Pentingnya Mengetahui Bakat dan Minat Bagi Siswa SMA/SMK Sederajat

Pendidikan | Politeknik Kutaraja

Foto: Dewa 19, Ahmad Dhani dkk. (google.com)

Memang bukan jaminan bahwa dengan mengetahui bakat yang dimiliki oleh seseorang, lalu orang tersebut serta merta menjadi sukses. No! Masih diperlukan serangkaian variabel lain yang harus dmiliki juga dilakukan. Bagaimana mungkin tanpa mengerjakan apapun kemudian menjadi sukses hanya karena mereka diduga memiliki suatu bakat. Bagaimana pula nasib orang yang tidak mempunyai bakat?

Namun yang meyakini teori sukses dan bakat tentu saja sangat percaya bahwa kontribusi paling besar yang dapat menunjang kesuksesan seseorang adalah diawali dengan sebuah bakat. Atas dasar ini lalu seseorang dapat dengan mudah memilih sejak dini jalan kesuksesan yang mereka bangun. Dengan kata lain melakukan sesuatu dengan tidak berbakat akan sangat berbeda hasil dan kualitasnya dibanding bila dikerjakan oleh mereka yang memiliki bakat pada bidang tersebut.

Lalu apakah bakat itu? Euis (2004) menyatakan bahwa, bakat (Aptitude) diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud. Menurut KBBI bakat dapat diartikan dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkan untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan dengan suatu latihan khusus, misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik dan lain sebagainya (Wijaya 1988). Ya! bakat itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada seseorang atau bahkan kepada setiap orang, artinya bahwa setiap orang sebenarnya adalah memiliki bakat pada bidang tertentu. Bisa jadi seseorang sangat berbakat pada bidang musik, dan orang lainnya berbakat pada bidang melukis atau lainnya. Karena bakat ini bawaan sejak lahir, maka idealnya setiap orang sudah mengetahui apa bakat yang dimiliki dan dibidang apa bakat tersebut. Paling tidak, setiap orang tua sudah mengenali dan mengetahui bakat-bakat anaknya.

Untuk mengetahui bakat-bakat yang dimiliki, memang secara kasat mata bisa terlihat dan diketahui dengan mempelajari perilaku yang ditampilkan oleh orang tersebut, namun untuk memastikannya memerlukan suatu teknik secara ilmiah yang diakui dalam ilmu pengetahuan modern. Pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh para praktisi yang mempelajari ilmu perilaku atau yang sering kita kenal dengan sebutan psikolog. Merekalah yang dapat menentukan seseorang memiliki bakat apa dan dibidang mana.

Seiring perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sebahagian pekerjaan para psikolog dalam melihat dan menentukan bakat seseorang sudah dapat dilakukan oleh orang yang bukan psikolog sekalipun. Dengan bantuan aplikasi baik online maupun offline yang dirancang secara khusus, seseorang dapat melihat bakat dirinya sendiri. Tentu saja aplikasi yang dimaksud juga merupakan hasil rancangan dan rekomendasi para psikolog.

Politeknik Kutaraja Akan Mengadakan Tes Bakat dan Minat Bagi Siswa SMA/SMK Sederajat se-Kota Banda Aceh. Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi, segenap manajemen Politeknik Kutaraja di Banda Aceh merencanakan untuk melakukan kegiatan tersebut sebagai upaya membantu para siswa yang akan lulus SMA/SMK dan melanjutkan kuliah untuk mengetahui bakat yang sesuai dengan pilihan jurusan dan bidang ilmu yang cocok dengan minatnya. Sehingga proses pendidikan yang mereka jalani nantinya dapat lebih menyenangkan dan memuaskan. Hal tersebut sangat penting karena dengan suasana hati yang gembira, maka para siswa akan dapat melahirkan prestasi-prestasi terbaiknya dalam perkulihan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah tidak menimbulkan stress yang sangat menganggu proses pendidikan disebabkan ketidaksukaan mereka terhadap jurusan dan bidang yang mereka pilih sendiri sejak awal, dimana mereka tidak mengetahui apa bakat dan minat yang mereka miliki. Jika kondisi ini terjadi, maka ujung-ujungnya adalah mereka akan gagal kuliah dan bahkan terkena droup out (DO) dari kampus mereka. Tentu saja situasi tersebut tidak diinginkan oleh siapa pun apalagi para orang tua siswa/mahasiswa.

Jika dikaitkan dengan dunia kerja, seseorang yang sudah mengetahui bakat yang dimilikinya, maka mereka akan mencari kerja dibidang bakat mereka tersebut. Bekerja dengan keahlian tertentu karena suatu bakat akan sangat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan berkualitas. Jika dia seorang yang berbakat dalam melukis, maka keahlian melukisnya itu dapat melahirkan karya yang sangat luar biasa. Kenapa bisa? ya karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati dan dengan perasaan yang sangat menyenangkan. Kinerja pun sangat produktif dan berkualitas tinggi.

Kisah Sukses DEWA 19 Karena Bakat Bermain Musik. Seperti dilansir pada laman facebook Inspira diposting pada tanggal 18 November 2015. Grup musik Dewa 19, sulit untuk tak menyebut nama Ahmad Dhani. Musisi bertangan dingin yang sukses menukangi band itu hingga berhasil mencapai puncak popularitas dengan puluhan hits yang sebagian besar ia ciptakan bersama rekan-rekannya.

Putra pasangan Eddy Abdul Manaf dan Joyce Theresia Pamela ini sejak duduk di bangku SD sudah menggandrungi karya-karya grup band legendaris asal Inggris, Queen. Kecintaannya pada band yang terkenal dengan hits Bohemian Rapsody itu dapat terlihat dari koleksi albumnya yang mencapai 50 keping. Bakat bermusik anak pertama dari tiga bersaudara ini mulai bergeliat saat ia bersekolah di SMPN 6 Surabaya. Saat itu, tepatnya di tahun 1986, Dhani dan tiga orang sahabatnya Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso mendirikan grup band DEWA.

Awalnya, mereka mengusung aliran musik rock namun kemudian mencoba jalur musik jazz. Perubahan aliran musik tersebut kemudian diikuti pula dengan perubahan nama DEWA menjadi Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani dan kawan-kawan sempat menjuarai Festival jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA ’90 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik. Namun pada akhirnya Dhani kembali ke jalur rock dengan mengibarkan bendera DEWA 19 dan kemudian merekrut Ari Lasso sebagai vokalis. Setelah lulus SMA, di tahun 1991, Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta. Alasan kepindahannya ke ibukota karena di Kota itu tidak ada studio yang memadai. Setibanya di Jakarta, Dhani pun mencoba peruntungan nasib dengan mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota.  Namun pada akhirnya Ahmad Dhani dan DEWA 19 sukses menjadi Band Papan Atas di Indonesia. (Inspira)——(*ham)

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan