengalami hambatan, hal ini terlihat pada penurunan omset penjualan para pedagang di pasar-pasar di Aceh. Rendahnya daya beli masyarakat juga menjadi persoalan tersendiri dalam perekonomian Aceh. (ham)*

Baca juga di kompasiana.com

Menyusun Laporan Hasil Riset | Metode Riset Bisnis

Kriteria Laporan Riset

Langkah terakhir dalam proses riset adalah membuat laporan riset yang akan disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Fromat laporan riset sering kali berbeda-beda sesuai kondisi pihak-pihak yang membutuhkan. Namun, pada dasarnya laporan riset memiliki tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian utama dan bagian akhir. Laporan riset harus memenuhi beberapa kriteria antara lain:

  1. Laporan harus sistematis. Maksudnya laporan harus runtut mulai akar masalah hingga kesimpulan yang akhirnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun rekomendasi.
  2. Laporan harus efesien. Artinya, yang dicantumkan dalam laporan riset adalah hal-hal yang memang dipandang perlu oleh pihak-pihak yang membutuhkan sehingga mereka tidak jenih saat membaca isi laporan riset.
  3. Laporan harus menggunakan kaidah bahasa yang baku. Laporan disusun harus menggunakan bahasa yang baku sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Jika ada bahasa asing yang sulit diartikan, hendaknya ditulis miring sebagai penarik perhatian bagi pembaca untuk menafsirkannya sendiri.
  4. Laporan harus rapi. Penyusunan laporan riset dibuat serapi mungkin, baik menyangkut teknik pengetikan maupun tata letak gambar, tabel dan kelengkapan laporan riset yang lain.
  5. Laporan dapat mendorong minat orang untuk membaca isinya. Pemilihan kata yang tepat, gambar, warna dan desain laporan hendaknya dapat menarik minat pembaca, terutama pada bagian sampul.

Bagian-Bagian Laporan Riset

Berikut beberapa pedoman penulisan sebuah laporan riset. Namun, pedoman ini tidak berlaku mutlak karena laporan riset juga sangat tergantung pada sponsor yang membiayai riset, lembaga yang akan memakai atau selera peneliti itu sendiri.

Bagian Awal Laporan

Bagian awal laporan terdiri dari atas:

  • Sampul. Halaman sampul sebaiknya terdiri atas dua bagian, yaitu halaman sampul luar (depan) dari karton (hard cover) dan sampul dalam dari kertas putih biasa. Sampul sebaiknya didesain dengan baik sehingga menarik minat pembaca dan dapat mencerminkan isinya yang terkandung didalamnya.
  • Ringkasan. Ringkasan (summary) berisi masalah riset, tujuan riset, hasil-hasil riset yang menonjol dan masalah esensial lainnya yang terkait dengan riset yang dinyatakan dengan bahasa yang padat dan jelas.
  • Halaman prakata. Prakata memuat uraian singkat proses penulisan laporan, ucapan terima kasih dan tanpa uraian yang bersifat ilmiah.
  • Halaman daftar isi. Halaman ini berisi petunjuk letak bagian-bagian yang ada dalam laporan riset yang ditunjukkan oleh nomor halaman sehingga pembaca akan mudah mencari dengan cepat bagian-bagian yang diperlukan. Daftar isi memuat daftar tabel, daftar gambar, judul bab dan subbab, daftar pustaka dan lampiran. Keterangan yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi. Judul bab diketik menggunakan huruf kapital, sedangkan judul subbab diketik dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama tiap kata diketik dengan huruf besar.
  • Halaman daftar tabel. Laporan riset sering kali memuat beberapa tabel yang digunakan untuk menjelaskan sebuah pembahasan. Untuk mempermudah pembaca dalam mencari tabel-tabel yang diperlukan, maka perlu dibuat daftar tabel. Jika hanya terdapat satu tabel, daftar tabel tidak diperlukan. Beberapa pedoman dalam penulisan daftar tabel adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar tabel diketik pada halaman baru
  2. Judul daftar tabel diketik dengan menggunakan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah bagian kertas
  3. Daftar tabel memuat semua tabel yang disajikan dalam teks dan lampiran. Nomor tabel ditulis dengan angka yang diurutkan dari bab awal hingga akhir.
  4. Judul tabel dalam halaman daftar tabel harus sama dengan judul tabel dalam teks.
  • Halaman daftar gambar. Gambar sering kali lebih efesien untuk menjelaskan alur logika, keadaan sebuah objek dan langkah-langkah sebuah kegiatan. Dengan demikian, peneliti sering kali menampilkan gambar dalam sebuah laporan riset sehingga perlu dibuat daftar gambar. Beberapa pedoman dalam menyusun daftar gambar adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar gambar diketik pada halaman baru
  2. Halaman daftar gambar memuat daftar gambar, nomor gambar, judul gambar dan nomor halaman.
  3. Cara pengetikan daftar gambar sama seperti daftar tabel.
  • Halaman daftar singkatan (jika ada)
  • Halaman daftar simbol (jika ada)
  • Halaman daftar lampiran. Agar laporan riset sistematis, rapi, pada dan jelas, tidak semua data dimasukkan ke dalam bagian utama laporan riset. Hal-hal yang menunjukkan data pendukung dan proses analisis data cukup ditampilkan di bagian lampiran. Jika lampiran lebih dari satu, maka perlu dibuat daftar lampiran. Beberapa pedoman dalam menyusun daftar lampiran adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar lampiran diketik pada halaman baru
  2. Judul daftar lampiran diketik di tengah atas halaman dengan huruf kapital
  3. Halaman daftar lampiran memuat nomor, teks judul lampiran, dan nomor halaman. Judul daftar lampiran harus sama dengan judul dalam teks.

Isi Bagian Utama Laporan

Bagian utama laporan riset terdiri dari atas beberapa bab. Jumlah bab tidak dibakukan, melainkan disesuaikan dengan ruang lingkup riset peneliti. Bagian utama utama umumnya terdiri atas pendahuluan, tinjuan pustaka, metode riset, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bab pertama laporan yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan mengenai apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa riset dilakukan. Bab pendahuluan memuat antara lain; latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup riset, tujuan dan manfaat riset. Akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Latar belakang riset: bagian ini berisi fakta-fakta yang relevan sehingga dapat memberikan alasan mengapa riset ini penting dan menarik untuk dilakukan. Latar belakang ini merupakan titik awal yang mendorong dilakukannya riset sehingga harus dapat meyakinkan bahwa riset ini benar-benar perlu dilakukan.
  2. Perumusan masalah: Perumusan masalah pada dasarnya merupakan penyederhanaan permasalahan yang telah dituangkan dalam latar belakang riset agar lebih mudah dipahami. Perumusan masalah tidak selalu berupa kalimat tanya. Hanya saja, penggunaan kalimat tanya akan lebih menunjukkan permasalahn yang akan dipecahkan.
  3. Tujuan riset: Tujuan riset mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam riset. Isi dan rumusan tujuan riset mengacu pada isi dan rumusan masalah riset. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Tujuan riset dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Dengan demikian, antara latar belakang riset, rumusan masalah dan tujuan riset harus sesuai.
  4. Manfaat riset: Bagian ini berisi manfaat yang akan diperoleh apabila riset dilakukan. Bagian ini akan menyebutkan pihak-pihak yang akan memperoleh manfaat beserta bentuknya. Manfaat riset juga memperkuat alasan riset harus dilakukan.
  5. Ruang lingkup dan keterbatasan riset: ruang lingkup dan keterbatasan riset berisi cakupan dan batasan-batasan dalam riset agar menjadi lebih terarah. Yang dikemukakan dalam ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi dan subjek riset, dan waktu pengambilan data. Keterbatasan riset dipaparkan agar pembaca dapat menyikapi temuan riset sesuai kondisi yang ada. Keterbatasan perlu dituangkan dalam laporan riset karena adanya suatu keadaan yang tidak dapat dihindari dalam riset. Beberapa hal yang menyebabkan keterbatasan riset adalah alasan-alasan prosedural, teknik riset, ataupun faktor logistik, kendala yang bersumber dari adat, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan.

Selain hal-hal di atas, bab pendahuluan juga dapat memuat kerangka pemikiran atau hipotesis walaupun hal ini tidak selalu wajib. Kerangka pemikiran dan hipotesis merupakan ringkasan bab tinjauan pustaka yang berisi uraian hasil-hasil riset yang mendukung atau menolak teori di sekitar permasalahan riset, Juga, diuraikan kesenjangan antara hasil riset terdahulu sehingga kesenjangan tersebut perlu diteliti kembali. Uraian kerangka pemikiran biasanya mengarah pada uraian hipotesis.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka atau kadang disebut telaah pustaka digunakan untuk mempertajam masalah, mencari pendekatan-pendekatan yang telah dilakukan peneliti sebelumnya untuk menghindari pengulangan-pengulangan yang tidak perlu dan mengatasi kekurangan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Penulisan tinjauan pustaka dimulai dari hal-hal yang bersifat umum terlebih dahulu kemudian mengarah kepada hal-hal yang spesifik. Metode penulisan semacam ini diharapkan dapat mengarahkan pembaca dari belum paham menjadi sangat paham terhadap objek yang diteliti.

Bab tinjuan pustaka membahas teori yang mendasar, objek yang diteliti, dan beberapa hasil riset terdahulu yang relevan dengan masalah riset. Tinjauan pustaka harus dapat menjelaskan variabel-variabel yang diteliti dan keterkaitan antar variabel tersebut.

Posisi tinjauan pustaka ditempatkan sesudah sajian perumusan masalah, tujuan dan kegunaan riset, agar bahan-bahan kepustakaan yang disajikan dalam tinjauan pustak terpandu secara terarah. Bab tinjauan pustaka selain mengulas tinjauan teoritis, juga mengulas riset empiris, maka kerangka pemikiran dan hipotesis dapat disusun.

Metode Riset

Pokok-pokok bahasan yang terkandung dalam metode riset mencakup lokasi riset, metode riset, jenis dan cara memperoleh data, ukuran sampel dan teknik analisis data. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagian ini juga mencantumkan definisi konsep dan definisi operasional riset.

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan merupakan inti laporan riset. Ada yang menggabungkan hasil dan pembahasan dalam satu bab, namun ada juga yang memisahkannya. Beberapa hal yang perlu dituangkan dalam bab ini adalah sebagai berikut:

  • Kondisi obyek/karakteristik responden: bagian awal hasil riset berisi kondisi obyek riset atau gambaran umum responden beserta karakteristiknya.
  • Hasil riset: berisi temuan-temuan berdasarkan analisis data. Bagian ini juga mengemukakan uraian bahasan dari peneliti bersangkutan, yang dapat diperkuat, berlawanan atau sesuai dengan hasil riset orang lain. Alasan tersebut dapat berupa penjelasan baik kualitatif, kuantitatif ataupun secara statistik.

Kesimpulan dan Rekomendasi

kesimpulan dan rekiomendasi sebaiknya disajikan secara terpisah agar lebih mudah dipahami. Dengan kata lain, rekomendasi adalah implikasi riset. Beberapa hal perlu diperhatian adalah sebagai berikut:

  • Kesimpulan harus dinyatakan dalam kalimat singkat, padat dan jelas berdasarkan hasil pembahasan. Kesimpulan merupakan jawaban atas perumusan masalah dan tujuan riset yang telah dirumuskan di muka. Kesimpulan dapat merupakan pembuktian singkat akan kebenaran atau penolakan hipotesis (jika ada)
  • Saran disusun berdasarkan kesimpulan. Saran dapat berupa tindakan-tindakan praktis yang harus dilaksanakan dalam pemecahan masalah, berupa riset lanjutan yang perlu dilakukan untuk penyempurnaan, pengembangan teori atau antisipasi masalah yang ditemui oleh peneliti.

Bagian Akhir

Bagian akhir riset berisi hal-hal yang perlu dicantumkan  yang mendukung atau terkait erat dengan bagian inti. Bagian akhri ini biasanya terdiri dari daftar pustaka/rujukan, daftar lampiran, dan riwayat hidup peneliti.

Sumber/referensi : Suliyanto. Metode Riset Bisnis.  2005:221. Andi: Yogyakarta

Dasar-Dasar Riset Bisnis | Penelitian Bisnis

Pengertian Riset

Download Materi  DISINI 

Riset atau penelitian tidak hanya dilakukan pada bidang-bidang ilmu past sepeti Biologi, Fisika, Kimia, tetapi juga pada bidang-bidang ilmu sosial seperti hukum, ekonomi dan politik.

Sebahagian orang saat ini masih membayangkan bahwa riset itu hanya dilakukan dalam sebuah laboratorium dengan dilengkapi sejumlah alat dan melalui proses-proses yang sulit dan rumit. Seakan-akan riset itu hanyalah kegiatan para analis semata untuk melakukan serangkaian eksperimen. Meskipun pendapat tersebut di atas tidak salah atau ada benarnya, namun itu hanyalah pandangan riset dalam artian sempit. Secara lebih luas, riset itu memiliki jangkauan dan bidang kelimuan yang tidak hanya terbatas pada kegiatan ujicoba di laboratorium semata namun termasuk seluruh kegiatan manusia dalam kehidupan sosial juga bisa dijadikan sebagai lapangan kegiatan riset.

Menurut Cooper dan Emoy (1995) dalam Suliyanto (2005) riset merupakan suatu kegiatan sistematik yang bertujuan menyediakan informasi untuk memecahkan permasalahan. Sedang menurut Sekaran (1992) riset adalah suatu usaha yang sistematik dan terorganisasi untuk meneliti suatu masalah spesifik yang memerlukan jawaban. Dari definisi riset yang diberikan oleh para ahli sebagaimana tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bidang riset dapat dilakukan pada bidang apa saja, tidak terbatas hanya pada ilmu eksak namun juga non-eksak seperti ilmu sosial. Yang menjadi kunci perlunya dilakukan suatu riset adalah untuk memecahkan masalah, hal ini berarti bahwa riset dilakukan ketika ada suatu masalah dan bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut.

Namun riset harus dilakukan dan didasarkan pada akal sehat dan proses yang jelas sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tidak hanya berdasarkan kebetulan belaka. Sehingga riset itu tidak dapat dipisahkan dengan tindakan ilmiah. Maksudnya adalah proses yang dilakukan haruslah sesuai dan benar menurut kaidah-kaidah ilmiah atau sering disebut sesuai dengan metode ilmiah.

Dengan kemajuan dan perkembangan dunia dewasa ini, riset bukan hanya dilakukan dalam kapasitas pengembangan keilmuan dan literasi semata, namun juga telah menjadi bagian dari kegiatan penting dalam aktivitas ekonomi dan manajemen perusahaan seperti riset pemasaran, riset SDM dan sebagainya.

aktivitas pemasaran merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam bisnis bahkan merupakan aktivitas pokok dan strategis segenap perusahaan, karena pemasaran menjadi ujung tombak bagi perusahaan untuk menjual produk dan jasa yang dihasilkan. Dengan strategi pemasaran yang baik dan efektif serta sesuai dengan target pasar yang dituju sangat membantu memperlancar dalam menjual produk-produknya.

Perpaduan antara riset yang berbasis keilmuan dan ilmiah dengan bisnis, maka telah memungkinkan bagi perusahaan untuk memperoleh informasi yang tepat dalam menentukan kebijakan bisnisnya dalam jangka panjang. Manajemen telah dapat melihat secara pasti terhadap perubahan lingkungan bisnisnya. Dengan demikian para manejer dapat menysuaikan diri dengan perubahan tersebut dan menggunakan kekuatan internal yang dimilikinya untuk mengambil peluang eksternal dalam rangka mengembangkan bisnis perusahaan menuju pertumbuhan.

Manajemen senantiasa harus mengkaji program pemasaran mereka dan memangkas bagian-bagian yang tidak efesien serta tidak mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat terutama konsumennya. Dalam iklim ekonomi apapun, pertimbangan-pertimbangan pemasaran tetap merupakan faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan di sebuah perusahaan. Itulah gunanya melakukan riset bisnis agar perusahaan memperoleh informasi untuk membuat keputusan.

Riset Bisnis

Menurut Suliyanto (2005) dalam bukunya Metode Riset Bisnis riset bisnis diartikan sebagai usaha yang bertujuan memperoleh informasi guna memecahkan masalah bisnis atau mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan bisnis menggunakan metode ilmiah. adapun ciri-ciri metode ilmiah menurut Davis dan Cosenza  (1993: 37) yaitu;

  • Metode ilmiah bersifat kritis dan analitis. Karakteristik ini mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan metode untuk mendapatkan solusinya.
  • Metode ilmiah adalah logis. Logis merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah. Kesimpulan secara rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada.
  • Metode ilmiah bersifat objektif. Objektivitas mengandung makna bahwa hasil yang diperoleh ilmuan yang lainakan sama apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama. Dengan kata lain, hasil penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Metode ilmiah bersifat konseptual dan teoritis. Ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
  • Metode ilmiah adalah empiris. Metode ini pada prinsipnya bersandar pada realitas.
  • Metode ilmiah adalah sistematis. Sistematis mengandrung arti suatu prosedur yang cermat dan mengikuti aturan tertentu yang baku.

Ruang Lingkup Riset Bisnis

Bisnis merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik profit oriented maupun non-profit oriented. Pada dasarnya, ruang lingkup riset bisnis dapat kita kelompokkan menjadi beberapa kategori:

  1. Bidang akuntansi dan keuangan. Permasalahan dibidang akuntansi misalnya; sistem anggaran, metode penentuan biaya, perpajakan, penyusutan. Sedangkan dibidang keuangan misalnya; pembiayaan perusahaan, analisa rasio keuangan, perilaku bursa efek dan kelayakan bisnis serta evaluasi bisnis.
  2. Bidang pemasaran. Permasalahan dalam bidang pemasaran misalnya; promosi, penentuan saluran distribusi, pengembangan produk, penetapan harga, kepuasan pelanggan, segmentasi dan positioning.
  3. Bidang sumber daya manusia. Permasalahan utama dalam bidang SDM adalah bagaimana cara mendapatkan tenaga kerja yang tepat, menggunakan secara optimal, mengembangkan hingga memberhentikannya. Permasalah yang ada yang ada dibidang sumber daya manusia misalnya; sikap dan perilaku karyawan, motivasi kerja, produktivitas karyawan, budaya organisasi, dan kepemimpinan.
  4. Bidang operasional. Permasalahan yang ada dalam bidang operasional misalnya; penentuan kombinasi produk, kualitas produk, penentuan lokasi pabrik, sistem penugasan, layout pabrik dan sistem informasi manajemen.

Demikian semoga bermanfaat. Wasalam

WhatsApp Mulai Cari Uang, Begini Caranya

Oleh: OIK YUSUF
Sumber: Kompas.com – 06/09/2017, 15:04 WIB

Semenjak dibeli seharga 22 miliar dollar AS oleh Facebook tahun 2014 lalu, WhatsApp belum memiliki jalur pemasukan yang signifikan.

Oleh sebab itulah, perusahaan layanan pesan instan tersebut berupaya mengeksplorasi upaya monetize melalui para pelaku bisnis. Ya, WhatsApp kini mulai cari uang melalui para pebisnis.
Uji cobanya sendiri direncanakan mulai bergulir dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam perkembangan terbaru, WhatsApp mengumumkan bakal mulai menguji coba fitur-fitur yang dirasa bakal berguna untuk para pelaku bisnis yang selama ini sudah menggunakan layanannya untuk berkomunikasi dengan konsumen.

“Kami sedang membangun dan menguji aneka tool baru lewat aplikasi WhatsApp business untuk perusahaan kecil dan solusi enterprise untuk perusahaan berskala besar dengan basis pelanggan global,” tulis WhatsApp dalam sebuah posting blog.

Contoh-contoh pelaku bisnis yang disasar WhatsApp mulai dari toko roti dan pakaian lokal untuk usaha kecil, hingga maskapai penerbangan, situs e-commerce, dan perbankan untuk perusahaan berskala besar.

Nantinya, layanan WhastApp bisa dipakai untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan, misalnya memberikan statementtertulis, konfirmasi pengiriman barang, dan bentuk-bentuk komunikasi lainnya.

“Kami tahu masing-masing bisnis punya kebutuhan berbeda. Misalnya, mereka ingin official presence -profil yang terverifikasi sehingga mudah diidentifikasi dan dibedakan dari orang lain- serta cara yang lebih mudah untuk merespons pesan (dari pelanggan),” lanjut WhatsApp.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Rabu (6/9/2017), WhatsApp diketahui sudah memulai pilot program yang menambahkan badge berwarna hijau untuk menandai akun perusahaan yang sudah diverifikasi. Ada juga aplikasi WhatsApp Business yang khusus ditujukan bagi pelaku usaha.

Chief Operating Officer WhatsApp Matt Idema mengatakan pihaknya berencana menarik biaya langganan dari para pelaku bisnis sebagai salah satu sumber pemasukan. Namun, dia mengaku belum bisa memberikan informasi lebih jauh soal seperti apa persisnya fitur-fitur berbayar itu nanti.

“Kami masih memikirkan detail-detail monetisasinya,” ujar Idema.

Artikel asli  

Ekonomi Kerakyatan | Pengembangan Ekonomi Kerakyatan di Aceh

MENGEMBANGKAN EKONOMI KERAKYATAN DI ACEH
Oleh : Hamdani, SE.,M.Si
(Peminat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM)
hamdani.aceh@gmail.com

Akhir-akhir ini istilah ekonomi kerakyatan mulai tidak terdengar lagi dalam perbincangan perekonomian Indonesia. Istilah tersebut kian menjadi asing di tengah-tengah masyarakat bahkan mungkin dikalangan petinggi negara ini sekalipun. Mengapa isu ekonomi kerakyatan semakin redup? Pada rapat terbuka sidang MPR RI dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Agustus 2017, Ketua MPR Zulkifli Hasan memaparkan hasil kunjungan anggota MPR RI ke beberapa daerah untuk melihat perkembangan serta kemajuan pembangunan segala aspek kehidupan bangsa Indonesia sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk didalamnya aspek ekonomi. Beliau menyebutkan bahwa Provinsi Makassar sangat maju dan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat karena perekonomiannya dikuasai dan dijalankan oleh rakyat atau dengan istilah ekonomi kerakyatan.

Menurut San Afri Awang (Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM) menyebutkan bahwa ekonomi kerakyatan adalah tata laksana ekonomi yang bersifat kerakyatan yaitu penyelenggaraan ekonomi yang memberi dampak kepada kesejahteraan rakyat kecil dan kemajuan ekonomi rakyat yaitu keseluruhan aktivitas perekonomian yang dilakukan oleh rakyat kecil. Zulkifli Hasan menambahkan, perkebunan coklat di Makassar adalah milik rakyat, warung-warung milik rakyat dan café-café juga milik rakyat. Begitulah gambaran ekonomi kerakyatan. Pernyataan Ketua MPR RI sejalan dengan Konvensi ILO 169 tahun 1989 yang mendefinisikan ekonomi kerakyatan sebagai ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat lokal dalam mempertahankan kehidupannnya. Memang ILO menempatkan sistem ekonomi kerakyatan sebagai ekonomi tradisional (sub sistem), namun itu pandangan dua puluh delapan tahun yang lalu. Kini seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ekonomi kerakyatan pun mampu menjadi ekonomi modern dengan produktivitas tinggi dan maju seperti halnya di Provinsi Makassar.

Secara konsep, ekonomi kerakyatan dikembangkan melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang bertujuan untuk melepaskan rakyat dari belenggu kapitalisme dunia pada masa itu. Perhatian terhadap sistem ekonomi kerakyatan dicurahkan oleh Bung Hatta yang mengatakan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi kerakyatan. Maka yang perlu dilakukan adalah mengubah struktur ekonomi umumnya dari ekonomi kolonial atau semacamnya ke ekonomi nasional yang
berkerakyatan. Dan secara formal yuridis dan politis ekonomi kerakyatan pun diakomodir dalam GBHN tahun 1993 sebagai hasil rumusan Sidang Umum MPR RI tahun 1992.

Ideologi dasar konsep ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 dan sila ke-empat Pancasila. Sehingga pasal 33 menjadi landasan konstitusional sistem ekonomi kerakyatan terutama bagian penjelasannya yang dalam pasal tersebut tercantum dasar ekonomi di mana produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat, karena itu perekonomian di susun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas
kekeluargaan. Tujuan utama dari sistem ekonomi kerakyatan yaitu menjamin kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara merata lebih utama daripada kemakmuran individual dan segelintir golongan yang menguasai faktor-faktor produksi.

Bila ditinjau dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa sistem ekonomi nasional yang sebenarnya adalah menganut sistem ekonomi kerakyatan, di mana sistim ini menganut azas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila dan menunjukkan keberpihakan yang
sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Sehingga bila dalam perekonomian nasional mengabaikan kesejahteraan rakyat banyak dan lebih mengutamakan sekelompok pemilik modal, maka hal tersebut bertentangan dengan semangat ekonomi kerakyatan dan harus ditolak.

IMPLIMENTASI

Untuk membumikan ekonomi kerakyatan di tengah-tengah masyarakat dan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, pemerintah perlu mengambil peran yang lebih konkrit untuk mendorong percepatan implimentasi kegiatan perekonomian yang berbasis pada kekuatan rakyat terutama dalam aspek produksi, pengolahan dan pemasaran hasil. Dalam upaya mencapai maksud tersebut para pengambil kebijakan di negeri ini dan penguasa di daerah perlu kiranya memiliki keinginan yang kuat dan kesadaran politiknya untuk menempatkan sistim ekonomi kerakyatan sebagai poros penting dalam pusaran ekonomi Indonesia dan daerah.

Dalam menguatkan penetrasi implementasi semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana antusiasnya Bung Hatta pada fase awal kemerdekaan dalam aktivitas perekonomian, maka dibutuhkan kesamaan paradigma antara rakyat, penguasa (pemerintah) dan para pendukung ekonomi kerakyatan perlu kiranya merumuskan kebijakan bersama yang lebih nyata dan aplikatif di lapangan sehingga akan terbentuk sinergitas mulai dari hulu sampai hilir dan multi stakeholder. Kondisi saat ini, ekonomi kerakyatan hanyalah slogan belaka tanpa benar-benar dilaksanakan sebagai kebijakan strategis negara dan tidak memperoleh advokasi yang memadai dari pemerintah. Jika pun rakyat melakukan aktivitasusaha dan kegiatan perekonomian tidak lebih dari hanya sekedar bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan bukan karena mereka telah ditempatkan sebagai elemen penting dalam memajukan perekonomian nasional. Yang saya maksud adalah pemerintah perlu mendeklarasikan sistim ekonomi kerakyatan secara terbuka sebagai sistim ekonomi yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan konsistensi antara UUD 1945 dengan realitas di lapangan.

PILAR EKONOMI KERAKYATAN

Agar bangunan ekonomi kerakyatan dapat berdiri kokoh dan berjalan dengan baik untuk menghalau sistim ekonomi kapitalis dan komunis, maka sendi-sendi dan pilar ekonomi kerakyatan pun perlu diperkuat dan didorong untuk meningkatkan daya saing sehingga pelaku ekonomi kerakyatan mampu mencapai keunggulan bersaing dengan korporasi-korporasi besar
milik para kapitalis yang memiliki modal dan menguasai teknologi. Beberapa pilar ekonomi kerakyatan yang perlu perhatian lebih besar adalah sebagai berikut: Pertama; Koperasi. Sebagai buah fikir dari konsep sistem ekonomi kerakyatan yang dikembangkan oleh Bung Hatta adalah lembaga usaha Koperasi. Secara teori, koperasi merupakan suatu badan usaha yang ideal dengan budaya masyarakat Indonesia, di mana sikap saling bekerjasama, saling membantu dan gotong royong merupakan ciri khas dan watak bangsa Indonesia dan inilah yang disebut dengan azas kekeluargaan. Namun sayangnya jumlah koperasi yang berhasil dan sukses dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya sangat sedikit bila dibandingkan dengan koperasi yang gagal. Sebagai contoh; Dalam tahun 2017 Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi dan UKM telah membubarkan ribuan koperasi yang tidak aktif dan gagal menjalankan operasionalnya sebagaimana diharapkan sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku. Pembubaran ribuan koperasi tersebut bukan tanpa alasan namun sudah melalui proses kajian dan evaluasi menyeluruh yang telah dilakukan oleh dinas teknis terkait. Karena koperasi merupakan salah satu perwujudan masyarakat pelaku usaha dan elemen penting dalam sistem ekonomi kerakyatan, maka keberadaannya harus mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Kedua; UMKM. Menurut UU No.20 Tahun 2008 Tentang UMKM merupakan usaha produktif milik masyarakat (individu/kelompok) yang memiliki asset dan omset pada batasan tertentu. Yang menjadi catatan dari pengertian di atas adalah usaha produktif milik masyarakat. Tidak bisa dipungkiri bahwa struktur ekonomi Indonesia 99,9 persen adalah UMKM bahkan UMKM mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia saat terjadi krisis 1997 lalu. Dan beberapa tahun ini keseriusan pemerintah untuk mengembangkan UMKM mulai nyata dan mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Berbagai kebijakan dan regulasi yang mendukung UMKM pun sudah banyak dikeluarkan oleh pemerintah. Secara nasional, pertumbuhan dan produktivitas UMKM masih belum merata atau masih didominasi oleh UMKM di pulau Jawa. Sedangkan pemerintah daerah di luar Jawa belum serius memberdayakan pelaku UMKM sehingga produktivitasnya sangat rendah. Aceh misalnya. Demikian, semoga bermanfaat!

Banda Aceh, 22 Agustus 2017
Penulis

ANALISIS DAYA SAING | BELAJAR DARI NOKIA

Mengapa Nokia Bisa Bangkrut di Indonesia?

Nokia adalah brand yang terkenal  dengan tagline “connecting people” ini pernah menjadi “raja” produsen terbesar selama 14 tahun dengan variasi produk mulai dari handphone (HP) tahan banting, desain yang unik dan tentunya dengan keawetannya. Namun, akhirnya Nokia harus mengakui kenyataan pahit, kalah bersaing melawan kubu Android dan Apple yang dengan cepat menggerus pangsa pasarnya. Nokia Corporation merupakan produsen perlatan telekomunikasi terbesar di dunia serta perusahaan terbesar di Finlandia.

Pada tahun 2013 muncul kabar bahwa unit bisnis perangkat dan layanan Nokia Akan dibeli Microsoft. Ini tentu membawa dampak besar bagi bisnis ponsel Nokia, termasuk dalam kepemilikan brand “Lumia” dan “Asha” karena kedua nama tersebut identic dengan produk-produk Nokia kini telah beralih pemilik. Nama Nokia sendiri tetap menjadi hak milikprodusen asal Finlandia, karena tidak ikut di beli.

Dengan demikian. Kiprah di ranah smartphone berakhir bagi Nokia. Sebagaimana dikutip dari The Verge, penghilangan nama Nokia dimulai dari Perancis. Serta negara-negara lain di seluruh dunia. Namun ada tiga area utama yang masih dimliki oleh Nokia di masa depan, yaitu NSN, HERE, Advantage Technologies. Beberapa sebab Nokia mengalami kemunduran:

  1. Keangkuhan sebagai penguasaSebagai penguasa selama 14 tahun dengan market share yang begitu besar membuat mereka tidak mempersiapkan rencana akan perkembangan dunia Gadget.
  2. Kedatangan Stephen ElopElop merupakan mantan orang Microsoft yang memimpin divisi bisnis. Selama tiga tahun memimpin Nokia, pendapatan perusahaan justru menurun hingga 40 persen. Untuk bisa bertahan, Elop merumahkan 40.000 karyawan dan memangkas biaya operasional 50 persen serta Symbian dimatikan. Meego juga dihentikan pengembangannya.
  3. Terlambat menyadari perkembangan operasi systemTahun 2010 Andriod mulai terlihat dan para vendor ramai-ramai mendukungnya, namun Nokia sudah menyatakan tidak akan memakai Android karena percaya diri dengan kekuatan softwarenya. Vendor asal Finlandia itu telah menetapkan Meego dan Symbian sebagai jiwa bagi jajaran ponsel masa depan Nokia. Seiring perkembangan operasi sitem yang begitu pesat, para pengguna Symbian beralih pada Android dan Ios dari Apple. Seandainya pihak Nokia tidak gengsi dulu menolak Google dengan OS Androidnya, mungkin Nokia Akan tetap menjadi market share global terbesar smartphone dunia.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan Nokia, antara lain:

  1. Nokia sudah tertinggal jauh dari kompetitornya
  2. Nokia terlalu fokus pada hardware dan operating system HP
  3. Nokia terlalu banyak kehilangan momentum
  4. Nokia tidak memperhatikan kebutuhan pasar

Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Nokia karena memiliki jumlah penduduk yang besar. Selama 14 tahun ponsel Nokia menjadi ponsel nomor satu di Indonesia. Namun kejayaannya tumbang setelah penjualan ponselnya turun dalam waktu cepat. Tahun 2012 Nokia hanya mampu menjual 83 juta unit pada kwartal pertama. Para pengamat ponsel di Indonesia yakin penyebab jebloknya penjualan ponsel Nokia tidak lepas dari kesalahan yang telah dilakukan oleh Nokia. Beberapa kesalahan ditegarai antara lain:

  1. Nokia terlalu lamban dalam merespon pasarPada tahun 2002, Nokia sempat menjadi pelopor dengan system operasi Symbian GO, sayangnya sisitem ini kalah bersaing dengan Android dan iOs. Tahun 2007, iphone booming dengan full touchscreen dan disusul dengan Android, Nokia seperti tidak bergeming dalam menanggapi perubahan pasar.
  2. Terlalu fokus pada system operasi Symbian. Smartphone jenis lain menanggapi permintaan pasar mereka langsung bergerak tepat dengan meluncurkan smartphone yang system operasinya beragam. Sementara  Nokia terlalu berkonsentrasi pada Symbian mulai ditingglkan, langkah penyelamatan dengan seri Lumia yang bekerjasama denga Microsoft rasanya sudah terlambat.
  3. Kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Di negara berkembang seperti Indonesia, produsen Nokia kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Padahal di Indonesia pangsa pasar kelas menengah bawah adalah pasar yang paling ngetop.
  4. Nokia kurang inovasi. Nokia hanya memasarkan merk, bukannya inovasi pasar sehingga pasar menjadi jenuh dengan produknya yang biasa saja.
  5. Eksekusi adalah kunci. Sementara kompetitornya kian bersinar  dengan produk Galaxinya, Apple berkibar dengan iphone-nya. Sedangkan Nokia kian memburuk dalam beberapa tahun. Kerjasama Nokia dengan Microsoft melalui seri Lumia banyak membantu penjualan Nokia.

MENGAPA SAMSUNG LEBIH DIMINATI

Samsung Electronics Indonesia sejak tahun 1991 terus mengedepankan inovasinya untuk memenuhi keinginan konsumen Indonesia. Bahkan pada tahun 2012, SEIN berhasil meraih posisi terdepan untuk total pasar ponsel. Sejak tahun 2007 Samsung berhasil mengembangkan bisnisnya 10 x lipat. Berikut beberapa rahasia Samsung bisa terus memikat pasar Indonesia:

  1. Mengenal dan mengetahui kebutuhan konsumen. Ini salah satu kunci keberhasilan SEIN di seluruh dunia, tak hanya mendirikan pabrik saja, tetapi SEIN juga mengembangkan R&D local. SEIN memberikan nilai lebih dalam setiap produk yang diciptakannya, jadi konsumen mendapat kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Edukasi masyarakat. SEIN terus mengedepankan inovasinya pada bidang marketing, layanan konsumen dan layanan purna jual. SEIN memiliki misi untuk membawa konsumen ke tingkat hidup yang lebih bahagia dengan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mengoptimalkan teknologi.
  3. Memanjakan konsumen. Melalui layanan purna jual My Samsung Service, masyarakat bisa mengakses call centre 24 jam serta bantuan via online.
  4. Dukungan global. Samsung mendapatkan dukungan global dari R&D. satu dari lima pekerjaan Samsung di seluruh dunia bergabung di tim R&D, Samsung memiliki 6 pusat desain di seluruh dunia, maka dari itu berbagai inovasi terus bermunculan untuk memudahkan kebutuhan konsumen.

Selain rahasi di atas, ada beberapa alasan lain mengapa produk Samsung begitu diminati oleh pasar, yaitu:

  1. Fast charging. Untuk seseorang yang tingkat mobilitasnya tinggi, maka alasan ini patut dipikirkan. Dalam waktu 15 menit smartphone akan full terisi dayanya.
  2. Kamera yang jernih. Kamera Samsung disertarakan dengan kamera DSLR 18 MP terdapat pada Samsung S7 samsung juga menambahkan fitur terbaru yaitu hand emotion dimana ketika kita memperlihatkan kamera ke sensor maka kita tidak perlu lagi meng-klik simbul kamera. 
  3. Fast loading. Smartphone Samsung merupakan smartphone yang anti loading, bahkan ketika dipakai secara bersamaan Samsung tetap bekerja dengan normal.
  4. Body yang terlihat eksklusif. Smartphone Samsung selalu membuat konsumen terpana dengan first looking, mempunyai lebar kurang dari 7 mm dengan layar jernih full HD, dan dengan warna yang terlihat mahal yaitu gold, silver, blue thortoal. Serta tekstur body kuat namun ringan.

Sebagai brand ternama di Indonesia, Samsung tidak hanya berfokus untuk menampilkan inovasi produk dan layanannya. Di sisi lain, SEIN juga turut berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Melalui program Samsung Corporate Citilizenship (SCC), SEIN juga fokus unutk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia yang lebih baik. Kini SEIN memfokuskan kegiatannya dibidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan kesehatan.

  1. Pendidikan. Salah satu program strategis SCC adalah rumah belajar Samsung. Dengan bantuan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), RBS memberikan pelatihan di bidang elektronik
  2. Pemberdayaan masyarakat. Mendukung program One Village One Product dan Kementerian Koperasi membantu meningkatkan produktivitas dan pemberian akses informasi, pelatihan pemasaran online dan pemberian alat produksi kepada Koperasi Wanita Stragent di Lombok.
  3. Kesehatan. SEIN melakukan sejumlah program untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. SEIN mendukung program WASH yang bertujuan memperbaiki akses air, sanitasi dan promosi tentang pentingnya kesehatan.

Artikel ini bermaksud sebagai pembelajaran tentang Keunggulan Bersaing dan Meningkatkan Daya Saing dalam Mata Kuliah Smart Entrepreneur.

Kontributor | Ulfa Silvia

Buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan Buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif dapat diselesaikan dengan baik. Buku Panduan Pendirian 10 (sepuluh) Bidang Usaha Ekonomi Kreatif merupakan kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Buku Panduan ini dipersiapkan dalam 2 (dua) versi yaitu Versi Cetak dan Elektronik (E-Book). Penyiapan E-Book dimaksudkan untuk memudahkan pembaca mengakses buku panduan ini.

Pada prinsipnya sasaran buku panduan ini adalah para calon atau pelaku usaha pemula yang tertarik untuk mendirikan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Oleh karena itu, penulisan buku dibuat sesederhana mungkin dengan harapan mudah dipahami dan diterapkan oleh para pembaca.

Penulisan buku panduan ini belum bisa dikatakan sempurna apalagi sebagai referensi untuk pelaku usaha ekonomi kreatif yang sudah berkecimpung lama dibidangnya. Untuk itu, kepada masyarakat sangat diharapkan memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan buku panduan ini di masa mendatang.

Akhir kata atas nama Badan Ekonomi Kreatif saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku panduan ini. Semoga upaya dan kerja keras yang dilakukan ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Jakarta,  Juli 2017

Kepala Badan Ekonomi Kreatif

ttd

Triawan Munaf

http://www.bekraf.go.id/berita/page/17/88-buku-panduan-pendirian-usaha-bidang-ekonomi-kreatif

Inspirasi | Kesan dan Pesan Kegiatan Happy Selling

Kesan

Tidak bisa dihitung pelajaran yang kami dapatkan dari Kegiatan Happy Selling yang diadakan oleh kampus kami LP3I dan Dosen Entrepreneur kami, dengan adanya kegiatan Happy Selling ini kami diajarkan bagaimana menjadi pengusaha muda mendapatkan penghasilan sambil kuliah. Menjadi sosok yang sukses dan pantang menyerah, karena sangat jelas bahwa tidak ada usaha yang baru dimulai langsung sukses atau jaya. Maka, dari situlah kami diajarkan bagaimana menawarkan, membujuk, meyakinkan pembeli agar membeli produk yang kami tawarkan, yang tadinya tidak berminat berubah menjadi membeli. Karena pada dasarnya kita sebagai penjual membutuhkan konsumen. Dan konsumen adalah Raja

Disini kami memanfaatkan fasilitas seperti tenda, meja yang disediakan oleh LP3i. Kami stay di tenda dengan modal senyum juga dengan ramah menyapa setiap orang yang melewati dihadapan kami untuk singgah, setiap ada yang membeli, hati terasa sejuk dan bahagia walaupun hanya membeli sepotong kue saja.

Dengan adanya kegiatan Happy selling ini, kami juga dapat melatih kesabaran kami dalam menghadapi berbagai macam sifat dan tingkah pembeli yang berbeda-beda, ditambah dengan cuaca panas terik, juga dengan semangat kami terjun kelapangan untuk berinteraksi, menawarkan, menjual produk-produk kami dengan orang yang tidak kami kenal sebelumnya agar menjadi omset penjualan. Alhamdulillah kami mampu memenuhi target yang sebelumnya telah kami tetapkan.

Adanya acara ini, bukan semulus yang dilihat, keadaan siap di stand, segembira di lapangan juga bukan sesemangat pada saat menawarkan produk. Dibalik itu semua, banyak sekali keadaan-keadaan, situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan rencana dan tidak kami perkirakan sebelumnya, ketidaksiapan kami dalam memasak, berbelanja juga mem-packing produk-produk kami. Saat itu, kami benar-benar belajar bagaimana menyesuaikan pikiran satu dengan pikiran yang lainnya, memikirkan produk apakah yang laku jika dijual nanti sesuai dengan tempat yang kami pilih.

Izinkan kami menceritakan sedikit pengalaman lucu kami, Pada Sabtu 6 Mei 2017 Pukul 13.30 WIB kami bersiap-siap untuk berbelanja segala keperluan yang kami butuhkan untuk bahan baku produksi, ada yang tidak tahu yang mana kol dijual, yang mana labu, yang mana tepung untuk membuat makanan yang berbeda-beda. Setiap kami berbelanja, kami selalu menanyakan kepada si penjual resep apa saja jika membuat timphan, dsb-nya. Kami yakin pada saat membeli semua kebutuhan itu, kami di bodoh-bodohi mungkin saja si penjual melihat kami yang tidak tau apa-apa menaikkan harga atau memilih bahan yang kurang bagus.

Karena kami yang bodoh ini tidak mau kalah pandainya dengan penjual, kami pun juga menghitung ulang, mendata, negosiasi harga, juga mengecek bahan-bahan yang diberikan kepada si penjual sebelum meninggalkan kedai tersebut. Karena ini pertama kali bagi kami, malam harinya kami bolak balik ke pasar peunayong untuk mencari bahan yang kurang. Semuanya serba terburu-buru.

Dengan adanya Happy Selling inilah kami memasak, mencari resep di internet, sudah tau sedikit-sedikit bagaimana membuat timphan, brownies, mie hun, bubur sumsum dsb-nya. Pagi harinya kami menyiapkan apa yang belum siap dikerjakan tadi malam, sehingga kami kurang istirahat, tidak tidur malam, kepikiran bagaimana jika tidak siap. Karena tidak semua produk yang bisa dikerjakan malam hari, beberapa produk harus di masak pada pagi hari.

Alhamdulillah kami bisa kompak, bisa menyatukan semua pikiran teman-teman yang lain agar sejalan, merancang rencana bersama-sama bagaimana meyakinkan, merayu si pembeli agar mau membeli produk kami dan  terjual habis. Tidak terjual habis pun tidak apa-apa asalkan modal kami kembali. Tetapi uang hasil dari menjual produk kami itu digabung, jadi kami tidak tau apakah kami untung atau rugi, karena kalau masalah uang itu sangat sensitif. Apalagi ada kelompok yang mengeluarkan modal banyak, banyak menggaet pembeli, produknya rata-rata habis. Tetapi kami menyikapinya dengan santai dan berusaha adil untuk membaginya.

Pesan

Jangan malu! jangan sombong! Jangan takut! Kita masih muda, masih sanggup memanfaatkan waktu. Lakukanlah apa yang bermanfaat, carilah uang yang halal. Jualkan lah produk-produk kamu ke orang-orang. Belajarlah bagaimana menjadi orang yang ramah, jujur dan berani. Menjadi orang ramah, jujur, berani adalah kunci untuk sukses. Mengapa? Karena jika kita ramah, jujur dan bera pasti membeli yakin membeli produk kita, karena pada hakekatnya dia membayar atas keramahan yang kita miliki bukan membeli produk kita. Begitulah salah satu bagaimana membujuk pembeli yang aturannya tidak membeli malah membeli. Jangan membuat konsumen itu yang aturannya membeli malah tidak jadi membeli. Kita sangat membutuhkan konsumen guys! Uang ada dikantong mereka gaetlah mereka sesuai dengan aturannya…

“Hopefully we become succesful people not looking at the pricetag when we have shopping”. -ade-

Kontributor | Ade Andriani Fitri, Irma Yunita, Raisul Fatta, Muhammad Rian, Nana Supiana, Sony Dewantara

Tips Bisnis | Usaha Makanan Siap Saji

Kelas Entrepreneurship OS-38

Selamat berjumpa kembali SahabatPreneur yang baik hatinya

Kehidupan semakin berkembang. Dunia semakin maju. Manusia menginginkan semuanya serba cepat, mudah dan berkualitas. Termasuk dalam hal makanan. Konsumen lebih menyukai makanan siap saji daripada memasak sendiri. Sebagian barangkali mungkin malas memasak, karena berkutat di dapur bisa bikin kepanasan, kotor dan bau asap. Mungkin juga barangkali tidak bisa menemukan resep yang pas dengan kemampuannya dalam mengolah bahan-bahan yang ada. Tentu saja ada begitu banyak alasan lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Sebagai wirausahawan tentu hal tersebut merupakan peluang bisnis. Kita bisa memawarkan berbagai makanan siap saji sesuai selera pelanggan dan daya belinya. Apalagi ‘malas masak’ yang menjadi tren bagi ibu-ibu karier zaman sekarang. Bahkan Remaja putri yang terlalu dimanjakan oleh orang tuanya juga malas memasak, malas mencuci, malas membersihkan rumah dan takut kotor tangannya, pokoknya malas segalanya atau serba malaslah. Mereka meminta agar pekerjaan seperti itu dilakukan oleh asisten rumah tangga saja, tukang kebun dan tenaga sewaan yang sengaja mereka bayar untuk melayani kebutuhannya.

Tapi baiklah, lupakan saja jika fenomena di atas terkesan sangat tidak positif. Bagaimana tidak, disebabkan oleh kemajuan berbagai bidang, dunia semakin modern telah membuat perubahan dalam gaya hidup manusia. Jika zaman dulu perempuan dihargai dan dihormati karena keberadaannya dalam rumah tangga bisa menjadi ibu yang baik dan ‘sempurna’, menyediakan makanan favorit anggota keluarganya dan makanan rumahan yang lezat dan sehat. Namun kini justru perempuan  yang bekerja di rumah, melayani anak-anaknya, menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga, dianggap kolot, tidak modern dan kampungan.

Pembaca yang budiman! Sebenarnya yang ingin penulis bahas bukanlah tentang perempuan malas. Namun ternyata malas itu juga ada nilai positifnya bagi orang lain. Contohnya karena ada orang malas masak, maka positifnya bisa menjadi peluang usaha rumah makan, katering atau restoran. Contoh lainnya adanya orang yang malas mencuci, maka wirausahawan dapat membuka usaha laundry. Begitulah!

Nah, kebayangkan bagaimana bila seorang wirausahawan jeli melihat peluang usaha makanan siap saji? Jajanan kue atau usaha pengolahan pangan lainnya? Wah… Bisnisnya bisa meledak, omzetnya tinggi. Anda tahu alasannya kan? Sekarang silakan SahabatPreneur menganalisis sendiri apa kira-kira bisnis makanan dan produk pangan yang cocok untuk ditawarkan. Agar bisnis makanan dan pangan bisa sukses, maka banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan. Terutama soal citarasa, kualitas dan yang paling penting adalah higeinis/kebersihan. Bagaimana pun produk makanan dan pangan siap saji sangat bergantung pada aktivitas bahan yang dipakai dan proses pengolahannya.

Agar produk makanan siap saji yang hasilkan memenuhi standar kualitas dan aman untuk di konsumsi, SahabatPreneur perlu perhatikan beberapa tips berikut ini:

  1. Sediakan bahan baku aman (beli dan simpan). Kita harus memilih bahan baku yang baik agar sejak dari bahan baku pangan sudah dijamin aman. Ketelilitian menilai bahan baku akan sangat berpengaruh pada kualitas makanan yang kita buatkan, baik dari segi cita rasa maupun daya tahan produk.
  2. Olah pangan secara seksama. Pengolahan pangan adalah proses mengubah bahan mentah menjadi masakan siap santap. Pengolahan pangan harus memperhatikan kaidah pengolahan yang baik. Seperti; tempat pengolahan pangan atau dapur harus sehat dan bersih, bahan di pilih dengan di sortir. Dll
  3. Pajang dan sajikan pangan secara aman. Kondisi pemajangan produk makanan harus dapat mempertahankan mutu dan keamanan produk makanan yang dijual. Misalnya; fasilitas pajang harus bersih, kering, memiliki cukup cahaya, dan ventilasi.
  4. Jual produk makanan/pangan secara aman. Penjual harus memperhatikan semua kondisi yang terkait dengan keamanan pangan dan produk, termasuk fasilitas, dan tatacara dalam menangani produk. Seperti wadah yang bersih, terpisah untuk setiap jenis pangan/makanan, tertutup. Selain itu penjual juga harus sehat, bersih, dan rapi serta menerapkan kebiasaan yang higienis selama menjual, tidak memegang makanan secara langsung tanpa memakai sarung tangan. Penjual harus memotong kukunya dan bersih, tidak menggaruk-garuk kepala apalagi (maaf, garuk pantat. Hehe), jualan sambil merokok, meludah, batuk, dll.
  5. Jaga kebersihan. Fasilitas dan peralatan yang digunakan harus bersih, cuci tangan saat mau menjual makanan, lingkungan tempat penjualan harus bebas dari pencemaran sampah, dll.

Demikian tips yang SahabatPreneur harus perhatikan dengan baik. Khusus buat wirausahawan yang akan melaksanakan usaha makanan semoga bisa lancar dan sukses.

Inspirasi Bisnis | Kebiasaan NEETIP Menjadi Peluang Usaha

SahabatPreneur yang berbahagia. Jumpa lagi dengan saya disini. Insha Allah kali ini penulis menurunkan lagi sebuah tulisan inspiratif buat Anda semua. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan ide bagi SahabatPreneur dalam mengembangkan bisnis dengan semangat kewirausahaan yang tinggi.

Pembaca yang budiman. Terkadang untuk membangun sebuah kesuksesan, kita perlu belajar dari orang lain yang sudah lebih dulu meraih keberhasilan. Begitu juga halnya dalam merintis sebuah bisnis, SahabatPreneur juga harus belajar dan bila perlu menirunya dari wirausaha yang telah terbukti sukses. Menurut sebuah teori, kesuksesan itu memiliki pola, sebagaimana juga kegagalan. Jadi, jika seorang calon wirausaha ingin sukses dalam bisnisnya, maka terapkanlah pola kesuksesan yang ada. Selain itu, pola kesuksesan juga dapat di kloning untuk menciptakan berbagai kesuksesan lainnya.

Nah, pada edisi artikel inspirasi kali ini, penulis menyarankan Anda belajar dari seorang tokoh muda ini, wirausahawan online berbasis aplikasi. Dan bisnis ini tergolong usaha kreatif dan prospek. Lebih tepatnya nama bisnis tersebut adalah NEETIP.

Neetip adalah aplikasi mobile yang mengakomodir orang untuk nitip dibelikan barang di suatu tempat. Begitu juga sebaliknya, menjadi orang yang bersedia dititipi. Orang yang minta tolong titip di sebut Tipper dan yang bersedia dititipi namanya Helper.

Lewat teknologi, kebiasaan titip-menitip bisa menjadi lebih luas cakupannya, baik dari lokasi dan pelakunya. Ide dari bisnis ini sendiri adalah berawal dari pengalaman pribadi business owner Antonius Stefanus saat bepergian, seringkali ada teman yang titip dibelikan sesuatu, mulai dari makanan sampai barang. Begitu sebaliknya, kadang kita yang nitip ke teman-teman yang bepergian.

Berawal dari pengalaman inilah, Antonius pun membuat aplikasi Neetip pada bulan Maret tahun 2016 lalu. Pada awal pendiriannya, Antonius mengaku buta sama sekali mengenai model bisnis yang akan diterapkan hingga pasarnya belum ketahuan. Bisa dikatakan belum ada benchmark yang bisa digunakan Neetip sebagai acuan. Sehingga semuanya harus dimulai dari awal, menentukan sistem kerja yang tepat, hingga menyangkut soal keamanan sistem aplikasinya. Di sisi lain, Neetip ingin menciptakan suatu keunggulan dan diffrensiasi dalam bisnisnya.

Kini, sejak Neetip beroperasi secara full system pada akhir 2016 dan menggunakan model base on location. Keunggulan berbasis lokasi adalah kita bisa nitip apa saja, dari mana saja secara real time. Sedangkan yang lain base on road.

Konsep bisnis Neetip adalah member to member di mana setiap orang yang sudah terdaftar di aplikasi Neetip bisa menjadi helper dan tipper. Sebagi contoh, seorang pemilik akun Neetip ingin menitip beli Dodol di Banda Aceh. Maka ia pun mengarahkan lokasi di salah satu wilayah yang ada penjual kue tersebut. Nah, jika di Banda Aceh ada pemilik akun Neetip yang akan ke Jakarta dan memutuskan untuk menjadi helper, maka ia akan mendapatkan notifikasi dari tipper yang ingin titip Dodol di lokasi dekatnya. Nah, selanjutnya terserah si helper apakah mau terima tawaran tersebut atau tidak.

Keunggulan dari Neetip adalah adanya ruang negosiasi dan pilihan bagi tipper untuk mengambil tawaran dari helper yang paling menarik. Sebab, melalui aplikasi Neetip ini, tipper bisa mendapat tawaran dari maksimal lima helper. Selanjutnya, helper bisa bisa mengajukan sejumlah uang tip dari transaksi tersebut.

SahabatPreneur yang budiman. Jika kita memahami lebih dalam dari kisah Antonius Stefanus di atas, terlihat bahwa kegiatan bisnis yang dilakukannya adalah apa yang kita alami setiap hari, di mana kita sering menitip oleh-oleh dari teman-teman kita yang pergi ke luar kota atau bahkan sering juga kita membantu teman-teman kita yang diluar kota untuk membeli barang-barang yang diminatinya di kota temannya tersebut. Penulis sendiri memiliki pengalaman itu, kebetulan penulis memiliki teman di kota lain, dan sebelumnya ia pernah lama tinggal di kota penulis karena mengikuti suaminya yang bertugas. Tentu saja, ketika ia dipindahkan ke kotanya kembali, maka mereka sangat merindukan kota yang pernah lama ditinggalinya, rindu akan suasananya, orang-orangnya, tempat-tempat wisata dan yang paling banyak adalah orang ingin kembali menikmati makanan khas daerah tersebut. Syukur jika lokasinya dekat, tetapi jika jauh, maka tentu saja kita akan menelpon atau menghubungi teman kita untuk membantu membelikan dan mengirimkannya. Dan itu tidak kita bayar alias free.

Dibalik itu juga, ketika suatu ide bisnis baru mulai dijalankan, maka pasti owner-nya belum memiliki sistem yang standar apalagi mapan. Pada umumnya para pemilik masih meraba-raba dan mencari pola bisnis yang tepat dalan operasionalnya. Dan hal ini lumrah terjadi bagi pemula. Maka disinilah mentalitas entrepreneur nya muncul dan diuji. Untuk semua itu pasti membutuhkan keberanian, mustahil bagi wirausahawan yang mau sukses namun takut atau tidak berani mengambil risiko.

Inilah kejelian Antonius dalam menangkap peluang bisnis. Dengan melakukan kapitalisasi suatu kebiasaan,  Neetip dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat, khususnya bagi para pengguna. Juga telah membantu setiap untuk saling terhubung baik secara online maupun offline. Dengan kata lain, orang pun bisa mendapatkan kenalan baru lantaran menjadi pengguna neetip. Jadi, dengan konsep bisnis seperti ini banyak manfaat yang diperoleh selain tip/komisi pastinya juga memperoleh relasi.

Bagaimana dengan Anda SahabatPreneur yang berbagia, Apa ide bisnis mu???

 

Rahasia Sukses Bisnis Di Bulan Rajab

Hari ini kita masih dalan Bulan Rajab atau memasuki minggu terakhir. Bulan Rajab merupakan perhitungan tahun dalam Islam berdasarkan bulan (qamariyah), berbeda dengan tahun masehi yang menghitung berdasarkan peredaran matahari. Tahun Islam dikenal dengan tahun hijriyah. Jumlah bulan dalam tahun hijriyah juga sama dengan tahun masehi yaitu dua belas bulan.

Bulan Rajab, memiliki keistimewaan dalam Islam. Banyak riwayat dan hadits shahih yang menceritakan bagaimana hikmah bulan Rajab. Karena keistimewaannya, maka bulan Rajab termasuk salah satu bulan haram, artinya dalam bulan Rajab, Allah dan Rasul NYA melarang ummat Islam untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Misalnya dilarang membunuh dan berperang, dilarang melakukan maksiat, dll.

Selain menjauhkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Dalam bulan ini Rasulullah juga memerintahkan ummatnya untuk lebih banyak melakukan amal baik atau kebaikan. Salah satu amal baik yang banyak diriwayatkan dalam hadits Rasulullah adalah berpuasa. Ummat Islam disunnatkan melakukan puasa pada hari pertama bulan Rajab atau pada hari-hari berikutnya dalam bulan Rajab. Sebagaimana Sabda Rasulullah berikut ini:

“puasa hari pertama dari bulan Rajab menghapuskan dosa tiga tahun, puasa pada hari keduanya menghapuskan dosa dua tahun, dan puasa pada hari ketiga menghapuskan dosa satu tahun, kemudian setiap hari-hari selanjutnya akan menghapuskan dosa sebulan.” HR Abu Muhammmad al-Khallal dalam Fada’il Rajab daripada Ibn ‘Abbas.

Bukan hanya itu, dalam bulan yang mulia ini juga ummat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan shalat malam (tahajjud) dan banyak bersedeqah. Gemar menyumbangkan sebagian harta yang dimiliki untuk membantu agama Allah. Menyisihkan sedikit dari penghasilan kita untuk menolong fakir miskin, anak yatim dan lainnya yang membutuhkan. Misalnya membantu biaya untuk pengobatan teman kita yang sedang sakit. Amal baik seperti ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Menurut Ustad Nasrullah dalam materinya tentang magnet rezeki, bersedeqah merupakan salah satu pendongkrak rezeki. Semakin banyak kita bersedeqah justru harta kita semakin bertambah walaupun secara kasat mata uang/harta benda lainnya secara kuantitas berkurang.

Dalam hal sedeqah, Ustad Yusuf Mansur juga banyak mengupas bagaimana dahsyatnya konsep sedeqah untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Bisnis lancar dan berkah, nikmat kesehatan, dijauhkan dari malapetaka, dan yang paling penting adalah harta yang kita peroleh dan gunakan sudah bersih dari hak-hak orang lain.

Singkat kata, penulis bermaksud untuk menyampaikan kepada kita semua dan sekaligus untuk mengingatkan diri sendiri bahwa dalam bulan Rajab inilah kesempatan yang paling besar bagi kita untuk meningkatkan amal baik kita, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan bisnis kita dengan jalan meningkat ibadah di bulan ini. Inilah rahasianya.

Tidak hanya bulan Rajab saja, Allah bahkan menyebut ada tiga bulan yang yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan. Jadi manfaatkan tiga bulan yang mulia dan penuh berkah ini untuk memaksimalkan ibadah-ibadah kita. Pengertian ibadah disini dalam konteks yang lebih luas, yang didalamnya termasuk kegiatan muamalah atau kegiatan traksaksi ekonomi dalam kehidupan.

Perlu kita pahami bersama bahwa ketika seseorang melakukan aktivitas usaha sebagai kegiatan bisnisnya, maka dalam pandangan Islam itu adalah kegiatan yang positif. Maknanya hal itu tidak dilarang bahkan sangat dianjurkan sebab terdapat kebaikan didalamnya. Sehingga misalkan seseorang mengerjakan satu usaha, maka dia akan memperoleh apa yang diusahakannya. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara muslim maupun bukan muslim. Namun ketika seseorang meniatkan melakukan suatu kegiatan muamalah sebagai bagian dari kegiatan ibadahnya kepada Allah dan wujud kasih sayangnya kepada sesama manusia, karenanya dia akan mendapat balasan dari Allah. Inilah sisi perbedaan antara seorang pebisnis muslim dengan lainnya.

Wallahu`alam

Mengais Rupiah Menangkap Peluang Usaha

Praktek Bisnis Menjual Produk

Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia atau sering disebut LP3I adalah sebuah lembaga pendidikan vokasional yang cukup terkenal di Indonesia bahkan hingga ke negara Singapura dan Malaysia. Sebagai lembaga pendidikan yang setara perguruan tinggi, peran LP3I Banda Aceh dalam membantu pemerintah untuk mencetak lulusan yang berkualitas sangat nyata. Bagaimana tidak? Dengan konsep pendidikan yang berbasis pada skill (keahlian) dalam bidang komputer, administrasi perkantoran, perbankan, akuntansi dan sekretaris LP3I Banda Aceh telah berhasil menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan di dunia kerja maupun sebagai profesional.

Tidak hanya itu, LP3I Banda Aceh sejak tahun 2010 juga mengembangkan konsep pendidikan kewirausahaan (entrepreneur). Dengan membekali lulusannya dengan ilmu kewirausahaan, LP3I Banda Aceh mengharapkan alumninya bukan hanya siap bekerja tetapi juga siap berwirausaha.

Dalam usaha mencapai visi tersebut, LP3I membentuk sebuah wadah sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia usaha dan kewirausahaan secara khusus dan berkelanjutan. Wadah tersebut diberi nama Rumah Entrepreneur. Di rumah entrepreneur mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat kewirausahaannya akan digembleng oleh para mentor, trainer dan dosen bidang entrepreneur selama waktu tertentu. Bisa dikatakan rumah entrepreneur adalah Inkubator Bisnis-nya LP3I.

Meskipun LP3I lebih dikenal dengan tagline Cepat Kuliah Cepat Kerja dan faktanya memang 80% lulusannya sudah bekerja, namun LP3I juga mampu mencetak alumni untuk siap terjun ke dunia usaha. Melalui rumah entrepreneur, LP3I merancang berbagai strategi untuk menghasilkan pengusaha muda lulusannya. Dan saat ini sebanyak 10% dari lulusan yang ada sudah sukses menjadi pengusaha muda. Bisnis mereka ada yang bergerak dibidang jasa, perdagangan, bisnis kreatif (bikraf) bahkan bisnis portofolio saham.

Dalam tulisan kali ini, sebenarnya penulis ingin berbagi dengan Anda semua tentang cara LP3I menerapkan konsep pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswanya. Semoga dengan sharing ini Anda bisa memperoleh inspirasi dan manfaat. Hendaknya…

Sebagai lembaga pengembangan profesi. Dalam menjalankan metode pembelajarannya LP3I membekali peserta didiknya dengan 60% praktek dan 40% teori. Sistim perkuliahannya pun bukan hanya dalam kelas (in class) tetapi juga di luar kelas (out class). 

Salah satu metode pembelajaran entrepreneurship, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan bisnis baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Kegiatan di kampus diarahkan pada kegiatan-kegiatan praktek bisnis dan simulasi dalam skala terbatas. Misalnya praktek membuat produk/aplikasi, praktek marketing, bazar, dll. Sedangkan kegiatan praktek bisnis yang dilaksanakan di luar kampus diantaranya ada kegiatan kunjungan mahasiswa ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pasar-pasar tradisional dan praktek menjual produk secara langsung atau program yang diberi nama HAPPY SELLING.

Kegiatan menjual produk secara langsung ini dimaksudkan untuk melatih para peserta program entrepreneurship agar lebih mengenal secara langsung bagaimana strategi menjual dengan tepat. Kegiatan ini juga merupakan penerapan ilmu marketing dan selling skill (salesmanship). Dengan terjun langsung melakukan penjualan, mereka akan lebih memahami tentang konsumen, pelayanan penjualan, komunikasi pemasaran dan yang lebih penting adalah akan melahirkan sikap berani, ramah, sabar dan senang melayani orang lain. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh peserta kelas entrepreneurship dan ini hanya bisa diperoleh melalui tindakan, berbuat secara nyata bukan didalam kelas dengan sejumlah teori.

Berdasarkan pengalaman selama ini, kegiatan Happy Selling sangat positif dan bermanfaat bagi peserta kelas entrepreneur. Tanggapan serupa juga diberikan oleh masyarakat yang selama ini juga memperhatikan program ini. Apalagi antusias para peserta dalam melakukan kegiatan Happy Selling juga sangat tinggi. Mereka sangat bersemangat dalam menawarkan dan menjual produk mereka kepada calon konsumen yang menjadi target market. Hasil akhir yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya mentalitas wirausaha dari para mahasiswa. Lebih jauh lagi, semoga mereka bisa jeli melihat peluang usaha dan berani mengambil peluang tersebut untuk merintis sebuah usaha.

Kini LP3I Banda Aceh bukan hanya berhasil mencetak lulusan yang berkualitas, memiliki kompetensi dan siap untuk bekerja namun juga sukses mendidik dan menciptakan lulusan yang siap berwirausaha dan mandiri sejak muda.

Dengan memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi mahasiswa yang mau berwirausaha sejak kuliah, LP3I Banda Aceh telah memberikan nilai tambah (value added) dalam layanan pendidikannya.

Melalui rumah entrepreneur sebagai inkubator bisnis, program kewirausahaan dapat dijalankan lebih intensif dan fokus pada pencapaian sasaran yang diinginkan. Di rumah entrepreneur ini juga para peserta (tenant) diberikan pinjaman modal usaha untuk menunjang pelaksanaan ide bisnis mereka. Meskipun jumlah pinjaman yang diberikan masih tergolong kecil tetapi jika benar-benar dimanfaatkan, maka modal kerja awal tersebut akan menjadi pendorong semangat bagi tenant dalam meniti tangga kesuksesan bisnisnya menuju masa depan.

Sebelum penulis mengakhiri sharing ini. Beberapa hal barangkali bisa menjadi perhatian dan pertimbangan. Diantaranya, dalam menempuh pendidikan dan melaksanakan program kewirausahaan, peserta bukan hanya membutuhkan teori saja akan tetapi perlu juga untuk menguji teori tersebut dengan melakukan praktek secara langsung. Kita harus memberikan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkreasi dan berinovasi. InshaAllah mereka akan berhasil.

Dengan berani menjual berarti usaha mengais rupiah dan menangkap peluang usaha mulai dihitung.

 

7 Peluang Usaha Dengan Modal Kecil

SahabatPreneur yang budiman. Memiliki sebuah bisnis yang mudah dilakukan dan menguntungkan merupakan impian setiap calon wirausaha muda. Ide bisnis yang banyak dan sempurna belum tentu menjamin bahwa bisnis tersebut bakal berhasil di pasar. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Menentukan jenis peluang usaha yang bisa dilakukan dalam waktu cepat dengan modal kecil tentu menjadi prioritas rencana yang strategis bagi wirausaha pemula yang mau mencoba merintis sebuah bisnis. Namun, kebanyakan calon wirausaha justru lebih menginginkan sebuah ide bisnis yang “wah” dan mewah untuk mereka jalankan. Mereka seakan lupa bahwa dalam merintis usaha bukanlah mencari popularitas semata seperti halnya seorang artis. Akan tetapi membangun cita-cita. Sebab itu, maka cukup memilih ide bisnis yang sederhana, peluang pasarnya tinggi dan membutuhkan modal yang kecil. Pertanyaannya, apakah ada?

Berikut ini penulis ingin memaparkan 7 peluang usaha dengan modal kecil bagi wirausaha pemula, bahkan sangat tepat peluang usaha bagi mahasiswa.

Satu: Usaha Les Privat

Peluang usaha ini bergerak dibidang jasa. Modal utama yang dibutuhkan pada peluang usaha ini adalah Anda memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup bahkan sangat ahli dalam bidang jasa yang Anda tawarkan. Misalnya Anda yang sedang kuliah di jurusan komputer, Anda bisa menawarkan jasa kursus/les privat aplikasi komputer. Anda yang jago matematika bisa menjual jasa les/kursus privat pelajaran matematika.

Mengapa les privat? Karena Anda tidak perlu menyediakan fasilitas tempat belajar. Anda hanya perlu membuat jadwal/skedul belajar bersama klien Anda. Biasanya les privat/kursus dilakukan di rumah klien dan pada jam belajar yang disepakati bersama. Selain tidak mengeluarkan modal investasi yang besar. Anda juga bisa mengatur waktu kuliah Anda (jika masih berstatus mahasiwa).

Kedua: Membuat/menjual aksesoris

Sesuai namanya, aksesoris adalah atribut pelengkap bagi suatu objek. Misalnya aksesoris pakaian, maka produknya seperti bross, pin, dasi, dan mungkin juga perhiasan. Produknya biasanya berukuran kecil (proporsional) dan fungsinya pun sebagai penambah daya tarik. Meskipun bukan kebutuhan utama tetapi tanpa aksesoris seperti sayur tanpa bayam..hehe, eh tanpa garam.

Produk aksesoris ini bisa Anda buat sendiri dengan kreasi unik dan menarik atau Anda bisa membeli dari produsen lain dan menjualnya baik offline maupun online. Tergantung siapa target pasar Anda.

Peluang bisnis ini tergolong prospektif karena aksesoris selalu dibutuhkan oleh mereka yang sangat memperhatikan penampilannya. Selain itu peluang usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Anda bisa membuat showroom atau etalase unik di kamar Anda sendiri. Bahkan saat Anda mau menjual pun bisa dibawa dengan sangat mudah. Kekuatan bisnis ini adalah aksesoris yang Anda tawarkan harus selalu up-to-date mengikuti tren mode. Modal utama yang diperlukan adalah Anda memiliki jiwa seni dan artistik yang kuat. Sebab itu Anda harus selalu membaca majalah-majalah mode agar pengetahuan Anda tentang fashion dan lainnya menjadi value yang bisa Anda padukan dengan produk.

Ketiga: Jual kartu internet dan pulsa

Peluang bisnis ini selalu terbuka lebar sampai saat ini. Di mana setiap orang sudah menggunakan handphone. Meskipun permintaannya masih tinggi, namun tingkat persaingan pun cukup ketat. Bila kita perhatikan, hampir setiap sudut lorong, warung-warung sudah menyediakan produk ini. Akan tetapi pola menjual yang mereka lakukan sangat pasif, mereka hanya menunggu pembeli datang ke tempat penjualannya. Nah, Anda bisa menjadikan kelemahan sistim pemasaran mereka dengan penjualan aktif yang Anda lakukan. Mulailah dari lingkungan terdekat Anda. Tawarkan kepada teman-teman sekitar dulu sampai mereka menjadi pelanggan tetap Anda.

Modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar, untuk bisnis pulsa Anda cukup deposit Rp100 ribu di tahap awal. Jika sudah mulai meningkat permintaannya, Anda bisa melipatgandakan hasil penjualan menjadi modal kembali. Sedangkan untuk kartu internet, Anda bisa bekerjasama dengan orang lain, peluang menjadi reseller juga sangat bagus. Jadi sangat mudah apalagi setiap Anda mempunyai hanphone sendiri sebagai alat kerja. Mengapa tidak digunakan sebagai ladang pendapatan.

Keempat: Menjual buku bacaan

Tahukah Anda? Saat ini banyak sekali lahir penulis-penulis muda berbakat di Indonesia. Karya mereka kaya akan pengetahuan baru dan sangat kreativ dalam menulis, ide-ide brialian mereka tuangkan dalam buku-buku mereka. Belum lagi desainnya yang sangat menarik dan mengundang selera orang untuk membaca isi bukunya.

Perubahan minat baca dikalangan generasi muda juga saat ini tergolong bagus meskipun kata para pengamat pendidikan, minat baca orang Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan negara maju. Ya jelas beda dong, wong dibandingin dengan negara maju. Hehe. Tetapi penulis ingin katakan bahwa transformasi ini melahirkan peluang usaha. Bukan hanya sebagai penulis, menjadi penjual buku-buku best seller pun sangat menguntungkan. Apalagi jika Anda sendiri juga memiliki hobi membaca.

Lalu bukunya darimana kita peroleh? Nah ini, bekerjama dengan toko buku terdekat itu strategi yang paling mudah dilakukan. Anda hanya perlu kenal dengan pemilik toko buku, mendatanginya dan mengajak kerjasama dengan skema tertentu. Namun jika Anda memiliki link (jaringan) dengan penerbit tentu sangat bagus sekali. Jika pun tidak ada yang Anda kenal, masih ada cara lain yaitu bergabung dalam sebuah afiliasi pemasaran (marketing affiliate). Anda bisa googling di internet untuk mencari penulis buku yang menjual karyanya dengan sistim afiliasi.

Kelima: Jasa pengetikan

Sebagai mantan mahasiswa, penulis sudah merasakan dan berpengalaman dalam hal pengerjaan tugas yang diberikan oleh dosen-dosen saya. Pada umumnya tugas yang diberikan berupa penulisan sebuah makalah/artikel. Nah, sebagai mahasiswa dari keluarga sederhana dan hidup mandiri di indekost, saya tidak memiliki perangkat komputer sendiri yang bisa penulis gunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Tindakan yang bisa kita lakukan jika dalam kondisi diatas adalah mencari toko atau tempat rental komputer.

Namun, saat ini saya melihat sudah banyak mahasiswa walaupun indekost tetapi sudah memiliki fasilitas komputer (biasanya jadi pajangan aja ya). Nah kenapa tidak dimanfaatkan untuk menerima jasa pengetikan. Pekerjaan ini tergolong mudah, apalagi Anda yang sudah mahir mengetik sepuluh jari atau dengan kecepatan 250-500 kata per menit. Ini ladang uang lho!

Keenam: Jasa servis komputer/laptop/HP

Peluang usaha ini tergolong besar. Dengan kebiasaan orang negara berkembang yang senang memperbaiki barangnya yang rusak ketimbang menggantikan dengan yang baru. Seperti penulis katakan tadi, saat ini hampir semua orang dirumahnya sudah terpasang komputer sebagai penunjang kerjanya. Pada umumnya mereka adalah pengguna yang tidak memahami teknis mekanikalnya. Jika rusak tidak tahu cara memperbaikinya.

Jika Anda mempunyai tempat usaha tetap tentu sangatlah bagus, namun jika pun tidak, Anda cukup menyediakan jasa Anda dengan panggilan ke rumah-rumah mereka atau kantor-kantor yang membutuhkan jasa Anda. Tinggal Anda melakukan kegiatan promosi dan memiliki skill yang bagus sebagai repairmen. Murah dan mudah bukan?

Pengalaman penulis, setiap saat ketika penulis mengalami kerusakan pada PC/Laptop sering kuwalahan mencari tempat servis yang cepat selesai pengerjaannya. Lho kenapa bisa? Ya..karena barang yang kita bawa tidak langsung bisa dikerjakan. Tapi menunggu antrian dulu. Bahkan baru bisa selesai dalam waktu seminggu. Kebayangkan bagaimana rasanya menunggu?

Ketujuh: usaha catering

Penulis sering menyampaikan ide aneh kepada mahasiswa yang mengikuti kelas kewirausahaan. Kebetulan rata-rata mereka adalah perantau atau indekost. Misanya ide menjual mie instan, rokok, deterjen bahkan telur di kamar kost kita. Rasanya ide tersebut masuk akal dan marketable. Sebagai mantan anak kost selama 15 tahun, penulis sering merasakan saat-saat diserang rasa lapar dan rumahnya jauh dari warung ataupun kios. Solusinya pinjam stok makanan teman dulu nanti saat sudah belanja baru digantikan. Yang paling repot adalah ketika sedang mengerjakan tugas waktu tengah malam. Wow…..mana stok makanan pada teman-teman sudah habis. Kebayang tidak bagaimana sengsaranya?

Bagi Anda yang kreatif dan jeli melihat peluang usaha, masalah seperti ini bisa Anda ubah menjadi bisnis. Anda bisa beli mie instan, telur dll dalam jumlah banyak dan pasarkan ke teman-teman di kost. Lebih mantap lagi adalah Anda menyediakan jasa masak atau catering. penulis yakin sekali peluang bisnis seperti ini jarang dipikirkan oleh mahasiswa yang status indekost. Lalu kenapa tidak Anda coba?

SahabatPreneur yang baik hatinya. Itulah tujuh peluang usaha dengan modal kecil yang pantas Anda jalankan agar kemampuan berbisnis Anda semakin terasah dan teruji. Semoga ada manfaatnya. Terima kasih bagi Anda yang telah berkunjung di blog ini dan telah membaca artikel ini. Hendaknya kesuksesan menjadi milik Anda.

Cara Sukses Berbisnis Sambil Kuliah

Menarik sekali jika kita membaca sebuah cerita sukses (success story)  yang berhasil ditorehkan dan dicatat dengan tinta emas tatkala seorang mahasiswa tiba-tiba menjadi ikon atau model sukses berbisnis sejak masa perkuliahan. Sebut saja salah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar mampu meraih omset penjualan bisnisnya mencapai dua milyar per tahun yang beberapa bulan yang lalu profilnya di blow-up dengan headline news surat kabar ternama dan di relay oleh media online berpengaruh di Indonesia. Bagaimana bisa?

Tentu bisa!  Karena bagi orang yang senang berbisnis, melakukan kegiatan usaha bukanlah pekerjaan yang menyulitkan dan membosankan. Justru merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan dan menantang. Sebaliknya bagi orang yang tidak suka tantangan dan cenderung menjauhi kesulitan, maka membangun usaha (bisnis) merupakan pekerjaan yang sangat sulit dan sangst ditentangnya dengan berbagai alasan. Katanya lebih nyaman menjadi karyawan. Lalu darimana kita mulai? Berikut langkah-langkahnya.

Ide Bisnis

Membangun sebuah bisnis sambil kuliah bisa dikatakan bukanlah perkara mudah. Tentu memiliki kesulitan tersendiri. Namun dengan motivasi yang kuat kesulitan sebesar apapun dapat diatasi. Karena motivasi yang ada lebih besar dari kesulitan yang dihadapi.

Kesulitan pertama sekali yang bakal dihadapi oleh mereka yang terjun berbisnis sambil kuliah adalah tentang ide bisnis apa yang cocok untuk dijadikan sebagai usaha yang layak dijalankan tanpa mengganggu perkuliahan.

Dalam hal memilih ide bisnis yang tepat, calon wirausaha yang mau berbisnis sambil kuliah perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut:

Market

Bisnis yang baik dan layak dijalankan adalah ide bisnis yang produknya dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar (market). Maknanya bahwa produk yang ditawarkan ada permintaan pasar (komsumen). Gejalanya dapat dilihat dengan bagaimana tren permintaan pasar, apakah meningkat atau menurun dari waktu ke waktu. Informasi permintaan pasar dapat diperoleh dengan cara apa saja. Misalnya: melakukan pengamatan (observasi), melakukan survey kecil-kecilan di sekitar lingkungan terdekat pasar. Percuma menawarkan produk yang berkualitas tetapi tidak ada permintaan pasar.

Ide bisnis berdasarkan tren permintaan pasar memang ada plus minusnya apalagi jika tren pasar yang diikuti justru sudah terjadi persaingan ketat. Artinya pesaing yang menawarkan produk tersebut sudah terlalu banyak. Maka sebaiknya hindari menawarkan produk yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi apalagi Anda sebagai pemain pemula.

Prospektif

Selain ide bisnis harus yang produknya ada permintaan pasar, memikirkan ide bisnis yang mempunyai masa depan cerah dalam jangka panjang juga hal yang patut menjadi pertimbangan. Karena membangun sebuah bisnis bukanlah untuk sehari atau seminggu. Tetapi diharapkan bisnis tersebut akan hidup dan berkembang sepanjang waktu atau terus menerus tanpa batas waktu. Bila perlu sampai bisnis tersebut dapat diwariskan kepada anak cucu.

Salah satu contoh bisnis yang tidak memiliki prospek jangka panjang atau tidak prospektif adalah bisnis atau produk yang ditawarkan bersifat musiman. Misalnya; bisnis yang hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, katakanlah saat-saat bulan puasa, ramai-ramai menjual kue/makanan berbuka. Namun setelah bulan puasa berlalu bisnis pun tinggal landas alias tutup.

Bisnis yang memiliki prospek jangka panjang di masa depan dan selalu dibutuhkan sepanjang waktu adalah bisnis yang menawarkan produk-produk kebutuhan primer masyarakat. Misalnya bisnis pendidikan, pakaian, kesehatan, pangan bahkan sebagian yang dulunya dianggap kebutuhan pelengkap, sekarang beralih menjadi kebutuhan pokok. Contohnya: handphone, salon kecantikan, perawatan tubuh, dll. Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah bagaimana bisnis yang kita tawarkan memiliki nilai tambah (value added) dan keunikan (deferensiasi) dengan produk yang sudah lebih dulu ada di pasar.

Bisa Dikerjakan

Banyak ide bisnis pada akhirnya hanya menjadi ide brilian saja tanpa mampu untuk direalisasikan. Pada tahap awal, ide bisnis yang ada tidak perlu muluk-muluk karena pada fase ini kita masih dalam proses belajar dan menemukan pola. Sebab itu, ide bisnis yang bagus adalah yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat Anda masih mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah. Tidak masalah bisnis Anda kecil-kecilan, yang terpenting adalah Anda bisa mengerjakannya sambil kuliah.

Selain itu, secara teknis juga usaha ini tidak membutuhkan keahlian tinggi dan teknologi super canggih untuk menghasilkan produk. Mudah dilaksanakan dimana pun Anda berada saat itu. Tidak terikat dengan sistim produksi yang melekat pada suatu tempat. Atau proses produksinya harus dilakukan pada tempat khusus. Barangkali bisnis dibidang perdagangan dengan sistim online pas untuk contoh diatas.

Hambatan lain dalam melaksanakan sebuah bisnis sehingga tidak bisa diimplimentasi adalah karena kebutuhan modal awal (investasi) yang sangat besar sehingga tidak mencukupi dari tabungan yang ada. Namun pilihlah bisnis yang modalnya kecil sehingga bisnis tersebut bisa dilaksanakan.

Itulah beberapa faktor yang harus dipertimbangalkan oleh calon wirausaha yang mau berbisnis sambil kuliah dalam memilih ide bisnis. Nah sekarang ketika Anda sudah menemukan ide bisnis yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus memiliki:

Ilmu Bisnis

Dalam konteks ini penulis teringat dengan sebuah hadits Rasulullah yang maksudnya kira-kira “jika kalian ingin meraih kehidupan dunia, maka milikilah ilmu dan barangsiapa ingin mencapai kehidupan akhirat juga raihlah dengan ilmu. Dan barangsiapa ingin meraih kedua-duanya maka juga dengan ilmu”. Dari nasehat tersebut jelas sekali bahwa apapun yang ingin kita raih dan capai mestilah memiliki ilmunya. Begitu juga jika ingin sukses berbisnis sambil kuliah juga Anda harus memiliki ilmu bisnis.

Beruntung bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah yang belajar di sekolah-sekolah bisnis atau pada jurusan ekonomi dan bisnis, sehingga dengan sendirinya banyak memperoleh ilmu dan teori-teori tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis. Meskipun hanya sebatas teori, akan tetapi hal itu sangatlah penting. Kata orang bijak tidak ada teori tanpa kenyataan (fakta), begitu juga sebaliknya fakta akan menjelaskan sebuah teori. Artinya teori bisnis yang di peroleh dibangku sekolah/kuliah akan memandu praktek bisnis yang Anda lakukan.

Nah, bagaimana jika kebetulan Anda yang mau sukses berbisnis sambil kuliah tetapi belajar bukan pada sekolah bisnis atau juruan ekonomi dan bisnis? Tenang! Anda bisa memperolehnya melalui jalan berikut ini:

Melalui Pelatihan Bisnis

Pelatihan bisnis (business training) adalah salah satu metode yang dilakukan oleh lembaga pengembangan bisnis untuk memberikan pemahaman dan skill dasar bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah. Saat ini hampir semua perguruan tinggi telah menyelenggarakan seminar dan pelatihan bisnis bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah sebagai nilai tambah dalam penyelenggaraan pendidikan. Misalnya LP3I memiliki Rumah Entrepreneur sebagai inkubator bisnis yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat bisnis yang dimiliki oleh mahasiswanya. Jika Anda ingin mengikuti pelatihan bisnis yang diselenggarakan oleh pihak profesional juga sangatlah mudah. Pelatihan bisnis itu sendiri ada yang sifatnya gratis dan ada juga yang berbayar.

Jika kita menelusuri sejumlah mahasiswa yang saat ini sukses berbisnis sambil kuliah, penulis yakin sekali bahwa salah satu penyebabnya adalah karena mereka telah memiliki ilmu yang memadai tentang bisnis yang digelutinya. Dengan ilmu proses bisnis yang Anda lakukan menjadi lebih terarah dan mampu memenej (manage) dengan baik. Tanpa ilmu Anda hanya akan melakukan kesalahan demi kesalahan. Pada akhirnya tanpa Anda sadari kesalahan fatal yang menyebabkan  hancurnya usaha bakal Anda lakukan.

Maganglah Ditempat Orang Lain

Strategi lain agar Anda mempunyai ilmu bisnis yang cukup saat akan memulai bisnis adalah dengan cara melakukan magang bisnis ditempat orang lain yang bisnisnya sama atau hampir sama dengan bisnis yang bakal Anda laksanakan. Magang berarti terjun secara langsung ke lapangan dan melakukan kegiatan bisnis seperti seharusnya. Strategi ini sangat efektif untuk memperoleh pengalaman bisnis yang baik. Dengan Anda merasakan bagaimana proses bisnis dilakukan dengan seharusnya, maka pengalaman tersebut akan sangat berguna saat Anda menerapkannya pada bisnis Anda. Namun masalahnya adalah untuk menemukan pelaku bisnis yang sama dengan Anda yang sudah terbukti sukses tidak mudah. Jika pun ada di sekitar Anda, untuk diizinkan bermagang diusahanya perlu pendekatan khusus.

Konsultasi Bisnis

Anda memerlukan penasehat dalam proses membangun bisnis yang Anda rintis. Sekalipun Anda memiliki ilmu yang cukup mumpuni, keahlian yang memadai dan mungkin juga punya pengalaman magang yang cukup lama. Namun tetap saja Anda tidak boleh mengabaikan seseorang yang Anda posisikan sebagai penasehat bisnis Anda. Sebagai penasehat tentulah mereka merupakan orang ahli atau pakar.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda sudah pasti akan menghadapi berbagai macam masalah dan kendala, baik problem teknis maupun masalah strategis. Peran penasehat bisnis disini adalah mereka akan bertindak seperti halnya seorang pelatih tim sepak bola. Pelatih dapat memberi masukan dan bahkan dapat melihat sesuatu yang Anda tidak mampu melihatnya dalam proses bisnis Anda. Penasehat bisnis profesional saat ini sering disebut konsultan bisnis. Carilah konsultan bisnis yang Anda percayai dan laksanakan nasehatnya. Selalu berkonsultasi jika ada masalah.

Manajemen Waktu

Pengaturan waktu dengan disiplin sangat berperan penting dalam mempengaruhi kesuksesan bisnis dan kuliah Anda sekaligus. Adakalanya waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan bisnis lebih banyak dibandingkan waktu yang diperlukan untuk kuliah. Katakan saja dalam sehari barangkali waktu kuliah hanya beberapa jam saja atau tidak sepanjang hari. Begitu juga dalam seminggu mungkin hanya dibutuhkan beberapa hari saja. Namun dalam mengerjakan bisnis, waktu yang dibutuhkan terkadang bisa sepanjang hari, bahkan setiap hari dalam seminggu dan bisa sampai larut malam. Sangat tergantung pada jenis bisnis apa yang Anda jalankan dan produk serta target pasar apa yang Anda bidik. Kegiatan penjualan pun dilakukan tanpa batas waktu. Namun bagi Anda yang sedang kuliah, Anda bisa mengatur sendiri kapan bisnis mau dibuka dan ditutup. Dengan bantuan seseorang yang Anda percayai untuk membantu sangat menunjang kesuksesan bisnis Anda.

Dalam bagian ini, Anda harus benar-benar mampu membagi waktu dengan baik. Kapan waktu kuliah dan kapan waktu digunakan untuk menjalankan bisnis. Ketegasan Anda terhadap pelaksanaan manajemen waktu yang telah Anda susun menjadi kunci utama kedisiplinan Anda dalam berbisnis dan juga kuliah.

Persoalan Modal

Tidak ada bisnis yang tidak memerlukan modal. Sekalipun Anda seorang agen, reseller atau broker, modal tetaplah dibutuhkan. Modal yang penulis maksud disini adalah bukan hanya uang (financial) tetapi juga non uang (non-financial). 

Untuk usaha start-up atau bisnis baru, mengajukan pinjaman ke pihak bank merupakan suatu yang mustahil dikabulkan. Oleh sebab itu, mau tidak mau Anda harus memiliki tabungan sendiri atau pinjaman dari keluarga sebagai modal awal. Sebab itulah mengapa penulis menyarankan agar memilih bisnis yang tidak membutuhkan modal besar. Selain jika mengalami kegagalan Anda tidak terjadi kerugian besar dan Anda mampu cepat bangkit, namun dengan bisnis yang bisa dilaksanakan dengan modal kecil, maka ide bisnis dapat segera dilaksanakan. Tidak menjadi semakin bertambah panjang daftar ide bisnis yang Anda tulis dalam buku diary bisnis Anda, lalu menjadi barang antik di museum pustaka ide bisnis.

Penulis berpikir dalam hal modal banyak strategi yang bisa Anda tempuh, selain mengandalkan tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga bahkan Anda bisa berpatungan (join modal) dengan teman-teman lalu buat konsep bagi hasil.

Akhirnya penulis sangat berharap Anda yang saat ini sedang kuliah dapat juga memulai merintis bisnis kecil-kecilan sehingga kesuksesan dapat Anda raih sebelum Anda di wisuda. Jika ada kemauan, bukanlah hal yang mustahil bahwa sukses berbisnis sambil kuliah akan benar-benar terjadi. selamat mencoba!