ANALISIS DAYA SAING | BELAJAR DARI NOKIA

Mengapa Nokia Bisa Bangkrut di Indonesia?

Nokia adalah brand yang terkenal  dengan tagline “connecting people” ini pernah menjadi “raja” produsen terbesar selama 14 tahun dengan variasi produk mulai dari handphone (HP) tahan banting, desain yang unik dan tentunya dengan keawetannya. Namun, akhirnya Nokia harus mengakui kenyataan pahit, kalah bersaing melawan kubu Android dan Apple yang dengan cepat menggerus pangsa pasarnya. Nokia Corporation merupakan produsen perlatan telekomunikasi terbesar di dunia serta perusahaan terbesar di Finlandia.

Pada tahun 2013 muncul kabar bahwa unit bisnis perangkat dan layanan Nokia Akan dibeli Microsoft. Ini tentu membawa dampak besar bagi bisnis ponsel Nokia, termasuk dalam kepemilikan brand “Lumia” dan “Asha” karena kedua nama tersebut identic dengan produk-produk Nokia kini telah beralih pemilik. Nama Nokia sendiri tetap menjadi hak milikprodusen asal Finlandia, karena tidak ikut di beli.

Dengan demikian. Kiprah di ranah smartphone berakhir bagi Nokia. Sebagaimana dikutip dari The Verge, penghilangan nama Nokia dimulai dari Perancis. Serta negara-negara lain di seluruh dunia. Namun ada tiga area utama yang masih dimliki oleh Nokia di masa depan, yaitu NSN, HERE, Advantage Technologies. Beberapa sebab Nokia mengalami kemunduran:

  1. Keangkuhan sebagai penguasaSebagai penguasa selama 14 tahun dengan market share yang begitu besar membuat mereka tidak mempersiapkan rencana akan perkembangan dunia Gadget.
  2. Kedatangan Stephen ElopElop merupakan mantan orang Microsoft yang memimpin divisi bisnis. Selama tiga tahun memimpin Nokia, pendapatan perusahaan justru menurun hingga 40 persen. Untuk bisa bertahan, Elop merumahkan 40.000 karyawan dan memangkas biaya operasional 50 persen serta Symbian dimatikan. Meego juga dihentikan pengembangannya.
  3. Terlambat menyadari perkembangan operasi systemTahun 2010 Andriod mulai terlihat dan para vendor ramai-ramai mendukungnya, namun Nokia sudah menyatakan tidak akan memakai Android karena percaya diri dengan kekuatan softwarenya. Vendor asal Finlandia itu telah menetapkan Meego dan Symbian sebagai jiwa bagi jajaran ponsel masa depan Nokia. Seiring perkembangan operasi sitem yang begitu pesat, para pengguna Symbian beralih pada Android dan Ios dari Apple. Seandainya pihak Nokia tidak gengsi dulu menolak Google dengan OS Androidnya, mungkin Nokia Akan tetap menjadi market share global terbesar smartphone dunia.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan Nokia, antara lain:

  1. Nokia sudah tertinggal jauh dari kompetitornya
  2. Nokia terlalu fokus pada hardware dan operating system HP
  3. Nokia terlalu banyak kehilangan momentum
  4. Nokia tidak memperhatikan kebutuhan pasar

Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Nokia karena memiliki jumlah penduduk yang besar. Selama 14 tahun ponsel Nokia menjadi ponsel nomor satu di Indonesia. Namun kejayaannya tumbang setelah penjualan ponselnya turun dalam waktu cepat. Tahun 2012 Nokia hanya mampu menjual 83 juta unit pada kwartal pertama. Para pengamat ponsel di Indonesia yakin penyebab jebloknya penjualan ponsel Nokia tidak lepas dari kesalahan yang telah dilakukan oleh Nokia. Beberapa kesalahan ditegarai antara lain:

  1. Nokia terlalu lamban dalam merespon pasarPada tahun 2002, Nokia sempat menjadi pelopor dengan system operasi Symbian GO, sayangnya sisitem ini kalah bersaing dengan Android dan iOs. Tahun 2007, iphone booming dengan full touchscreen dan disusul dengan Android, Nokia seperti tidak bergeming dalam menanggapi perubahan pasar.
  2. Terlalu fokus pada system operasi Symbian. Smartphone jenis lain menanggapi permintaan pasar mereka langsung bergerak tepat dengan meluncurkan smartphone yang system operasinya beragam. Sementara  Nokia terlalu berkonsentrasi pada Symbian mulai ditingglkan, langkah penyelamatan dengan seri Lumia yang bekerjasama denga Microsoft rasanya sudah terlambat.
  3. Kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Di negara berkembang seperti Indonesia, produsen Nokia kurang memperhatikan pasar kelas bawah. Padahal di Indonesia pangsa pasar kelas menengah bawah adalah pasar yang paling ngetop.
  4. Nokia kurang inovasi. Nokia hanya memasarkan merk, bukannya inovasi pasar sehingga pasar menjadi jenuh dengan produknya yang biasa saja.
  5. Eksekusi adalah kunci. Sementara kompetitornya kian bersinar  dengan produk Galaxinya, Apple berkibar dengan iphone-nya. Sedangkan Nokia kian memburuk dalam beberapa tahun. Kerjasama Nokia dengan Microsoft melalui seri Lumia banyak membantu penjualan Nokia.

MENGAPA SAMSUNG LEBIH DIMINATI

Samsung Electronics Indonesia sejak tahun 1991 terus mengedepankan inovasinya untuk memenuhi keinginan konsumen Indonesia. Bahkan pada tahun 2012, SEIN berhasil meraih posisi terdepan untuk total pasar ponsel. Sejak tahun 2007 Samsung berhasil mengembangkan bisnisnya 10 x lipat. Berikut beberapa rahasia Samsung bisa terus memikat pasar Indonesia:

  1. Mengenal dan mengetahui kebutuhan konsumen. Ini salah satu kunci keberhasilan SEIN di seluruh dunia, tak hanya mendirikan pabrik saja, tetapi SEIN juga mengembangkan R&D local. SEIN memberikan nilai lebih dalam setiap produk yang diciptakannya, jadi konsumen mendapat kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Edukasi masyarakat. SEIN terus mengedepankan inovasinya pada bidang marketing, layanan konsumen dan layanan purna jual. SEIN memiliki misi untuk membawa konsumen ke tingkat hidup yang lebih bahagia dengan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mengoptimalkan teknologi.
  3. Memanjakan konsumen. Melalui layanan purna jual My Samsung Service, masyarakat bisa mengakses call centre 24 jam serta bantuan via online.
  4. Dukungan global. Samsung mendapatkan dukungan global dari R&D. satu dari lima pekerjaan Samsung di seluruh dunia bergabung di tim R&D, Samsung memiliki 6 pusat desain di seluruh dunia, maka dari itu berbagai inovasi terus bermunculan untuk memudahkan kebutuhan konsumen.

Selain rahasi di atas, ada beberapa alasan lain mengapa produk Samsung begitu diminati oleh pasar, yaitu:

  1. Fast charging. Untuk seseorang yang tingkat mobilitasnya tinggi, maka alasan ini patut dipikirkan. Dalam waktu 15 menit smartphone akan full terisi dayanya.
  2. Kamera yang jernih. Kamera Samsung disertarakan dengan kamera DSLR 18 MP terdapat pada Samsung S7 samsung juga menambahkan fitur terbaru yaitu hand emotion dimana ketika kita memperlihatkan kamera ke sensor maka kita tidak perlu lagi meng-klik simbul kamera. 
  3. Fast loading. Smartphone Samsung merupakan smartphone yang anti loading, bahkan ketika dipakai secara bersamaan Samsung tetap bekerja dengan normal.
  4. Body yang terlihat eksklusif. Smartphone Samsung selalu membuat konsumen terpana dengan first looking, mempunyai lebar kurang dari 7 mm dengan layar jernih full HD, dan dengan warna yang terlihat mahal yaitu gold, silver, blue thortoal. Serta tekstur body kuat namun ringan.

Sebagai brand ternama di Indonesia, Samsung tidak hanya berfokus untuk menampilkan inovasi produk dan layanannya. Di sisi lain, SEIN juga turut berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Melalui program Samsung Corporate Citilizenship (SCC), SEIN juga fokus unutk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia yang lebih baik. Kini SEIN memfokuskan kegiatannya dibidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan kesehatan.

  1. Pendidikan. Salah satu program strategis SCC adalah rumah belajar Samsung. Dengan bantuan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), RBS memberikan pelatihan di bidang elektronik
  2. Pemberdayaan masyarakat. Mendukung program One Village One Product dan Kementerian Koperasi membantu meningkatkan produktivitas dan pemberian akses informasi, pelatihan pemasaran online dan pemberian alat produksi kepada Koperasi Wanita Stragent di Lombok.
  3. Kesehatan. SEIN melakukan sejumlah program untuk menjadikan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. SEIN mendukung program WASH yang bertujuan memperbaiki akses air, sanitasi dan promosi tentang pentingnya kesehatan.

Artikel ini bermaksud sebagai pembelajaran tentang Keunggulan Bersaing dan Meningkatkan Daya Saing dalam Mata Kuliah Smart Entrepreneur.

Kontributor | Ulfa Silvia

Buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan Buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif dapat diselesaikan dengan baik. Buku Panduan Pendirian 10 (sepuluh) Bidang Usaha Ekonomi Kreatif merupakan kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Buku Panduan ini dipersiapkan dalam 2 (dua) versi yaitu Versi Cetak dan Elektronik (E-Book). Penyiapan E-Book dimaksudkan untuk memudahkan pembaca mengakses buku panduan ini.

Pada prinsipnya sasaran buku panduan ini adalah para calon atau pelaku usaha pemula yang tertarik untuk mendirikan dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Oleh karena itu, penulisan buku dibuat sesederhana mungkin dengan harapan mudah dipahami dan diterapkan oleh para pembaca.

Penulisan buku panduan ini belum bisa dikatakan sempurna apalagi sebagai referensi untuk pelaku usaha ekonomi kreatif yang sudah berkecimpung lama dibidangnya. Untuk itu, kepada masyarakat sangat diharapkan memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan buku panduan ini di masa mendatang.

Akhir kata atas nama Badan Ekonomi Kreatif saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku panduan ini. Semoga upaya dan kerja keras yang dilakukan ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Jakarta,  Juli 2017

Kepala Badan Ekonomi Kreatif

ttd

Triawan Munaf

http://www.bekraf.go.id/berita/page/17/88-buku-panduan-pendirian-usaha-bidang-ekonomi-kreatif