Inspirasi | Kesan dan Pesan Kegiatan Happy Selling

Kesan

Tidak bisa dihitung pelajaran yang kami dapatkan dari Kegiatan Happy Selling yang diadakan oleh kampus kami LP3I dan Dosen Entrepreneur kami, dengan adanya kegiatan Happy Selling ini kami diajarkan bagaimana menjadi pengusaha muda mendapatkan penghasilan sambil kuliah. Menjadi sosok yang sukses dan pantang menyerah, karena sangat jelas bahwa tidak ada usaha yang baru dimulai langsung sukses atau jaya. Maka, dari situlah kami diajarkan bagaimana menawarkan, membujuk, meyakinkan pembeli agar membeli produk yang kami tawarkan, yang tadinya tidak berminat berubah menjadi membeli. Karena pada dasarnya kita sebagai penjual membutuhkan konsumen. Dan konsumen adalah Raja

Disini kami memanfaatkan fasilitas seperti tenda, meja yang disediakan oleh LP3i. Kami stay di tenda dengan modal senyum juga dengan ramah menyapa setiap orang yang melewati dihadapan kami untuk singgah, setiap ada yang membeli, hati terasa sejuk dan bahagia walaupun hanya membeli sepotong kue saja.

Dengan adanya kegiatan Happy selling ini, kami juga dapat melatih kesabaran kami dalam menghadapi berbagai macam sifat dan tingkah pembeli yang berbeda-beda, ditambah dengan cuaca panas terik, juga dengan semangat kami terjun kelapangan untuk berinteraksi, menawarkan, menjual produk-produk kami dengan orang yang tidak kami kenal sebelumnya agar menjadi omset penjualan. Alhamdulillah kami mampu memenuhi target yang sebelumnya telah kami tetapkan.

Adanya acara ini, bukan semulus yang dilihat, keadaan siap di stand, segembira di lapangan juga bukan sesemangat pada saat menawarkan produk. Dibalik itu semua, banyak sekali keadaan-keadaan, situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan rencana dan tidak kami perkirakan sebelumnya, ketidaksiapan kami dalam memasak, berbelanja juga mem-packing produk-produk kami. Saat itu, kami benar-benar belajar bagaimana menyesuaikan pikiran satu dengan pikiran yang lainnya, memikirkan produk apakah yang laku jika dijual nanti sesuai dengan tempat yang kami pilih.

Izinkan kami menceritakan sedikit pengalaman lucu kami, Pada Sabtu 6 Mei 2017 Pukul 13.30 WIB kami bersiap-siap untuk berbelanja segala keperluan yang kami butuhkan untuk bahan baku produksi, ada yang tidak tahu yang mana kol dijual, yang mana labu, yang mana tepung untuk membuat makanan yang berbeda-beda. Setiap kami berbelanja, kami selalu menanyakan kepada si penjual resep apa saja jika membuat timphan, dsb-nya. Kami yakin pada saat membeli semua kebutuhan itu, kami di bodoh-bodohi mungkin saja si penjual melihat kami yang tidak tau apa-apa menaikkan harga atau memilih bahan yang kurang bagus.

Karena kami yang bodoh ini tidak mau kalah pandainya dengan penjual, kami pun juga menghitung ulang, mendata, negosiasi harga, juga mengecek bahan-bahan yang diberikan kepada si penjual sebelum meninggalkan kedai tersebut. Karena ini pertama kali bagi kami, malam harinya kami bolak balik ke pasar peunayong untuk mencari bahan yang kurang. Semuanya serba terburu-buru.

Dengan adanya Happy Selling inilah kami memasak, mencari resep di internet, sudah tau sedikit-sedikit bagaimana membuat timphan, brownies, mie hun, bubur sumsum dsb-nya. Pagi harinya kami menyiapkan apa yang belum siap dikerjakan tadi malam, sehingga kami kurang istirahat, tidak tidur malam, kepikiran bagaimana jika tidak siap. Karena tidak semua produk yang bisa dikerjakan malam hari, beberapa produk harus di masak pada pagi hari.

Alhamdulillah kami bisa kompak, bisa menyatukan semua pikiran teman-teman yang lain agar sejalan, merancang rencana bersama-sama bagaimana meyakinkan, merayu si pembeli agar mau membeli produk kami dan  terjual habis. Tidak terjual habis pun tidak apa-apa asalkan modal kami kembali. Tetapi uang hasil dari menjual produk kami itu digabung, jadi kami tidak tau apakah kami untung atau rugi, karena kalau masalah uang itu sangat sensitif. Apalagi ada kelompok yang mengeluarkan modal banyak, banyak menggaet pembeli, produknya rata-rata habis. Tetapi kami menyikapinya dengan santai dan berusaha adil untuk membaginya.

Pesan

Jangan malu! jangan sombong! Jangan takut! Kita masih muda, masih sanggup memanfaatkan waktu. Lakukanlah apa yang bermanfaat, carilah uang yang halal. Jualkan lah produk-produk kamu ke orang-orang. Belajarlah bagaimana menjadi orang yang ramah, jujur dan berani. Menjadi orang ramah, jujur, berani adalah kunci untuk sukses. Mengapa? Karena jika kita ramah, jujur dan bera pasti membeli yakin membeli produk kita, karena pada hakekatnya dia membayar atas keramahan yang kita miliki bukan membeli produk kita. Begitulah salah satu bagaimana membujuk pembeli yang aturannya tidak membeli malah membeli. Jangan membuat konsumen itu yang aturannya membeli malah tidak jadi membeli. Kita sangat membutuhkan konsumen guys! Uang ada dikantong mereka gaetlah mereka sesuai dengan aturannya…

“Hopefully we become succesful people not looking at the pricetag when we have shopping”. -ade-

Kontributor | Ade Andriani Fitri, Irma Yunita, Raisul Fatta, Muhammad Rian, Nana Supiana, Sony Dewantara

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

2 Replies to “Inspirasi | Kesan dan Pesan Kegiatan Happy Selling”

Tinggalkan Balasan