Motivasi | Raih Masa Depan Dengan Harapan (Hope)

Ketika Allah SWT bertanya kepada manusia, apa yang telah kamu siapkan untuk hari esok mu? Pertanyaan ini mempunyai makna bahwa apa yang kamu harapkan dan kita dapatkan pada masa depan kita. Terminologi masa depan mungkin bisa didefinisikan secara berbeda-beda, sesuai pribadi masing-masing. Mengapa demikian? Karena masa depan berkaitan erat dengan subjek yang secara langsung didasari pada tujuan hidup seseorang. Dalam rentetan waktu setiap orang pasti akan mengalami proses perjalanan waktu tersebut, sejak dia lahir, kemudian bisa berjalan, merangkak remaja lalu kemudian mengalami masa pendewasaan sampai pada akhirnya secara materi kita meninggalkan demensi waktu yang telah kita miliki. Gambaran tersebut merupakan bukti bahwa setiap kita pasti melewati masa lalu, masa sekarang dan akan menuju masa depan. Secara sederhana masa depan dapat diartikan satu kondisi dan ruang waktu yang akan kita lalui sejak satu detik setelah sekarang. Ini berati juga bahwa masa depan itu dimulai bukan nanti akan tetapi satu detik setelah sekarang. Karena Allah SWT saja mempertanyakan tentang masa depan maka  masa depan itu menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita berikan perhatian.

Masa depan mempunyai kaitan erat dengan cita-cita. Saya memberikan makna cita-cita yakni merupakan sesuatu yang diharapkan dapat terjadi oleh seseorang pada satu saat dikemudian hari. Harapan yang diperjuangkan untuk menjadi kenyataan. Dan dalam banyak pengalaman, cita-cita itu menjadi tujuan akhir dari sebuah episode kehidupan. Dengan kita memilki cita-cita maka kita memilki tujuan hidup.

Menurut Kamus Oxford Advanced Learner`s Dictionary of Current English (2000) dalam  Herry Tjahjono;The XO (2007) goal artinya cita-cita. Namun ada juga yang mengatakan namanya tujuan (objective). Tapi dalam praktiknya kebanyakan orang menyamakannya. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa sebuah goal atau cita-cita adalah semacam tujuan akhir.

Langkah pertama menuju masa depan dimulai dengan harapan (Hope)

Harapan ini sangatlah penting dan bermanfaat bagi motivasi kita. Harapan, senantiasa mengarah kedepan, ke hari esok. Secara psikologis, dengan mengelola harapan kita akan mengeleminir berbagai hal yang kurang baik atau kontraproduktif di masa lalu, di kemudian hari. Beckhard & Hariss dalam Hery Tjahjono (2007) bahkan menyarankan agar kita lebih terfokus ke masa depan daripada sibuk dengan masa lalu kita. Price Pritchett (1994) juga mengatakan pentingnya harapan Akan hari esok, katanya “Hope for tomorrow enables us to transcend the problems of today,” katanya. Perbedaan antara masalah dan kesempatan terletak pada yang namanya harapan.

Menurut Pritchett, kesempatan sering datang dan menyamar dalam bentuk masalah atau kesulitan. Jika kita mampu melihat harapan yang terselip di tengah masalah atau kesulitan yang datang maka masalah itu sesungguhnya menjadi sebuah kesempatan (opportunity). Ini pula sesuai dengan firman Allah yang maknanya bahwa dalam setiap kesulitan ada kemudahan.  Maka harapan mampu menjadi daya tarik untuk mendaki puncak kehidupan kita. Harapan, sesungguhnya adalah anugerah terhebat dari Allah SWT, yang jarang dikelola dengan baik dan layak. Simpul-simpul kebijaksanaan manusia juga sering lahir dari anugerah yang disebut harapan ini.

Harapan menyelimuti kebutuhan dan keinginan, semua bermuara pada harapan terhadap diri sendiri. Harapan terhadap diri sendiri ini harus menuju pada sesuatu yang jelas dan tegas, yakni GOAL. Dengan memiliki goal maka hidup semakin bergairah dan semangat, karena setiap bangun tidur di pagi hari, dalam setiap langkah dan nafas kehidupan senantiasa ada yang kita tunggu-tunggu dengan penuh harapan. Penentuan sebuah goal adalah menuangkan ide di atas secarik kertas. Goal haruslah lengkap dan fokus, persis sebuah peta. Sudahkan kita menetapkan GOAL kita?

http://hamdani75.wordpress.com

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan