Catat Ragam Even Wisata Aceh 2018

Aceh memang fenomenal, menjadi buah bibir masyarakat dunia. Bukan hanya karena Aceh sulit ditaklukkan oleh Belanda saat masa penjajahan dulu lalu menjadi sejarah cikal bakal kemerdekaan negeri Indonesia tercinta.

Namun masyarakat dunia juga sering membicarakan Aceh karena budaya Islamnya yang sangat kental ditengah-tengah masyarakat, sehingga saat ini di Aceh diberlakukan syariat Islam sebagai bagian dari hukum positif yang berlaku dalam wilayah hukum Aceh.

Tidak sampai disitu, Aceh juga sering dibicarakan ditingkat Internasional karena memiliki sumber minyak dan gas yang cukup besar sebagai kekayaan alam Aceh namun masyarakatnya justru miskin.

Belum lagi Aceh sangat terkenal dengan daun ganja yang sangat berkualitas dan disukai masyarakat dunia yang senang menghisap ganja.

Dan terakhir Aceh menjadi pusat perhatian masyarakat diberbagai belahan dunia ketika Aceh luluh lantak ketika dihantam banjir besar tsunami pada tahun 2004 yang menelan korban ratusan ribu jiwa dan memporak-poranda Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Itu semua merupakan bagian dari bahan pembicaraan masyarakat Internasional terhadap Aceh. Fenomenal, unik dan itulah fakta sejarahnya.

Karena begitu uniknya Aceh, telah membuat begitu banyak orang ingin mengetahui dan mengenal Aceh secara lebih dekat. Kedatangan wisatawan dari manca negara untuk melihat mesjid Raya Baiturrahman, melihat tempat-tempat bersejarah dan menikmati panorama alam yang sangat indah dan sejuk.

Menurut sebuah data menunjukkan jumlah kunjugan wisatawan baik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara terus terjadi peningkatan. Pada tahun 2017 lalu jumlah wisatawan mencapai 2.944.169 orang, jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang berjumlah 2.154.249 orang.

Fakta ini telah membuat rasa optimisme Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wakilnya Nova Iriansyah untuk meningkatkan lagi jumlah kunjungan wisnus dan wisman ke Aceh dengan membuat berbagai program dan terobosan dalam dunia keparawisataan.

Bukan hanya membenahi infrastruktur dan sistim pelayanan perjalanan wisata yang dipermudah dan accessable, namun masyarakat Aceh juga diajak untuk siap menyambut tamu yang datang dengan sifat terbuka dan ramah.

Melihat berbagai potensi Aceh yang sangat menarik untuk ditawarkan kepada wisatawan, Gubernur Aceh mencanangkan program khusus wisata Aceh yang mengusung tema “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata.” program ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi tamu luar Aceh untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu destinasi wisata pilihan.

Apalagi Aceh baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pariwisata dengan anugerah Destinasi Wisata Halal Dunia, maka semakin memberikan keyakinan bagi Aceh untuk terus memperkuat branding dan positioning industri parawisata Aceh dalam kancah persaingan lokal maupun global.

Untuk mewujudkan impian Aceh menjadi daerah yang menarik, aman dan nyaman dikunjungi, kini Aceh menyusun berbagai rencana aksi even wisata berkelas Internasional dengan beragam kegiatan yang menonjolkan daya tarik wisata alam bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Aceh.

Beberapa even besar yang masuk kategori Atraksi Top Aceh 2018, diantaranya Sabang Marine Festival, Aceh Internasional Marathon, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII, Gayo Alas Montain Internasional Festival, Tour de Leuser, Aceh Internasional Freediving, Aceh Surfing Championship dan dua even menarik lainnya bidang kuliner yaitu Aceh Culinary Festival dan Internasional Rapa’i Festival.

Even Aceh Internasional Marathon 2018, Aceh Surfing Championshipdan Aceh Internasional Freediving adalah kegiatan berkonsep wisata bidang olah raga, target pesertanya adalah atlet berbagai negara.

Aceh Internasional Marathon sendiri akan digelar pada tanggal 29 Juli 2018 di Sabang dengan target peserta sebanyak 5.000 orang. Pemilihan Sabang sebagai tempat pelaksanaan mengingat Sabang selama ini telah menjadi destinasi wisata internasional dan tidak asing lagi bagi masyarakat dunia.

Berbagai even ini digelar bukan hanya menjadi ajang serimonial belaka, namun ini bagian dari strategi memperkenal Aceh ke dunia luar, apalagi selama ini Aceh sering dianggap sebagai daerah yang tidak aman, konflik dan beresiko tinggi.

Pemerintah Aceh sangat menginginkan setiap wisatawan yang akan berkunjung maupun yang sudah berkunjung ke Aceh bisa mengenang berbagai pengalaman yang berkesan selama berwisata di tanah rencong ini.

Tidak perlu kuatir, Aceh sudah aman. Anda bisa datang dan menikmati suasana damai Aceh kapan saja. Bahkan tengah malam pun Anda bisa menikmati nikmatnya kopi Aceh, martabak, canai Aceh, Mie Aceh dan berbagai jenis kuliner khas Aceh lainnya, tanpa perlu merasa takut.

Tentu saja, kondisi ini berkat dukungan masyarakat yang sangat menyadari betapa penting menjaga keamanan dan menghindari konflik yang tidak ada gunanya. Kemudian Pemerintah Aceh meramu situasi ini menjadi satu kekuatan baru dalam mempromosikan dunia wisata Aceh ke wisatawan internasional.

Dengan moto promosi wisata Aceh “The Light of Aceh” merefleksikan semangat seluruh masyarakat Aceh dalam menyambut kedatangan wisatawan ke Aceh dengan ramah, memuliakan mereka dalam bingkai syariat islam

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan