Tips Bisnis | Usaha Makanan Siap Saji

Kelas Entrepreneurship OS-38

Selamat berjumpa kembali SahabatPreneur yang baik hatinya

Kehidupan semakin berkembang. Dunia semakin maju. Manusia menginginkan semuanya serba cepat, mudah dan berkualitas. Termasuk dalam hal makanan. Konsumen lebih menyukai makanan siap saji daripada memasak sendiri. Sebagian barangkali mungkin malas memasak, karena berkutat di dapur bisa bikin kepanasan, kotor dan bau asap. Mungkin juga barangkali tidak bisa menemukan resep yang pas dengan kemampuannya dalam mengolah bahan-bahan yang ada. Tentu saja ada begitu banyak alasan lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Sebagai wirausahawan tentu hal tersebut merupakan peluang bisnis. Kita bisa memawarkan berbagai makanan siap saji sesuai selera pelanggan dan daya belinya. Apalagi ‘malas masak’ yang menjadi tren bagi ibu-ibu karier zaman sekarang. Bahkan Remaja putri yang terlalu dimanjakan oleh orang tuanya juga malas memasak, malas mencuci, malas membersihkan rumah dan takut kotor tangannya, pokoknya malas segalanya atau serba malaslah. Mereka meminta agar pekerjaan seperti itu dilakukan oleh asisten rumah tangga saja, tukang kebun dan tenaga sewaan yang sengaja mereka bayar untuk melayani kebutuhannya.

Tapi baiklah, lupakan saja jika fenomena di atas terkesan sangat tidak positif. Bagaimana tidak, disebabkan oleh kemajuan berbagai bidang, dunia semakin modern telah membuat perubahan dalam gaya hidup manusia. Jika zaman dulu perempuan dihargai dan dihormati karena keberadaannya dalam rumah tangga bisa menjadi ibu yang baik dan ‘sempurna’, menyediakan makanan favorit anggota keluarganya dan makanan rumahan yang lezat dan sehat. Namun kini justru perempuan  yang bekerja di rumah, melayani anak-anaknya, menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga, dianggap kolot, tidak modern dan kampungan.

Pembaca yang budiman! Sebenarnya yang ingin penulis bahas bukanlah tentang perempuan malas. Namun ternyata malas itu juga ada nilai positifnya bagi orang lain. Contohnya karena ada orang malas masak, maka positifnya bisa menjadi peluang usaha rumah makan, katering atau restoran. Contoh lainnya adanya orang yang malas mencuci, maka wirausahawan dapat membuka usaha laundry. Begitulah!

Nah, kebayangkan bagaimana bila seorang wirausahawan jeli melihat peluang usaha makanan siap saji? Jajanan kue atau usaha pengolahan pangan lainnya? Wah… Bisnisnya bisa meledak, omzetnya tinggi. Anda tahu alasannya kan? Sekarang silakan SahabatPreneur menganalisis sendiri apa kira-kira bisnis makanan dan produk pangan yang cocok untuk ditawarkan. Agar bisnis makanan dan pangan bisa sukses, maka banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan. Terutama soal citarasa, kualitas dan yang paling penting adalah higeinis/kebersihan. Bagaimana pun produk makanan dan pangan siap saji sangat bergantung pada aktivitas bahan yang dipakai dan proses pengolahannya.

Agar produk makanan siap saji yang hasilkan memenuhi standar kualitas dan aman untuk di konsumsi, SahabatPreneur perlu perhatikan beberapa tips berikut ini:

  1. Sediakan bahan baku aman (beli dan simpan). Kita harus memilih bahan baku yang baik agar sejak dari bahan baku pangan sudah dijamin aman. Ketelilitian menilai bahan baku akan sangat berpengaruh pada kualitas makanan yang kita buatkan, baik dari segi cita rasa maupun daya tahan produk.
  2. Olah pangan secara seksama. Pengolahan pangan adalah proses mengubah bahan mentah menjadi masakan siap santap. Pengolahan pangan harus memperhatikan kaidah pengolahan yang baik. Seperti; tempat pengolahan pangan atau dapur harus sehat dan bersih, bahan di pilih dengan di sortir. Dll
  3. Pajang dan sajikan pangan secara aman. Kondisi pemajangan produk makanan harus dapat mempertahankan mutu dan keamanan produk makanan yang dijual. Misalnya; fasilitas pajang harus bersih, kering, memiliki cukup cahaya, dan ventilasi.
  4. Jual produk makanan/pangan secara aman. Penjual harus memperhatikan semua kondisi yang terkait dengan keamanan pangan dan produk, termasuk fasilitas, dan tatacara dalam menangani produk. Seperti wadah yang bersih, terpisah untuk setiap jenis pangan/makanan, tertutup. Selain itu penjual juga harus sehat, bersih, dan rapi serta menerapkan kebiasaan yang higienis selama menjual, tidak memegang makanan secara langsung tanpa memakai sarung tangan. Penjual harus memotong kukunya dan bersih, tidak menggaruk-garuk kepala apalagi (maaf, garuk pantat. Hehe), jualan sambil merokok, meludah, batuk, dll.
  5. Jaga kebersihan. Fasilitas dan peralatan yang digunakan harus bersih, cuci tangan saat mau menjual makanan, lingkungan tempat penjualan harus bebas dari pencemaran sampah, dll.

Demikian tips yang SahabatPreneur harus perhatikan dengan baik. Khusus buat wirausahawan yang akan melaksanakan usaha makanan semoga bisa lancar dan sukses.

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

2 Replies to “Tips Bisnis | Usaha Makanan Siap Saji”

Tinggalkan Balasan