Menyusun Laporan Hasil Riset | Metode Riset Bisnis

Kriteria Laporan Riset

Langkah terakhir dalam proses riset adalah membuat laporan riset yang akan disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Fromat laporan riset sering kali berbeda-beda sesuai kondisi pihak-pihak yang membutuhkan. Namun, pada dasarnya laporan riset memiliki tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian utama dan bagian akhir. Laporan riset harus memenuhi beberapa kriteria antara lain:

  1. Laporan harus sistematis. Maksudnya laporan harus runtut mulai akar masalah hingga kesimpulan yang akhirnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun rekomendasi.
  2. Laporan harus efesien. Artinya, yang dicantumkan dalam laporan riset adalah hal-hal yang memang dipandang perlu oleh pihak-pihak yang membutuhkan sehingga mereka tidak jenih saat membaca isi laporan riset.
  3. Laporan harus menggunakan kaidah bahasa yang baku. Laporan disusun harus menggunakan bahasa yang baku sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Jika ada bahasa asing yang sulit diartikan, hendaknya ditulis miring sebagai penarik perhatian bagi pembaca untuk menafsirkannya sendiri.
  4. Laporan harus rapi. Penyusunan laporan riset dibuat serapi mungkin, baik menyangkut teknik pengetikan maupun tata letak gambar, tabel dan kelengkapan laporan riset yang lain.
  5. Laporan dapat mendorong minat orang untuk membaca isinya. Pemilihan kata yang tepat, gambar, warna dan desain laporan hendaknya dapat menarik minat pembaca, terutama pada bagian sampul.

Bagian-Bagian Laporan Riset

Berikut beberapa pedoman penulisan sebuah laporan riset. Namun, pedoman ini tidak berlaku mutlak karena laporan riset juga sangat tergantung pada sponsor yang membiayai riset, lembaga yang akan memakai atau selera peneliti itu sendiri.

Bagian Awal Laporan

Bagian awal laporan terdiri dari atas:

  • Sampul. Halaman sampul sebaiknya terdiri atas dua bagian, yaitu halaman sampul luar (depan) dari karton (hard cover) dan sampul dalam dari kertas putih biasa. Sampul sebaiknya didesain dengan baik sehingga menarik minat pembaca dan dapat mencerminkan isinya yang terkandung didalamnya.
  • Ringkasan. Ringkasan (summary) berisi masalah riset, tujuan riset, hasil-hasil riset yang menonjol dan masalah esensial lainnya yang terkait dengan riset yang dinyatakan dengan bahasa yang padat dan jelas.
  • Halaman prakata. Prakata memuat uraian singkat proses penulisan laporan, ucapan terima kasih dan tanpa uraian yang bersifat ilmiah.
  • Halaman daftar isi. Halaman ini berisi petunjuk letak bagian-bagian yang ada dalam laporan riset yang ditunjukkan oleh nomor halaman sehingga pembaca akan mudah mencari dengan cepat bagian-bagian yang diperlukan. Daftar isi memuat daftar tabel, daftar gambar, judul bab dan subbab, daftar pustaka dan lampiran. Keterangan yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi. Judul bab diketik menggunakan huruf kapital, sedangkan judul subbab diketik dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama tiap kata diketik dengan huruf besar.
  • Halaman daftar tabel. Laporan riset sering kali memuat beberapa tabel yang digunakan untuk menjelaskan sebuah pembahasan. Untuk mempermudah pembaca dalam mencari tabel-tabel yang diperlukan, maka perlu dibuat daftar tabel. Jika hanya terdapat satu tabel, daftar tabel tidak diperlukan. Beberapa pedoman dalam penulisan daftar tabel adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar tabel diketik pada halaman baru
  2. Judul daftar tabel diketik dengan menggunakan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah bagian kertas
  3. Daftar tabel memuat semua tabel yang disajikan dalam teks dan lampiran. Nomor tabel ditulis dengan angka yang diurutkan dari bab awal hingga akhir.
  4. Judul tabel dalam halaman daftar tabel harus sama dengan judul tabel dalam teks.
  • Halaman daftar gambar. Gambar sering kali lebih efesien untuk menjelaskan alur logika, keadaan sebuah objek dan langkah-langkah sebuah kegiatan. Dengan demikian, peneliti sering kali menampilkan gambar dalam sebuah laporan riset sehingga perlu dibuat daftar gambar. Beberapa pedoman dalam menyusun daftar gambar adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar gambar diketik pada halaman baru
  2. Halaman daftar gambar memuat daftar gambar, nomor gambar, judul gambar dan nomor halaman.
  3. Cara pengetikan daftar gambar sama seperti daftar tabel.
  • Halaman daftar singkatan (jika ada)
  • Halaman daftar simbol (jika ada)
  • Halaman daftar lampiran. Agar laporan riset sistematis, rapi, pada dan jelas, tidak semua data dimasukkan ke dalam bagian utama laporan riset. Hal-hal yang menunjukkan data pendukung dan proses analisis data cukup ditampilkan di bagian lampiran. Jika lampiran lebih dari satu, maka perlu dibuat daftar lampiran. Beberapa pedoman dalam menyusun daftar lampiran adalah sebagai berikut:
  1. Halaman daftar lampiran diketik pada halaman baru
  2. Judul daftar lampiran diketik di tengah atas halaman dengan huruf kapital
  3. Halaman daftar lampiran memuat nomor, teks judul lampiran, dan nomor halaman. Judul daftar lampiran harus sama dengan judul dalam teks.

Isi Bagian Utama Laporan

Bagian utama laporan riset terdiri dari atas beberapa bab. Jumlah bab tidak dibakukan, melainkan disesuaikan dengan ruang lingkup riset peneliti. Bagian utama utama umumnya terdiri atas pendahuluan, tinjuan pustaka, metode riset, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka.

  1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bab pertama laporan yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan mengenai apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa riset dilakukan. Bab pendahuluan memuat antara lain; latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup riset, tujuan dan manfaat riset. Akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Latar belakang riset: bagian ini berisi fakta-fakta yang relevan sehingga dapat memberikan alasan mengapa riset ini penting dan menarik untuk dilakukan. Latar belakang ini merupakan titik awal yang mendorong dilakukannya riset sehingga harus dapat meyakinkan bahwa riset ini benar-benar perlu dilakukan.
  2. Perumusan masalah: Perumusan masalah pada dasarnya merupakan penyederhanaan permasalahan yang telah dituangkan dalam latar belakang riset agar lebih mudah dipahami. Perumusan masalah tidak selalu berupa kalimat tanya. Hanya saja, penggunaan kalimat tanya akan lebih menunjukkan permasalahn yang akan dipecahkan.
  3. Tujuan riset: Tujuan riset mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam riset. Isi dan rumusan tujuan riset mengacu pada isi dan rumusan masalah riset. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Tujuan riset dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Dengan demikian, antara latar belakang riset, rumusan masalah dan tujuan riset harus sesuai.
  4. Manfaat riset: Bagian ini berisi manfaat yang akan diperoleh apabila riset dilakukan. Bagian ini akan menyebutkan pihak-pihak yang akan memperoleh manfaat beserta bentuknya. Manfaat riset juga memperkuat alasan riset harus dilakukan.
  5. Ruang lingkup dan keterbatasan riset: ruang lingkup dan keterbatasan riset berisi cakupan dan batasan-batasan dalam riset agar menjadi lebih terarah. Yang dikemukakan dalam ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi dan subjek riset, dan waktu pengambilan data. Keterbatasan riset dipaparkan agar pembaca dapat menyikapi temuan riset sesuai kondisi yang ada. Keterbatasan perlu dituangkan dalam laporan riset karena adanya suatu keadaan yang tidak dapat dihindari dalam riset. Beberapa hal yang menyebabkan keterbatasan riset adalah alasan-alasan prosedural, teknik riset, ataupun faktor logistik, kendala yang bersumber dari adat, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan.

Selain hal-hal di atas, bab pendahuluan juga dapat memuat kerangka pemikiran atau hipotesis walaupun hal ini tidak selalu wajib. Kerangka pemikiran dan hipotesis merupakan ringkasan bab tinjauan pustaka yang berisi uraian hasil-hasil riset yang mendukung atau menolak teori di sekitar permasalahan riset, Juga, diuraikan kesenjangan antara hasil riset terdahulu sehingga kesenjangan tersebut perlu diteliti kembali. Uraian kerangka pemikiran biasanya mengarah pada uraian hipotesis.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka atau kadang disebut telaah pustaka digunakan untuk mempertajam masalah, mencari pendekatan-pendekatan yang telah dilakukan peneliti sebelumnya untuk menghindari pengulangan-pengulangan yang tidak perlu dan mengatasi kekurangan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Penulisan tinjauan pustaka dimulai dari hal-hal yang bersifat umum terlebih dahulu kemudian mengarah kepada hal-hal yang spesifik. Metode penulisan semacam ini diharapkan dapat mengarahkan pembaca dari belum paham menjadi sangat paham terhadap objek yang diteliti.

Bab tinjuan pustaka membahas teori yang mendasar, objek yang diteliti, dan beberapa hasil riset terdahulu yang relevan dengan masalah riset. Tinjauan pustaka harus dapat menjelaskan variabel-variabel yang diteliti dan keterkaitan antar variabel tersebut.

Posisi tinjauan pustaka ditempatkan sesudah sajian perumusan masalah, tujuan dan kegunaan riset, agar bahan-bahan kepustakaan yang disajikan dalam tinjauan pustak terpandu secara terarah. Bab tinjauan pustaka selain mengulas tinjauan teoritis, juga mengulas riset empiris, maka kerangka pemikiran dan hipotesis dapat disusun.

Metode Riset

Pokok-pokok bahasan yang terkandung dalam metode riset mencakup lokasi riset, metode riset, jenis dan cara memperoleh data, ukuran sampel dan teknik analisis data. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagian ini juga mencantumkan definisi konsep dan definisi operasional riset.

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan merupakan inti laporan riset. Ada yang menggabungkan hasil dan pembahasan dalam satu bab, namun ada juga yang memisahkannya. Beberapa hal yang perlu dituangkan dalam bab ini adalah sebagai berikut:

  • Kondisi obyek/karakteristik responden: bagian awal hasil riset berisi kondisi obyek riset atau gambaran umum responden beserta karakteristiknya.
  • Hasil riset: berisi temuan-temuan berdasarkan analisis data. Bagian ini juga mengemukakan uraian bahasan dari peneliti bersangkutan, yang dapat diperkuat, berlawanan atau sesuai dengan hasil riset orang lain. Alasan tersebut dapat berupa penjelasan baik kualitatif, kuantitatif ataupun secara statistik.

Kesimpulan dan Rekomendasi

kesimpulan dan rekiomendasi sebaiknya disajikan secara terpisah agar lebih mudah dipahami. Dengan kata lain, rekomendasi adalah implikasi riset. Beberapa hal perlu diperhatian adalah sebagai berikut:

  • Kesimpulan harus dinyatakan dalam kalimat singkat, padat dan jelas berdasarkan hasil pembahasan. Kesimpulan merupakan jawaban atas perumusan masalah dan tujuan riset yang telah dirumuskan di muka. Kesimpulan dapat merupakan pembuktian singkat akan kebenaran atau penolakan hipotesis (jika ada)
  • Saran disusun berdasarkan kesimpulan. Saran dapat berupa tindakan-tindakan praktis yang harus dilaksanakan dalam pemecahan masalah, berupa riset lanjutan yang perlu dilakukan untuk penyempurnaan, pengembangan teori atau antisipasi masalah yang ditemui oleh peneliti.

Bagian Akhir

Bagian akhir riset berisi hal-hal yang perlu dicantumkan  yang mendukung atau terkait erat dengan bagian inti. Bagian akhri ini biasanya terdiri dari daftar pustaka/rujukan, daftar lampiran, dan riwayat hidup peneliti.

Sumber/referensi : Suliyanto. Metode Riset Bisnis.  2005:221. Andi: Yogyakarta

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan