Pisang Sale Khas Aceh Besar

 

Aceh sebagai salah satu daerah tropis, mampu menghasilkan begitu banyak buah pisang. Tanaman pisang yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia tersebut sangat mudah hidup dan tumbuh di lahan-lahan perkebunan warga.

Sebagai tanaman tropis, pohon pisang tidak membutuhkan banyak air dalam proses penanamannya. Sehingga berkebun pisang dapat dilakukan oleh siapa saja, yang penting memiliki lahan yang cocok dan tidak mudah diserang hewan buas.

Dalam kehidupan masyarakat Aceh pohon pisang dikenal sebagai tumbuhan multimanfaat. Bagaimana tidak? Mulai dari ujung daun sampai akar batang pisang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Oleh sebab tidak heran jika setiap rumah di desa-desa di Aceh selalu ada pohon pisang walaupun hanya beberapa batang. Ini mengisyaratkan bahwa antara masyarakat Aceh dan pohon pisang memilki satu ikatan dalam kehidupan.

Selain berguna dari batangnya, daun, pelepah, pohon pisang juga menghasilkan buah yang sangat enak, manis dan lembut. Apalagi jika dikonsumsi saat buah sudah matang.

Dari sisi kesehatan, buah pisang mengandung banyak vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dapat membuat pencernaan jadi lebih sehat dan menyegarkan badan. Bahkan pisang ini sangat direkomendasikan sebagai makanan pendamping bagi balita.

Produk Pisang Sale

Tidak salah jika orang mengatakan buah pisang sebagai buah ajaib. Maksudnya buah tersebut memiliki banyak khasiat juga, mudah ditanami juga, dan yang lebih hebatnya, pisang dapat diolah menjadi berbagai produk lain yang lebih bernilai.

Salah satu olahan pisang yang akrab dengan masyarakat Aceh adalah pisang sale atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan (pisang asap).

Seperti yang dilakukan oleh seorang gadis Aceh lulusan sebuah perguruan tinggi swasta di Banda Aceh yang kini menekuni usaha pembuatan pisang sale. Bersama dengan orang tuanya, Anggun Kasturi (22) menciptakan sebuah produk khas yang terbuat dari pisang.

Jenis pisang yang digunakan dalam produksi pisang sale sangat mempengaruhi kualitas, baik dari segi cita rasa maupun warna dan daya tahan penyimpanan.

Anggun Kasturi (22) sedang menjelaskan proses produksi pisang sale nya ke konsumen yang berkunjung langsung ke rumah produksi (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Berdasarkan pengalamannya, pisang wak (saya tidak tahu sebutan dalam bahasa Indonesia) memiliki keunggulan tersendiri dari jenis pisang lain sebagai bahan baku pisang sale.

Dengan rasanya yang manis, pisang wak sangat digemari oleh konsumen. Sehingga setiap bulannya, produksi pisang sale milik Anggun selalu meningkat. Bahkan untuk permintaan di pasar Banda Aceh saja saat ini sudah mencapai 500 kg per bulan.

Belum lagi permintaan konsumen luar kota bahkan sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Jakarta yang dikirim setiap minggu.

Meluasnya penjualan dan area pemasaran pisang sale tidak terlepas dari bantuan teknologi informasi yang dikerap digunakan oleh Anggun. Dengan ketrampilan yang diperoleh di bangku kuliah, telah menolong ia dalam mengembangkan usaha pisang sale nya tersebut.

Memanfaatkan kehebatan sosial media dalam melakukan promosi adalah salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh  dara manis asal Aceh Besar ini. Dan kini telah terbukti upaya yang selama ini dilakukan telah memberikan hasil maksimal.