Mengais Rupiah Menangkap Peluang Usaha

Praktek Bisnis Menjual Produk

Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia atau sering disebut LP3I adalah sebuah lembaga pendidikan vokasional yang cukup terkenal di Indonesia bahkan hingga ke negara Singapura dan Malaysia. Sebagai lembaga pendidikan yang setara perguruan tinggi, peran LP3I Banda Aceh dalam membantu pemerintah untuk mencetak lulusan yang berkualitas sangat nyata. Bagaimana tidak? Dengan konsep pendidikan yang berbasis pada skill (keahlian) dalam bidang komputer, administrasi perkantoran, perbankan, akuntansi dan sekretaris LP3I Banda Aceh telah berhasil menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan di dunia kerja maupun sebagai profesional.

Tidak hanya itu, LP3I Banda Aceh sejak tahun 2010 juga mengembangkan konsep pendidikan kewirausahaan (entrepreneur). Dengan membekali lulusannya dengan ilmu kewirausahaan, LP3I Banda Aceh mengharapkan alumninya bukan hanya siap bekerja tetapi juga siap berwirausaha.

Dalam usaha mencapai visi tersebut, LP3I membentuk sebuah wadah sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia usaha dan kewirausahaan secara khusus dan berkelanjutan. Wadah tersebut diberi nama Rumah Entrepreneur. Di rumah entrepreneur mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat kewirausahaannya akan digembleng oleh para mentor, trainer dan dosen bidang entrepreneur selama waktu tertentu. Bisa dikatakan rumah entrepreneur adalah Inkubator Bisnis-nya LP3I.

Meskipun LP3I lebih dikenal dengan tagline Cepat Kuliah Cepat Kerja dan faktanya memang 80% lulusannya sudah bekerja, namun LP3I juga mampu mencetak alumni untuk siap terjun ke dunia usaha. Melalui rumah entrepreneur, LP3I merancang berbagai strategi untuk menghasilkan pengusaha muda lulusannya. Dan saat ini sebanyak 10% dari lulusan yang ada sudah sukses menjadi pengusaha muda. Bisnis mereka ada yang bergerak dibidang jasa, perdagangan, bisnis kreatif (bikraf) bahkan bisnis portofolio saham.

Dalam tulisan kali ini, sebenarnya penulis ingin berbagi dengan Anda semua tentang cara LP3I menerapkan konsep pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswanya. Semoga dengan sharing ini Anda bisa memperoleh inspirasi dan manfaat. Hendaknya…

Sebagai lembaga pengembangan profesi. Dalam menjalankan metode pembelajarannya LP3I membekali peserta didiknya dengan 60% praktek dan 40% teori. Sistim perkuliahannya pun bukan hanya dalam kelas (in class) tetapi juga di luar kelas (out class). 

Salah satu metode pembelajaran entrepreneurship, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan bisnis baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Kegiatan di kampus diarahkan pada kegiatan-kegiatan praktek bisnis dan simulasi dalam skala terbatas. Misalnya praktek membuat produk/aplikasi, praktek marketing, bazar, dll. Sedangkan kegiatan praktek bisnis yang dilaksanakan di luar kampus diantaranya ada kegiatan kunjungan mahasiswa ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pasar-pasar tradisional dan praktek menjual produk secara langsung atau program yang diberi nama HAPPY SELLING.

Kegiatan menjual produk secara langsung ini dimaksudkan untuk melatih para peserta program entrepreneurship agar lebih mengenal secara langsung bagaimana strategi menjual dengan tepat. Kegiatan ini juga merupakan penerapan ilmu marketing dan selling skill (salesmanship). Dengan terjun langsung melakukan penjualan, mereka akan lebih memahami tentang konsumen, pelayanan penjualan, komunikasi pemasaran dan yang lebih penting adalah akan melahirkan sikap berani, ramah, sabar dan senang melayani orang lain. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh peserta kelas entrepreneurship dan ini hanya bisa diperoleh melalui tindakan, berbuat secara nyata bukan didalam kelas dengan sejumlah teori.

Berdasarkan pengalaman selama ini, kegiatan Happy Selling sangat positif dan bermanfaat bagi peserta kelas entrepreneur. Tanggapan serupa juga diberikan oleh masyarakat yang selama ini juga memperhatikan program ini. Apalagi antusias para peserta dalam melakukan kegiatan Happy Selling juga sangat tinggi. Mereka sangat bersemangat dalam menawarkan dan menjual produk mereka kepada calon konsumen yang menjadi target market. Hasil akhir yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya mentalitas wirausaha dari para mahasiswa. Lebih jauh lagi, semoga mereka bisa jeli melihat peluang usaha dan berani mengambil peluang tersebut untuk merintis sebuah usaha.

Kini LP3I Banda Aceh bukan hanya berhasil mencetak lulusan yang berkualitas, memiliki kompetensi dan siap untuk bekerja namun juga sukses mendidik dan menciptakan lulusan yang siap berwirausaha dan mandiri sejak muda.

Dengan memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi mahasiswa yang mau berwirausaha sejak kuliah, LP3I Banda Aceh telah memberikan nilai tambah (value added) dalam layanan pendidikannya.

Melalui rumah entrepreneur sebagai inkubator bisnis, program kewirausahaan dapat dijalankan lebih intensif dan fokus pada pencapaian sasaran yang diinginkan. Di rumah entrepreneur ini juga para peserta (tenant) diberikan pinjaman modal usaha untuk menunjang pelaksanaan ide bisnis mereka. Meskipun jumlah pinjaman yang diberikan masih tergolong kecil tetapi jika benar-benar dimanfaatkan, maka modal kerja awal tersebut akan menjadi pendorong semangat bagi tenant dalam meniti tangga kesuksesan bisnisnya menuju masa depan.

Sebelum penulis mengakhiri sharing ini. Beberapa hal barangkali bisa menjadi perhatian dan pertimbangan. Diantaranya, dalam menempuh pendidikan dan melaksanakan program kewirausahaan, peserta bukan hanya membutuhkan teori saja akan tetapi perlu juga untuk menguji teori tersebut dengan melakukan praktek secara langsung. Kita harus memberikan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkreasi dan berinovasi. InshaAllah mereka akan berhasil.

Dengan berani menjual berarti usaha mengais rupiah dan menangkap peluang usaha mulai dihitung.

 

The following two tabs change content below.

Hamdani

Praktisi Bisnis. Konsultan Profesional Bidang Keuangan dan UKM.

One Reply to “Mengais Rupiah Menangkap Peluang Usaha”

  1. Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.Pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:√. Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.√. Menurut Peter F.Drucker , kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang barudan berbeda.√. Menurut Stephen Robins, kewirausahaan adalah proses mengejar berbagai peluang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi.√. Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, prilaku dan kemampuan memberikan respon positif kepada peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri dan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan/masyarakat, serta menciptakan dan menyediakan produkyang lebih bermanfaat dengan menerapkan cara kerja yang lebih efesien dan efektif, melalui keberanianmengambil resiko, kreatifitas, inovasi dan kemampuan manajemen.




    0



    0

Tinggalkan Balasan