Marketing | Usaha Ritel Pangan Yang Aman Bagi Konsumen (Bagian 2)

#KUNCI KEDUA: SEDIAKAN SARANA SIMPAN DAN PAJANG YANG AMAN

Ruang Penyimpanan

Pengelola ritel yang menjual produk pangan perlu memperhatikan masalah sarana dan tempat penyimpanan yang aman. Adapun untuk ruang penyimpanan yang baik memiliki kriteria berikut ini:

  • Lantai, dinding, dan langit-langit di bagian penyimpanan daging dan ikan sebaiknya berwarna merah muda atau putih sehingga memantulkan sinar terang, bersih, dan tidak di serang hama.
  • Fasilitas penyimpanan pangan, bahan pangan, perlengkapan, dan peralatan-peralatan sekali pakai, kain lap, dan pengemas sebaiknya dirancang dan dibangun agar mudah dibersihkan, mencegah masuknya hama, memberi perlindungan efektif dari cemaran, dan mencegah kerusakan pangan.
  • Fasilitas penyimpanan tidak boleh ditempatkan dekat dengan: area yang digunakan untuk menyimpan kain kotor, loker, toilet, ruang untuk membuang sampah, ruang mekanik, dan di bawah saluran air buangan yang tidak terbungkus untuk mencegah penetesan, atau ruang penyimpanan bahan kimia/pestisida.
  • Benda-benda yang dapat didaur ulang seperti botol atau kaleng disimpan dengan baik untuk mencegah bersarangnya hama.

Tempat Penyimpanan

Fasilitas display dan penyimpanan produk sebelum di display juga sangat berpengaruh terhadap kontrol kualitas produk pangan agar tetap dalam kondisi baik dan aman. Pada aspek ini, beberapa hal perlu menjadi perhatian seorang pengelola ritel produk pangan antara lain:

  • Produk harus ditangani dengan hati-hati pada saat disusun/ditumpuk di rak/unit penyimpanan agar tidak rusak.
  • Rak atau unit untuk penyimpanan produk pangan dibersihkan secara berkala atau teratur sehingga lebih higienis dan bersih dari kotoran, tumpahan, atau ceceran produk.
  • Beberapa produk sebaiknya disimpan dalam lemari penyimpanan dingin/beku maupun lemari kering. Lemari sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga hama tidak bisa masuk dan berkembang biak didalamnya.
  • Adapun kriteria tempat penyimpanan; terbuat dari bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan; jumlah rak untuk penyimpanan pangan cukup banyak, Sehigga tidak ada pangan yang tersimpan di  lantai. Seluruh produk pangan harus tersimpan pada rak atau palet yang sesuai dengan suhu penyimpanannya dengan jarak minimum 15 cm di atas lantai. Rak diletakkan sekurang-kurangnya 5 cm dari dinding agar terjadi sirkulasi udara dan sebagai akses memudahkan pemeriksaan secara visual; ditempatkan pada lokasi yang kering dan bebas serangan hama.

Sarana Pemajangan (Display)

Tujuan dari pemajangan adalah untuk meningkatkan daya tarik visual konsumen, selain itu pemajangan yang baik juga akan menjaga produk pangan tetap awet dan aman. Oleh sebab itu pengelola ritel harus memperhatikan dengan baik masalah sarana pemajangan untuk menambah minat pembelian. Diantara hal penting tersebut antara lain:

  • Tempat pemajangan harus bersih, kering, memiliki cukup cahaya, dan ventilasi. Produk harus ditangani dengan hati-hati pada saat disusun di rak atau unit pajang agar tidak rusak. Unit untuk pajang harus selalu dibersihkan.
  • Produk pangan yang di pajang terlindungi dari pencemaran, seperti cemaran air, udara, serangan hama.
  • Rak display harus memudahkan konsumen untuk mengambil barang yang dibutuhkan (jika ritelnya konsep swalayan)

Tempat pemajangan perlu ditempatkan pada ruang yang memiliki cahaya yang cukup atau diberikan penerangan lampu dan adanya sirkulasi udara yang baik. Jauhi produk pangan dari kelembaban karen bisa berkembangnya bakteri.

#KUNCI KETIGA: PAJANG DENGAN AMAN

tata letak produk pangan harus diatur sedemikian rupa agar konsumen tidak mencemari produk, untuk itu penjual harus :

  • Menyediakan sendok atau penjepit untuk mengambil produk.
  • Mengatur produk sedemikian rupa sehingga tangan konsumen tidak berada di atas suatu jenis produk pada saat sedang mengambil produk yang lain.
  • Meletakkan produk dengan baik untuk mencegah konsumen batuk atau bersin ke arah produk.

Secara umum pada kondisi risiko cemaran silang rentan terjadi, maka produk satu dan produk lainnya harus dipisahkan selama pemajangan.

Pangan mentah terpisah dari pangan yang telah dimasak. Jika diletakkan di rak yang sama dengan pangan olahan, maka pangan olahan terletak di rak bagian atas dan pangan mentah dibagian bawah.

Produk pangan harus diletakkan secara benar dan teratur di rak pemajangan dengan stok baru di belakang dan stok lama di rak bagian depan. Hal ini untuk menjamin rotasi stok yang baik dalam meminimalkan kerusakan pangan.

Pajang Secara Benar

Pangan yang dipajang pada  suhu ruang sesuai dan tidak diletakkan langsung di atas lantai tetapi diletakkan pada pallet, rak atau unit pajang, minimal 15 cm di atas lantai.

Produk pangan tidak ditumpuk atau berdesak-desakan, terutama untuk pangan yang disimpan di suhu dingin atau suhu beku. Isilah unit pajang/display jangan terlalu penuh menyebabkan suhu dingin atau beku yang diinginkan untuk mengawetkan produk tidak tercapai sehingga risiko pertumbuhan mikroba akan lebih besar.

Produk pangan olahan beku seperti nugget, ayam goreng tepung beku, olahan daging lainnya, es krim, dan sebagainya harus dipajang pada lemari beku.

Untuk produk beku dipajang pada bagian dalam pemajangan beku (frozen showcase) yang suhunya dikendalikan di bawah -18 DC.

#KUNCI KEEMPAT: JAGA KEBERSIHAN

Dalam Islam kebersihan adalah sebahagian dari iman. Kebersihan ada kaitannya dengan kesehatan. Sebab itu setiap orang perlu menjaga kebersihan, baik tubuhnya, pakaian dan tempat. Untuk para pemasar ritel produk pangan sangat penting untuk memperhatikan masalah kebersihan. Makanan yang dijual harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Bagaimanapun itu adalah hak konsumen. Pemasar dapat menyediakan fasilitas yang bersih. Terutama sekitar area penjualan dan display. Lakukan pembersihan peralatan dan fasilitas yang digunakan secara berkala, kontrol jalur pembuangan dengan baik, lantai selalu di pel dan diberi pengharum ruangan.

Pengendalian Hama

Hama di sini adalah seluruh yang termasuk dalam kriteria hewan pengganggu. Tikus, burung, serangga, dan hewan lainnya tidak boleh berkeliaran di area ritel. Perangkap diletakkan jauh dari sumber cahaya, bebas dari aliran udara dan jauh dari produk pangan. Semprotan anti serangga tidak boleh digunakan di area untuk menangani, menyimpan atau memasak pangan. Semua jendela yang terbuka harus dilengkapi dengan kasa serangga yang dapat dibongkar pasang untuk mempermudah pembersihan.

#KUNCI KELIMA: JUAL DENGAN AMAN

Kunci terakhir dari rangkaian tips ritel produk pangan adalah menjual dengan aman. Penekanan pada aspek ini adalah sangat komprehensif atau mencakup keseluruhan dari berbagai faktor-faktor yang telah disebutkan pada Bagian I dan tersebut di atas. Penjualan merupakan proses akhir dari kegiatan pemasaran ritel produk pangan yang aman bagi konsumen. Disini titik krusial keberhasilan dari usaha ritel. Sebab itu pengelola harus pandai mengkombinasikan seluruh sumber daya dan strategi yang dimiliki untuk memuaskan konsumen. Jika tidak, maka konsumen akan membeli di toko pesaing akibat mereka mengalami kekecewaan atas produk dan layanan buruk yang mereka rasakan dari ritel kita.

Wiraniaga yang bertugas juga harus terlihat rapi, bersih dan harum tubuhnya saat melayani konsumen ketika membeli produk. Murah senyum dan ramah dalam pelayanan akan menambah rasa senang konsumen. Pada fase awal ketika memulai melayani konsumen, mereka terlebih dahulu dapat menciptakan suasana nyaman dan akrab dengan pelanggan, sambil berbicara kecil dan memuliakan setiap pengunjung yang datang merupakan karakter yang harus dimiliki oleh petugas penjualan ritel.

Pastikan produk pangan dalam kondisi baik dan tidak cacat saat sebelum barang diserahkan kepada konsumen. Jelaskan setiap pertanyaan jika ada hal-hal yang kurang jelas bagi pelanggan baik informasi harga, cara pembayaran dan lain sebagainya.

Akhirnya selamat mencoba semoga usaha ritelnya berjalan sukses dan memberikan manfaat buat masyarakat dan kita sebagai pelaku usaha.

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

Tinggalkan Balasan