Politeknik Sebagai Pilihan Pendidikan Masa Depan

Pendidikan Vokasi Sebagai Model Pendidikan Masa Depan Indonesia l Politeknik Kutaraja 

Politeknik Penuh Inspirasi

Dewasa ini di Indonesia sesuai data Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran terdidik yang merupakan lulusan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan utama. Hal ini, salah satunya disebabkan karena masih ada beberapa lulusan perguruan tinggi yang kualitas lulusannya kurang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini. Walaupun pendidikan merupakan kebutuhan dasar akan ilmu pengetahuan namun tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan tinggi di Indonesia juga diarahkan untuk mencapai kemajuan negara dan kesejehteraan lulusan itu sendiri.

Berbicara mengenai pendidikan, di Indonesia ada tiga jenis pendidikan tingggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, program pendidikan di pendidikan tinggi mencakup pendidikan akademik (sarjana, magister, dan doktor), pendidikan profesi/spesialis dan pendidikan vokasi (diploma). Secara definisi pendidikan akademik dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tertentu. Pendidikan kademik mencakup program pendidikan sarjana (S1), magister atau master (S2) dan doktor (S3).

Sedangkan Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Pendidikan vokasi mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan Sarjana Terapan. Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya). S.Tr.(Sarjana Terapan). Ada kecenderungan (trend) pendidikan di masa depan, dimana mulai terjadi pergeseran dari sistem pendidikan untuk invensi menuju pendidikan yang lebih mengacu pada kebutuhan masyarakat, maka pendidikan tinggi vokasi merupakan pendidikan yang sangat sesuai dalam penyiapan lulusan yang mampu bekerja dan siap berprofesi.

Dalam pendidikan vokasi penguasaan aspek keilmuan dan teor-teori tidak begitu utama, justru yang sangat penting adalah mahasiswa/siswa memiliki ketrampilan khusus dalam bidang program yang mereka ikuti. Pendidikan vokasi menekankan pembelajaran terstruktur dengan keahlian, dalam kurikulumnya mencakup muatan pembelajaran keilmuan, keterampilan dan praktik kerja lapangan. Lembaga pendidikan vokasi juga bermitra dengan perusahaan dan industri sebab pembelajaran tidak hanya dilakukan kampus tapi juga di perusahaan, inilah kelebihan pendidikan vokasional yang paling subtansial, dimana mahasiswanya dituntut mampu bekerja dengan terampil saat dibutuhkan perusahaan dan maupun pemerintah. Sehingga dalam perkembangan dunia saat ini lulusan perguruan tinggi vokasi sangat dibutuhkan peranannya dalam berbagai sektor, terutama sektor ekonomi dan bisnis. Kontribusi para lulusan yang memiliki keahlian dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan industri.

Jika kita berkaca pada negara-negara maju ternyata rasio pendidikannya lebih besar pendidikan vokasi bila dibandingkan pendidikan akademik dan perannya pun nyata dalam mencapai kemajuan. Jerman misalnya. Model pendidikan vokasi di Jerman telah terbukti mendukung kemajuan industri/perusahaan dan ketahanan ekonomi Jerman. Di negara lainnya juga meniru sistem pendidikan vokasi ini seperti Cina. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang lebih memilih lulusan pendidikan kejuruan yang telah menguasai keahlian praktikal, karena dianggap lebih siap kerja, maka tingkat permintaan lulusan oleh industri semakin tinggi. Itulah ciri khas perguruan tinggi vokasi di mana dapat menghasilkan lulusan yang profesional di bidangnya, sebab kurikulum yang diberikan berbasis kompetensi sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat bersaing di dalam dunia kerja.

Jadi sebenarnya dapat kita katakan bahwa pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan yang memadukan antara fungsi pendidikan (education) yang menyiapkan sumber daya manusia seutuhnya dengan pelatihan (training) yang berperan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja atau berkarir pada suatu bidang profesi tertentu.

Meskipun pendidikan vokasi masih tergolong baru dan berusia muda di Indonesia namun minat dan animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan jenis ini tergolong tinggi dan tren-nya terus terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat kita lihat dengan pertumbuhan pendirian kampus politeknik yang begitu pesat. Berdasarkan data Kemenristekdikti (2015) dari sejumlah 3.227 perguruan tinggi, total politeknik di Indonesia berjumlah 262, yang terdiri atas 43 (17%) politeknik negeri, 53 politeknik kedinasan (20%) dan 166 politeknik swasta (63%) atau meningkat dari tahun sebelumnya. Walaupun demikian, jumlah politeknik di Indonesia juga masih sangat besar ketimpangannya.

Kebutuhan Lulusan Vokasi.
Mengaitkan potensi yang ada dengan pengembangan pendidikan vokasi menuju Indonesia yang makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran. Dengan potensi yang begitu besar, untuk mengeksploitasinya secara bijaksana diperlukan tenaga kerja yang bermutu dari segi pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural), keahlian/keterampilan (sesuai dengan bidang garapan), dan karakter nasionalis yang kuat dan mulia. Semua ini dapat diperoleh melalui pendidikan dalam arti luas.

Berdasarkan pemikiran tersebut di atas maka Politeknik merupakan lembaga pendidikan yang sangat tepat untuk mewujudkan visi tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2007 menyatakan bahwa pendidikan politeknik sangat sesuai untuk dikembangkan di Indonesia karena didasarkan pada besarnya kebutuhan tenaga kerja dan sumber daya manusia terampil di Indonesia.

Jika memperhatikan program pembangunan Pemerintah yang tertuang dalam Nawacita pun pengembangan pendidikan vokasi pun sangat relevan sebagai penyedia tenaga kerja yang handal berkompeten, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Sehingga sangat tepat jika Presiden Jkw-Jk memasukkan pendidikan vokasi sebagai sasaran utama program kerja bidang pendidikan atau apa yang disebut dengan Program Indonesia Pintar. Dalam dua dekade ke depan, Indonesia membutuhkan satu juta lulusan baik tingkat sekolah kejuruan maupun tingkat diploma tiga dan sarjana terapan seperti lulusan politeknik. Inilah peluang dan target yang akan kita manfaatkan untuk menyiapkan para lulusan yang siap pakai, memiliki kahlian dan berdaya saing sebagaimana visi dan misi POLITEKNIK KUTARAJA (*ham)

Pentingnya Mengetahui Bakat dan Minat Bagi Siswa SMA/SMK Sederajat

Pendidikan | Politeknik Kutaraja

Foto: Dewa 19, Ahmad Dhani dkk. (google.com)

Memang bukan jaminan bahwa dengan mengetahui bakat yang dimiliki oleh seseorang, lalu orang tersebut serta merta menjadi sukses. No! Masih diperlukan serangkaian variabel lain yang harus dmiliki juga dilakukan. Bagaimana mungkin tanpa mengerjakan apapun kemudian menjadi sukses hanya karena mereka diduga memiliki suatu bakat. Bagaimana pula nasib orang yang tidak mempunyai bakat?

Namun yang meyakini teori sukses dan bakat tentu saja sangat percaya bahwa kontribusi paling besar yang dapat menunjang kesuksesan seseorang adalah diawali dengan sebuah bakat. Atas dasar ini lalu seseorang dapat dengan mudah memilih sejak dini jalan kesuksesan yang mereka bangun. Dengan kata lain melakukan sesuatu dengan tidak berbakat akan sangat berbeda hasil dan kualitasnya dibanding bila dikerjakan oleh mereka yang memiliki bakat pada bidang tersebut.

Lalu apakah bakat itu? Euis (2004) menyatakan bahwa, bakat (Aptitude) diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud. Menurut KBBI bakat dapat diartikan dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkan untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan dengan suatu latihan khusus, misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik dan lain sebagainya (Wijaya 1988). Ya! bakat itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada seseorang atau bahkan kepada setiap orang, artinya bahwa setiap orang sebenarnya adalah memiliki bakat pada bidang tertentu. Bisa jadi seseorang sangat berbakat pada bidang musik, dan orang lainnya berbakat pada bidang melukis atau lainnya. Karena bakat ini bawaan sejak lahir, maka idealnya setiap orang sudah mengetahui apa bakat yang dimiliki dan dibidang apa bakat tersebut. Paling tidak, setiap orang tua sudah mengenali dan mengetahui bakat-bakat anaknya.

Untuk mengetahui bakat-bakat yang dimiliki, memang secara kasat mata bisa terlihat dan diketahui dengan mempelajari perilaku yang ditampilkan oleh orang tersebut, namun untuk memastikannya memerlukan suatu teknik secara ilmiah yang diakui dalam ilmu pengetahuan modern. Pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh para praktisi yang mempelajari ilmu perilaku atau yang sering kita kenal dengan sebutan psikolog. Merekalah yang dapat menentukan seseorang memiliki bakat apa dan dibidang mana.

Seiring perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Sebahagian pekerjaan para psikolog dalam melihat dan menentukan bakat seseorang sudah dapat dilakukan oleh orang yang bukan psikolog sekalipun. Dengan bantuan aplikasi baik online maupun offline yang dirancang secara khusus, seseorang dapat melihat bakat dirinya sendiri. Tentu saja aplikasi yang dimaksud juga merupakan hasil rancangan dan rekomendasi para psikolog.

Politeknik Kutaraja Akan Mengadakan Tes Bakat dan Minat Bagi Siswa SMA/SMK Sederajat se-Kota Banda Aceh. Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi, segenap manajemen Politeknik Kutaraja di Banda Aceh merencanakan untuk melakukan kegiatan tersebut sebagai upaya membantu para siswa yang akan lulus SMA/SMK dan melanjutkan kuliah untuk mengetahui bakat yang sesuai dengan pilihan jurusan dan bidang ilmu yang cocok dengan minatnya. Sehingga proses pendidikan yang mereka jalani nantinya dapat lebih menyenangkan dan memuaskan. Hal tersebut sangat penting karena dengan suasana hati yang gembira, maka para siswa akan dapat melahirkan prestasi-prestasi terbaiknya dalam perkulihan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah tidak menimbulkan stress yang sangat menganggu proses pendidikan disebabkan ketidaksukaan mereka terhadap jurusan dan bidang yang mereka pilih sendiri sejak awal, dimana mereka tidak mengetahui apa bakat dan minat yang mereka miliki. Jika kondisi ini terjadi, maka ujung-ujungnya adalah mereka akan gagal kuliah dan bahkan terkena droup out (DO) dari kampus mereka. Tentu saja situasi tersebut tidak diinginkan oleh siapa pun apalagi para orang tua siswa/mahasiswa.

Jika dikaitkan dengan dunia kerja, seseorang yang sudah mengetahui bakat yang dimilikinya, maka mereka akan mencari kerja dibidang bakat mereka tersebut. Bekerja dengan keahlian tertentu karena suatu bakat akan sangat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan berkualitas. Jika dia seorang yang berbakat dalam melukis, maka keahlian melukisnya itu dapat melahirkan karya yang sangat luar biasa. Kenapa bisa? ya karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati dan dengan perasaan yang sangat menyenangkan. Kinerja pun sangat produktif dan berkualitas tinggi.

Kisah Sukses DEWA 19 Karena Bakat Bermain Musik. Seperti dilansir pada laman facebook Inspira diposting pada tanggal 18 November 2015. Grup musik Dewa 19, sulit untuk tak menyebut nama Ahmad Dhani. Musisi bertangan dingin yang sukses menukangi band itu hingga berhasil mencapai puncak popularitas dengan puluhan hits yang sebagian besar ia ciptakan bersama rekan-rekannya.

Putra pasangan Eddy Abdul Manaf dan Joyce Theresia Pamela ini sejak duduk di bangku SD sudah menggandrungi karya-karya grup band legendaris asal Inggris, Queen. Kecintaannya pada band yang terkenal dengan hits Bohemian Rapsody itu dapat terlihat dari koleksi albumnya yang mencapai 50 keping. Bakat bermusik anak pertama dari tiga bersaudara ini mulai bergeliat saat ia bersekolah di SMPN 6 Surabaya. Saat itu, tepatnya di tahun 1986, Dhani dan tiga orang sahabatnya Andra Junaidi, Erwin Prasetya, dan Wawan Juniarso mendirikan grup band DEWA.

Awalnya, mereka mengusung aliran musik rock namun kemudian mencoba jalur musik jazz. Perubahan aliran musik tersebut kemudian diikuti pula dengan perubahan nama DEWA menjadi Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani dan kawan-kawan sempat menjuarai Festival jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA ’90 atau juara II Djarum Super Fiesta Musik. Namun pada akhirnya Dhani kembali ke jalur rock dengan mengibarkan bendera DEWA 19 dan kemudian merekrut Ari Lasso sebagai vokalis. Setelah lulus SMA, di tahun 1991, Ahmad Dhani hijrah ke Jakarta. Alasan kepindahannya ke ibukota karena di Kota itu tidak ada studio yang memadai. Setibanya di Jakarta, Dhani pun mencoba peruntungan nasib dengan mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota.  Namun pada akhirnya Ahmad Dhani dan DEWA 19 sukses menjadi Band Papan Atas di Indonesia. (Inspira)——(*ham)

Politeknik Berkualitas, Pendidikan Vokasi Akan Jadi Pilihan Favorit

Pendidikan | Banda Aceh

Gambar: Pendidikan Vokasi Politeknik

Sebagaimana dilansir website resmi Kemenristekdikti beberapa waktu lalu bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan pendidikan yang bersifat menghasilkan output yang memiliki ketrampilan atau skill yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga outcome-nya jelas dan fokus pada mempersiapkan lulusan yang berkompeten dan berdaya saing serta siap memasuki dunia kerja. Pendidikan semacam itulah yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, di mana kurikulum yang diterapkan dapat menjawab tantangan pasar tenaga kerja dan kebutuhan industri. Pola pembelajaran pun dapat dilakukan dengan pendekatan praktis dan sedikit teoritis. Tidak seperti selama ini, para mahasiswa atau siswa lebih banyak belajar teori dan sangat sedikit praktek, akibatnya para lulusan memiliki pengetahuan yang banyak tetapi miskin ketrampilan. Tidak mampu bekerja sehingga sulit bersaing dengan para pencari kerja dari negara-negara lain.

Untuk mampu bersaing di ranah nasional maupun global, industri suatu negara harus didukung oleh tenaga kerja yang produktif. Produktivitas tenaga kerja ditentukan oleh kompetensi tenaga kerja yang dapat membantu memajukan daya saing perekonomian suatu bangsa.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Politeknik Ketenagakerjaan bersama 2 (dua) Menteri kabinet kerja yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dakhiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, bertempat di BBPLK, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10).

Langkah strategis yang telah ditempuh oleh Kementerian Ketanagakerjaan RI yang baru saja mendirikan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), disambut baik Menteri Nasir dalam rangka melahirkan tenaga kerja baru yang berkompeten dari Politeknik.

“Pendidikan vokasi di Indonesia hanya sekitar 16%. Politeknik harus kita dorong agar menjadi Politeknik yang berkualitas dan unggul, dengan begitu saya yakin kedepannya pendidikan vokasi akan menjadi salah satu pilihan favorit bagi anak-anak di Indonesia untuk mengemban pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Menteri Nasir dalam sambutannya.

Bila dibandingkan, jumlah penduduk Indonesia hanya sebanyak 1 (satu) banding 6 (enam) dari jumlah penduduk di China, namun di China hampir 56% perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi, sedangkan di Indonesia dengan jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak dibanding China tetapi China memiliki lebih banyak tenaga kerja yang produktif bila dibandingkan dengan Indonesia.

“Kompetensi tenaga kerja banyak dipengaruhi oleh pengalaman semasa kerja dan pengalaman kerja semasa masih menjadi peserta didik. Saat ini, pendidikan vokasi menjadi kunci jawaban atas kebutuhan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, para pendidik di Politeknik tidak hanya berasal dari lulusan akademik dengan syarat lulusan pendidikan S1 ataupun S2, tetapi ketika dia sudah menjadi ahli industri di bidangya dan berpengalaman, itu bisa menjadi prioritas untuk menjadi dosen di Politeknik.

Harapan Menteri Nasir, nantinya lulusan Politeknik selain mendapatkan ijazah, mereka juga harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya masing-masing minimal pada tingkatan 5 (lima). Ia juga mengimbau agar mahasiswa Politeknik jangan hanya menjadi ahli madya tetapi harus diarahkan untuk memiliki sertifikasi industri.

Dalam kaitan itulah, Politeknik Kutaraja di Banda Aceh hadir untuk menyiapkan generasi muda Aceh untuk memimpin negeri ini kedepan. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan belum terkelola dengan baik, maka para siswa lulusan SMA/SMK sederajat perlu dibekali dengan pendidikan yang berbasis pada penerapan ketrampilan serta keahlian yang unggul, kreatif dan inovatif, sehingga pada tataran pelaksanaan dilapangan SDM Aceh mampu menghasilkan output yang lebih besar dan lebih berkualitas.

Pendidikan vokasi pada Politeknik Kutaraja menekankan pada program studi bidang manajemen dan keuangan. Sekurang-kurangnya dalam periode sekarang ini membuka empat program studi dengan berbagai strata. Ada Prodi Akuntansi (D3), Prodi Administrasi Perkantoran (D3), Sarjana Terapan Analis Keuangan dan Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP). 

Semua program studi tersebut dibuka mengacu kepada kebutuhan tenaga kerja pada bidang tersebut dilapangan. Aceh saat ini masih kekurangan tenaga madya tatalaksan kantor yang mumpuni dan berkompeten, masih ditemukan di kantor-kantor pemerintahan di mana pegawainya banyak yang belum menguasai aplikasi komputer perkantoran, tidak bisa mengoperasionalkan komputer, apalagi level computer for office tingkat lanjut. Kondisi ini berlaku bukan hanya pada perkantoran di tingkat kabupaten/kota bahkan level provinsi sekalipun. Belum lagi pegawai kantor kelurahan yang ada di gampong-gampong.

Politeknik Kutaraja juga akan berkiprah dalam menyiapkan SDM dan lulusannya dalam bidang tenaga ahli tatakelola keuangan publik, yaitu dengan membuka jurusan Manajemen Keuangan Sektor Publik. Memang beberapa kabupaten/kota di Aceh telah berhasil memperoleh predikat WTP dari BPK dalam pengelolaan anggaran daerah, namun masih banyak juga daerah-daerah yang belum mampu mencapai predikat tersebut karena berbagai alasan. Salah satu alasannya adalah kurangnya tenaga ahli atau pegawai yang mampu dalam membuat perencanaan, pengelolaan dan pelaporan yang standar dan baik akan anggaran daerah tersebut. Nah disinilah peran Politeknik Kutaraja untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja dengan keterampilan dan pengetahuan keuangan negara/daerah sesuai dengan yang diharapkan.

Bagi siswa SMA/SMK sederajat yang akan lulus tahun 2018, silakan mendaftarkan diri untuk kuliah di Politeknik Kutaraja dengan pilihan program studi yang telah kami paparkan di atas dengan datang langsung ke kampus di Jalan Syiah Kuala No.10 Jambo Tape Banda Aceh (Depan MIN Jambo Tape) atau melalui website (online) www.poltekkutaraja.ac.id pada setiap hari/jam kerja. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut dapat juga menghubungi Telephone: (0651) 8016378/whatsapp +6281360329710 (*ham)

Kemana Setelah SMA? | Menerawang Jalan Panjang

Kampus Politeknik Kutaraja. Jln Syiah Kuala No 10 Banda Aceh

Sukses Berbisnis | Pendidikan. Banda Aceh, 22 Desember 2017 | Tulisan singkat dan sederhana ini penulis ingin sedikit mengupas tentang pendidikan, khususnya pendidikan dasar.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita berbicara tentang kebutuhan dasar manusia pada era millenium ini. Pendidikan yang saya maksudkan adalah suatu proses di mana manusia melakukan sebuah upaya untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjadikan dirinya menjadi lebih baik. Dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi mampu. Bagaimana pun pendidikan merupakan pondasi penting bagi sebuah nergara. Sebuah negara akan mampu mencapai kemajuan yang berarti dan berkualitas jika sumber daya manusia yang di milikinya mampu melahirkan berbagai ide besar dan inovasi-inovasi baru. Misalnya kita lihat negara-negara eropa, Amerika, Jepang bahkan negara-negara lain dibelahan dunia tidak segan-segan untuk memajukan pendidikan dinegaranya dengan anggaran yang sangat besar.

Bagaimana di Indonesia? Menurut Professor Andrew Rosser dari Universitas Melbourne hari Senin (20/11/2017) malam dalam acara bernama Lowy Institute di NGV sebagaimana dilansir oleh media berita online mengatakan bahwa Indonesia sudah mampu memberikan pendidikan bagi warga nergaranya secara merata, meskipun dengan anggaran yang terus meningkat namun kualitas pendidikannya belum begitu baik. Berdasarkan informasi tersebut diatas maka inilah tugas kita semua mulai dari pemerintah, masyarakat, guru, dosen, pihak perusahaan swasta dan pengusaha harus berpikir bagaimana caranya meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita sehingga baik secara kuantitas maupun kualitas, pendidikan di Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Bagaimana Pendidikan di Aceh? Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, Bapak Irwandi dan Nova Iriansyah dalam visi-misinya menekankan betapa sangat penting bagi Pemerintah Aceh untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pendidikan dasar bagi setiap rakyat Aceh. Sehingga untuk mewujudkan cita-citanya, pasangan ini membuat program kerja dalam bidang pendidikan yaitu ACEH CARONG. Dengan program kerja ini diharapkan akses pendidikan dan kualitasnya dapat lebih meningkat dari sebelumnya. Ini merupakan terobosan yang bagus dan tentu harus didukung oleh anggaran yang cukup, pengajar/guru yang berkompeten dan fasilitas (sarana/prasarana) di setiap sekolah tersedia secara cukup, lengkap dan fungsional. Inilah salah satu program unggulan yang diusung oleh Gubernur Aceh dan wakilnya.

UN (ujian nasional) di Depan Mata. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya siswa SD sampai dengan SMA pada bulan April menghadapi ujian akhir sekolah dan dilanjutkan dengan ujian nasional. Namun yang menjadi pokok perhatian kita adalah what`s next setelah lulus dari SMA? Jika kita melihat data yang ada bahwa pengangguran lulusan SMA juga sangat tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berarti memilih jadi pengangguran. Kenapa? Ya karena tidak ada lowongan kerja yang dapat menampung seluruh lulusan SMA di Aceh.

Dalam rangka mendukung program Pemerintah Aceh dalam mewujudkan ACEH CARONG, Yayasan Pendidikan Sarana Ilmu Kutaraja Provinsi Aceh kini telah mendirikan sebuah lembaga pendidikan perguruan tinggi vokasi yaitu POLITEKNIK KUTARAJA dengan izin Kemendiknas Dikti masing-masing Program Studi Akuntansi (D3), Administrasi Perkantoran (D3), Analis Keuangan (Sarjana Terapan) dan Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) Sarjana Terapan. Semua program studi tersebut menekankan pada kurikulum berbasis kompetensi dengan menerapkan pola pembelajaran teori dan praktek yang lebih banyak untuk menumbuhkan skill yang siap bekerja di berbagai industri (perusahaan swasta dan sektor pemerintah).

Saat ini kampus POLITEKNIK KUTARAJA beralamat di Jalan Syiah Kuala No 10 Banda Aceh (Depan MIN Jambo Tape). Penerimaan mahasiswa baru untuk semua prodi mulai dibuka untuk Tahun Ajaran 2018/2019. SIlakan datang dan berkunjung ke kampus POLITEKNIK KUTARAJA untuk mendapatkan informasi lebih detil pada setiap jam kerja.

Harapan kami semoga siswa lulusan SMA di Provinsi Aceh memiliki pilihan yang lebih banyak untuk meneruskan pendidikannya dan dapat mewujudkan impian mereka sekaligus menciptakan ACEH CARONG sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. (*ham)