Branding (in) Indonesia: Update! Oleh: Herman Kartajaya

Pilkada DKI Jakarta benar-benar merupakan ajang ‘pertempuran’ political brand gaya baru. Ada berapa Hoax dan Fake News dihalalkan oleh tim pemenang pasangan calon? Ternyata “Tech is not only for Good”.

Dan, mereka yang terlibat di sini, disebut sebagai Cyber Army! Army memang untuk perang, karena itu boleh menghalalkan semua cara. Walaupun perang juga ada etiknya, tapi biasanya sangat mudah dilanggar dan sulit dibuktikan.

 WHY?

Curiosity in Marketing

Ini adalah judul buku saya ketujuh bersama profesor Philip Kotler, yang juga melibatkan Iwan Setiawan, COO MarkPlus, Inc. Sebagai co-author. Kalau Marketing 3.o mencapai 27 bahasa dalam waktu tujuh tahun, maka yang satu ini mencapai 12 bahasa dalam dua bulan terakhir. Inilah buku tentang From Traditional to Digital. Tapi diperuntukkan untuk Tech For Good!

Sebab, sebuah korporasi tidak boleh sekali kali meniru orang politik yang menggunakan Cyber Army.

Political Marketing dilakukan untuk mencapai tujuan jangka pendek, yaitu memenangkan sebuah Pilkada atau Pemilu.

Tapi korporasi harus mencapai tujuan jangka panjang, yang tidak boleh tercederai oleh tujuan jangka pendek. Karenanya, korporasi perlu punya seorang Content Creator yang harus bisa menimbulkan dampak positif jangka panjang.

Di konsep Marketing 4.o, Content Marketing diperlukan untuk meningkatkan Curiosity dari Appeal (A2) ke Ask (A3)

Peranannya sangat strategis karena Content Creation yang salah akan “menghambat” Customer Path menuju ke fase yang sangat strategis.

Ask ini sebenarnya jadi pembeda dari traditional marketing, di mana target audience hanya diminta menerima dan di-persuade untuk menyetujui pesan dari marketeer. Pada digital marketing, justru inilah tahapan yang penting Karena lanskapnya sudah jadi horizontal, inklusif, dan sosial. Bukan vertikal, eksklusif dan individual.

Tahapan “kritis” berikutnya ada pada Affinity yang akan mendorong costumer melakukan Advocacy. Ada empat situasi yang mungkin terjadi. Pertama, orang puas dan melakukan komplimen. Kedua, orang puas dan diam saja. Ketiga,  orang tidak puas dan komplain. Keempat, orang tidak puas dan tidak komplain.

Untuk situasi pertama, haruslah ada amplication supaya orang yang bersangkutan mau memberikan komplimen ke publik. Kalau dibiarkan organik, maka orang Indonesia cenderung diam. Rugikan kita?

Sedangkan orang yang tidak puas dan diam justru orang yang paling berbahaya, karena dia langsung pindah ke pesaing. Orang yang tidak puas kalau diberi akses untuk komplain ke marketeer dan ditangani dengan baik dan fair, maka akan makin memuji pemasarnya.

Di Marketing 4.0, kami percaya bahwa Advocacy (A5) adalah ultimate phase yang akan paling menentukan customer engagement.

What?

Anxiety and Desire in New Content Marketing

Content is the King! Bukan hanya frekuensi dan media yang digunakan. Inti dari Content Creation yang pas adalah pengetahuan marketeer terhadap anxiety and desire dari audiens yang di tuju.

Kenapa Film Warkop DKI Reborn, Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC), dan My Stupid Boss bisa sukses besar pada tahun 2016 di Indonesia? Dugaan kami adalah orang Indonesia memang suka “Laugh and Love”. Tidak terlalu mikirin ekonomi yang lagi sulit pada tahun lalu. Yang penting masih bisa ketawa-ketiwi dan baper.

Lantas kenapa Cek Toko Sebelah yang dimulai pada akhir tahun lalu jadi film paling sukses sampai sekarang pada tahun 2017 ini? Ternyata pluralisme yang berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika adalah desire orang Indonesia ketika ada gejala devided. 

Dan kenapa pula film Surga  Yang Tidak Dirindukan 2 cukup sukses dan banyak komunitas berhijab melakukan nonton bareng (nobar)? Mungkin saja, isu poligami adalah salah satu anxiety di audiens itu.

Sebaliknya, pada tahun 2017, ternyata ada banyak sosialita perempuan kita yang pergi ke Singapura hanya untuk nonton Fifty Shade Darker. Bisa jadi, perilaku seksual menyimpang itu jadi ‘secret desire’ dari audiens tersebut.

Jadi? Apa pun konten yang akan dibuat haruslah menjawab anxiety and desire audiens. Walaupun sangat sulit menemukan hal tersebut karena audiens biasanya tidak mau menampakkannya secara jelas. Bisa karena malu, jaga gengsi, tidak terbuka dan sebagainya.

Makanya, tugas seorang content creator adalah “unlocking the heart” Biasanya selau beyond the mind karena sering tidak masuk akal sehat. Aneh tapi nyata. Disney dulu hanya bermain dengan Mickey Mouse untuk audiens anak-anak. Sekarang, mereka bisa memainkan Star Wars Series untuk orang dewasa.

Sedangkan lagu Let It Go dari Princess Elsa di film Frozen sampai dibawakan penyanyi terkenal dalam 45 bahasa. Termasuk Anggun yang menyanyikan lagunya dalam Bahasa Indonesia. WOW!

HOW?

The Sixth Sense in Digital Platform. Percayalah bahwa digital marketing tidak akan mengganti traditional marketing. Tapi keduanya harus diintegrasikan.

Traditional marketing tetap merupakan dasar dari digital marketing, karena yang namanya digital marketing, ya marketing! Tapi,  digital marketing makin menjadi platform dari suatu proses terpadu digital dan traditional.

Kombinasi keduanya merupakan suatu kemutlakan, karena itu budget yang sama besarnya haruslah bisa dialokasikan secara tepat. Digital marketing, terutama mobile marketing bisa jadi sangat powerful karena bisa sangat bersifat H2H atau Human to Human.

Smartphone sudah menjadi bagian dari seorang manusia sendiri yang merupakan indera keenam “the sixth sense”. Sekarang semua orang bisa mengandalkan smartphone dengan berbagai aplikasinya untuk melakukan “sensing” pada lanskapnya. Dengan demikian responding bisa dilakukan secepat mungkin, walaupun belum tentu benar.

Situasinya jadi paradoks. Semua orang memerlukan “the sixth sense” ini supaya tidak kalah bersaing dengan orang lain. Perlu diperhatikan juga berbeda platform yang digunakan akan berbeda juga cara pendekatannya. Sebagai contoh penggunaan media sosial yang berbeda satu sama lain. Dan ketika semua orang menggunakannya, maka dengan mudah semua digital behaviour datanya terekam. Justru dengan melakukan Big Data Analysis itulah maka orang tersebut akan dengan mudah membaca anxiety and desire-nya.

Lantas apa kesimpulannya? Pertama; korporasi hanya boleh menggunakan Tech for Good! Kedua; content creation secara benar merupakan kunci kemenangan dalam marketing. Keiga; konten yang bisa menjawab Anxiety and Desire audiensnya sangatlah penting di samping frekuensi dan jenis media. Keempat; smartphone sudah merupakan “the sixth sense” bagi semua orang karena merupakan media yang sangat personal. Kelima; digital behaviour analysis bisa digunakan untuk mempertajam suatu upaya digital marketing.

 

Rahasia Sukses Bisnis Di Bulan Rajab

Hari ini kita masih dalan Bulan Rajab atau memasuki minggu terakhir. Bulan Rajab merupakan perhitungan tahun dalam Islam berdasarkan bulan (qamariyah), berbeda dengan tahun masehi yang menghitung berdasarkan peredaran matahari. Tahun Islam dikenal dengan tahun hijriyah. Jumlah bulan dalam tahun hijriyah juga sama dengan tahun masehi yaitu dua belas bulan.

Bulan Rajab, memiliki keistimewaan dalam Islam. Banyak riwayat dan hadits shahih yang menceritakan bagaimana hikmah bulan Rajab. Karena keistimewaannya, maka bulan Rajab termasuk salah satu bulan haram, artinya dalam bulan Rajab, Allah dan Rasul NYA melarang ummat Islam untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Misalnya dilarang membunuh dan berperang, dilarang melakukan maksiat, dll.

Selain menjauhkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Dalam bulan ini Rasulullah juga memerintahkan ummatnya untuk lebih banyak melakukan amal baik atau kebaikan. Salah satu amal baik yang banyak diriwayatkan dalam hadits Rasulullah adalah berpuasa. Ummat Islam disunnatkan melakukan puasa pada hari pertama bulan Rajab atau pada hari-hari berikutnya dalam bulan Rajab. Sebagaimana Sabda Rasulullah berikut ini:

“puasa hari pertama dari bulan Rajab menghapuskan dosa tiga tahun, puasa pada hari keduanya menghapuskan dosa dua tahun, dan puasa pada hari ketiga menghapuskan dosa satu tahun, kemudian setiap hari-hari selanjutnya akan menghapuskan dosa sebulan.” HR Abu Muhammmad al-Khallal dalam Fada’il Rajab daripada Ibn ‘Abbas.

Bukan hanya itu, dalam bulan yang mulia ini juga ummat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan shalat malam (tahajjud) dan banyak bersedeqah. Gemar menyumbangkan sebagian harta yang dimiliki untuk membantu agama Allah. Menyisihkan sedikit dari penghasilan kita untuk menolong fakir miskin, anak yatim dan lainnya yang membutuhkan. Misalnya membantu biaya untuk pengobatan teman kita yang sedang sakit. Amal baik seperti ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Menurut Ustad Nasrullah dalam materinya tentang magnet rezeki, bersedeqah merupakan salah satu pendongkrak rezeki. Semakin banyak kita bersedeqah justru harta kita semakin bertambah walaupun secara kasat mata uang/harta benda lainnya secara kuantitas berkurang.

Dalam hal sedeqah, Ustad Yusuf Mansur juga banyak mengupas bagaimana dahsyatnya konsep sedeqah untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Bisnis lancar dan berkah, nikmat kesehatan, dijauhkan dari malapetaka, dan yang paling penting adalah harta yang kita peroleh dan gunakan sudah bersih dari hak-hak orang lain.

Singkat kata, penulis bermaksud untuk menyampaikan kepada kita semua dan sekaligus untuk mengingatkan diri sendiri bahwa dalam bulan Rajab inilah kesempatan yang paling besar bagi kita untuk meningkatkan amal baik kita, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan bisnis kita dengan jalan meningkat ibadah di bulan ini. Inilah rahasianya.

Tidak hanya bulan Rajab saja, Allah bahkan menyebut ada tiga bulan yang yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan. Jadi manfaatkan tiga bulan yang mulia dan penuh berkah ini untuk memaksimalkan ibadah-ibadah kita. Pengertian ibadah disini dalam konteks yang lebih luas, yang didalamnya termasuk kegiatan muamalah atau kegiatan traksaksi ekonomi dalam kehidupan.

Perlu kita pahami bersama bahwa ketika seseorang melakukan aktivitas usaha sebagai kegiatan bisnisnya, maka dalam pandangan Islam itu adalah kegiatan yang positif. Maknanya hal itu tidak dilarang bahkan sangat dianjurkan sebab terdapat kebaikan didalamnya. Sehingga misalkan seseorang mengerjakan satu usaha, maka dia akan memperoleh apa yang diusahakannya. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara muslim maupun bukan muslim. Namun ketika seseorang meniatkan melakukan suatu kegiatan muamalah sebagai bagian dari kegiatan ibadahnya kepada Allah dan wujud kasih sayangnya kepada sesama manusia, karenanya dia akan mendapat balasan dari Allah. Inilah sisi perbedaan antara seorang pebisnis muslim dengan lainnya.

Wallahu`alam

Mengais Rupiah Menangkap Peluang Usaha

Praktek Bisnis Menjual Produk

Lembaga Pendidikan Pengembangan Profesi Indonesia atau sering disebut LP3I adalah sebuah lembaga pendidikan vokasional yang cukup terkenal di Indonesia bahkan hingga ke negara Singapura dan Malaysia. Sebagai lembaga pendidikan yang setara perguruan tinggi, peran LP3I Banda Aceh dalam membantu pemerintah untuk mencetak lulusan yang berkualitas sangat nyata. Bagaimana tidak? Dengan konsep pendidikan yang berbasis pada skill (keahlian) dalam bidang komputer, administrasi perkantoran, perbankan, akuntansi dan sekretaris LP3I Banda Aceh telah berhasil menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan di dunia kerja maupun sebagai profesional.

Tidak hanya itu, LP3I Banda Aceh sejak tahun 2010 juga mengembangkan konsep pendidikan kewirausahaan (entrepreneur). Dengan membekali lulusannya dengan ilmu kewirausahaan, LP3I Banda Aceh mengharapkan alumninya bukan hanya siap bekerja tetapi juga siap berwirausaha.

Dalam usaha mencapai visi tersebut, LP3I membentuk sebuah wadah sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari dunia usaha dan kewirausahaan secara khusus dan berkelanjutan. Wadah tersebut diberi nama Rumah Entrepreneur. Di rumah entrepreneur mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat kewirausahaannya akan digembleng oleh para mentor, trainer dan dosen bidang entrepreneur selama waktu tertentu. Bisa dikatakan rumah entrepreneur adalah Inkubator Bisnis-nya LP3I.

Meskipun LP3I lebih dikenal dengan tagline Cepat Kuliah Cepat Kerja dan faktanya memang 80% lulusannya sudah bekerja, namun LP3I juga mampu mencetak alumni untuk siap terjun ke dunia usaha. Melalui rumah entrepreneur, LP3I merancang berbagai strategi untuk menghasilkan pengusaha muda lulusannya. Dan saat ini sebanyak 10% dari lulusan yang ada sudah sukses menjadi pengusaha muda. Bisnis mereka ada yang bergerak dibidang jasa, perdagangan, bisnis kreatif (bikraf) bahkan bisnis portofolio saham.

Dalam tulisan kali ini, sebenarnya penulis ingin berbagi dengan Anda semua tentang cara LP3I menerapkan konsep pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswanya. Semoga dengan sharing ini Anda bisa memperoleh inspirasi dan manfaat. Hendaknya…

Sebagai lembaga pengembangan profesi. Dalam menjalankan metode pembelajarannya LP3I membekali peserta didiknya dengan 60% praktek dan 40% teori. Sistim perkuliahannya pun bukan hanya dalam kelas (in class) tetapi juga di luar kelas (out class). 

Salah satu metode pembelajaran entrepreneurship, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan bisnis baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Kegiatan di kampus diarahkan pada kegiatan-kegiatan praktek bisnis dan simulasi dalam skala terbatas. Misalnya praktek membuat produk/aplikasi, praktek marketing, bazar, dll. Sedangkan kegiatan praktek bisnis yang dilaksanakan di luar kampus diantaranya ada kegiatan kunjungan mahasiswa ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), pasar-pasar tradisional dan praktek menjual produk secara langsung atau program yang diberi nama HAPPY SELLING.

Kegiatan menjual produk secara langsung ini dimaksudkan untuk melatih para peserta program entrepreneurship agar lebih mengenal secara langsung bagaimana strategi menjual dengan tepat. Kegiatan ini juga merupakan penerapan ilmu marketing dan selling skill (salesmanship). Dengan terjun langsung melakukan penjualan, mereka akan lebih memahami tentang konsumen, pelayanan penjualan, komunikasi pemasaran dan yang lebih penting adalah akan melahirkan sikap berani, ramah, sabar dan senang melayani orang lain. Hal ini sangat penting untuk dimiliki oleh peserta kelas entrepreneurship dan ini hanya bisa diperoleh melalui tindakan, berbuat secara nyata bukan didalam kelas dengan sejumlah teori.

Berdasarkan pengalaman selama ini, kegiatan Happy Selling sangat positif dan bermanfaat bagi peserta kelas entrepreneur. Tanggapan serupa juga diberikan oleh masyarakat yang selama ini juga memperhatikan program ini. Apalagi antusias para peserta dalam melakukan kegiatan Happy Selling juga sangat tinggi. Mereka sangat bersemangat dalam menawarkan dan menjual produk mereka kepada calon konsumen yang menjadi target market. Hasil akhir yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya mentalitas wirausaha dari para mahasiswa. Lebih jauh lagi, semoga mereka bisa jeli melihat peluang usaha dan berani mengambil peluang tersebut untuk merintis sebuah usaha.

Kini LP3I Banda Aceh bukan hanya berhasil mencetak lulusan yang berkualitas, memiliki kompetensi dan siap untuk bekerja namun juga sukses mendidik dan menciptakan lulusan yang siap berwirausaha dan mandiri sejak muda.

Dengan memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi mahasiswa yang mau berwirausaha sejak kuliah, LP3I Banda Aceh telah memberikan nilai tambah (value added) dalam layanan pendidikannya.

Melalui rumah entrepreneur sebagai inkubator bisnis, program kewirausahaan dapat dijalankan lebih intensif dan fokus pada pencapaian sasaran yang diinginkan. Di rumah entrepreneur ini juga para peserta (tenant) diberikan pinjaman modal usaha untuk menunjang pelaksanaan ide bisnis mereka. Meskipun jumlah pinjaman yang diberikan masih tergolong kecil tetapi jika benar-benar dimanfaatkan, maka modal kerja awal tersebut akan menjadi pendorong semangat bagi tenant dalam meniti tangga kesuksesan bisnisnya menuju masa depan.

Sebelum penulis mengakhiri sharing ini. Beberapa hal barangkali bisa menjadi perhatian dan pertimbangan. Diantaranya, dalam menempuh pendidikan dan melaksanakan program kewirausahaan, peserta bukan hanya membutuhkan teori saja akan tetapi perlu juga untuk menguji teori tersebut dengan melakukan praktek secara langsung. Kita harus memberikan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkreasi dan berinovasi. InshaAllah mereka akan berhasil.

Dengan berani menjual berarti usaha mengais rupiah dan menangkap peluang usaha mulai dihitung.

 

7 Peluang Usaha Dengan Modal Kecil

SahabatPreneur yang budiman. Memiliki sebuah bisnis yang mudah dilakukan dan menguntungkan merupakan impian setiap calon wirausaha muda. Ide bisnis yang banyak dan sempurna belum tentu menjamin bahwa bisnis tersebut bakal berhasil di pasar. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Menentukan jenis peluang usaha yang bisa dilakukan dalam waktu cepat dengan modal kecil tentu menjadi prioritas rencana yang strategis bagi wirausaha pemula yang mau mencoba merintis sebuah bisnis. Namun, kebanyakan calon wirausaha justru lebih menginginkan sebuah ide bisnis yang “wah” dan mewah untuk mereka jalankan. Mereka seakan lupa bahwa dalam merintis usaha bukanlah mencari popularitas semata seperti halnya seorang artis. Akan tetapi membangun cita-cita. Sebab itu, maka cukup memilih ide bisnis yang sederhana, peluang pasarnya tinggi dan membutuhkan modal yang kecil. Pertanyaannya, apakah ada?

Berikut ini penulis ingin memaparkan 7 peluang usaha dengan modal kecil bagi wirausaha pemula, bahkan sangat tepat peluang usaha bagi mahasiswa.

Satu: Usaha Les Privat

Peluang usaha ini bergerak dibidang jasa. Modal utama yang dibutuhkan pada peluang usaha ini adalah Anda memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup bahkan sangat ahli dalam bidang jasa yang Anda tawarkan. Misalnya Anda yang sedang kuliah di jurusan komputer, Anda bisa menawarkan jasa kursus/les privat aplikasi komputer. Anda yang jago matematika bisa menjual jasa les/kursus privat pelajaran matematika.

Mengapa les privat? Karena Anda tidak perlu menyediakan fasilitas tempat belajar. Anda hanya perlu membuat jadwal/skedul belajar bersama klien Anda. Biasanya les privat/kursus dilakukan di rumah klien dan pada jam belajar yang disepakati bersama. Selain tidak mengeluarkan modal investasi yang besar. Anda juga bisa mengatur waktu kuliah Anda (jika masih berstatus mahasiwa).

Kedua: Membuat/menjual aksesoris

Sesuai namanya, aksesoris adalah atribut pelengkap bagi suatu objek. Misalnya aksesoris pakaian, maka produknya seperti bross, pin, dasi, dan mungkin juga perhiasan. Produknya biasanya berukuran kecil (proporsional) dan fungsinya pun sebagai penambah daya tarik. Meskipun bukan kebutuhan utama tetapi tanpa aksesoris seperti sayur tanpa bayam..hehe, eh tanpa garam.

Produk aksesoris ini bisa Anda buat sendiri dengan kreasi unik dan menarik atau Anda bisa membeli dari produsen lain dan menjualnya baik offline maupun online. Tergantung siapa target pasar Anda.

Peluang bisnis ini tergolong prospektif karena aksesoris selalu dibutuhkan oleh mereka yang sangat memperhatikan penampilannya. Selain itu peluang usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Anda bisa membuat showroom atau etalase unik di kamar Anda sendiri. Bahkan saat Anda mau menjual pun bisa dibawa dengan sangat mudah. Kekuatan bisnis ini adalah aksesoris yang Anda tawarkan harus selalu up-to-date mengikuti tren mode. Modal utama yang diperlukan adalah Anda memiliki jiwa seni dan artistik yang kuat. Sebab itu Anda harus selalu membaca majalah-majalah mode agar pengetahuan Anda tentang fashion dan lainnya menjadi value yang bisa Anda padukan dengan produk.

Ketiga: Jual kartu internet dan pulsa

Peluang bisnis ini selalu terbuka lebar sampai saat ini. Di mana setiap orang sudah menggunakan handphone. Meskipun permintaannya masih tinggi, namun tingkat persaingan pun cukup ketat. Bila kita perhatikan, hampir setiap sudut lorong, warung-warung sudah menyediakan produk ini. Akan tetapi pola menjual yang mereka lakukan sangat pasif, mereka hanya menunggu pembeli datang ke tempat penjualannya. Nah, Anda bisa menjadikan kelemahan sistim pemasaran mereka dengan penjualan aktif yang Anda lakukan. Mulailah dari lingkungan terdekat Anda. Tawarkan kepada teman-teman sekitar dulu sampai mereka menjadi pelanggan tetap Anda.

Modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar, untuk bisnis pulsa Anda cukup deposit Rp100 ribu di tahap awal. Jika sudah mulai meningkat permintaannya, Anda bisa melipatgandakan hasil penjualan menjadi modal kembali. Sedangkan untuk kartu internet, Anda bisa bekerjasama dengan orang lain, peluang menjadi reseller juga sangat bagus. Jadi sangat mudah apalagi setiap Anda mempunyai hanphone sendiri sebagai alat kerja. Mengapa tidak digunakan sebagai ladang pendapatan.

Keempat: Menjual buku bacaan

Tahukah Anda? Saat ini banyak sekali lahir penulis-penulis muda berbakat di Indonesia. Karya mereka kaya akan pengetahuan baru dan sangat kreativ dalam menulis, ide-ide brialian mereka tuangkan dalam buku-buku mereka. Belum lagi desainnya yang sangat menarik dan mengundang selera orang untuk membaca isi bukunya.

Perubahan minat baca dikalangan generasi muda juga saat ini tergolong bagus meskipun kata para pengamat pendidikan, minat baca orang Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan negara maju. Ya jelas beda dong, wong dibandingin dengan negara maju. Hehe. Tetapi penulis ingin katakan bahwa transformasi ini melahirkan peluang usaha. Bukan hanya sebagai penulis, menjadi penjual buku-buku best seller pun sangat menguntungkan. Apalagi jika Anda sendiri juga memiliki hobi membaca.

Lalu bukunya darimana kita peroleh? Nah ini, bekerjama dengan toko buku terdekat itu strategi yang paling mudah dilakukan. Anda hanya perlu kenal dengan pemilik toko buku, mendatanginya dan mengajak kerjasama dengan skema tertentu. Namun jika Anda memiliki link (jaringan) dengan penerbit tentu sangat bagus sekali. Jika pun tidak ada yang Anda kenal, masih ada cara lain yaitu bergabung dalam sebuah afiliasi pemasaran (marketing affiliate). Anda bisa googling di internet untuk mencari penulis buku yang menjual karyanya dengan sistim afiliasi.

Kelima: Jasa pengetikan

Sebagai mantan mahasiswa, penulis sudah merasakan dan berpengalaman dalam hal pengerjaan tugas yang diberikan oleh dosen-dosen saya. Pada umumnya tugas yang diberikan berupa penulisan sebuah makalah/artikel. Nah, sebagai mahasiswa dari keluarga sederhana dan hidup mandiri di indekost, saya tidak memiliki perangkat komputer sendiri yang bisa penulis gunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Tindakan yang bisa kita lakukan jika dalam kondisi diatas adalah mencari toko atau tempat rental komputer.

Namun, saat ini saya melihat sudah banyak mahasiswa walaupun indekost tetapi sudah memiliki fasilitas komputer (biasanya jadi pajangan aja ya). Nah kenapa tidak dimanfaatkan untuk menerima jasa pengetikan. Pekerjaan ini tergolong mudah, apalagi Anda yang sudah mahir mengetik sepuluh jari atau dengan kecepatan 250-500 kata per menit. Ini ladang uang lho!

Keenam: Jasa servis komputer/laptop/HP

Peluang usaha ini tergolong besar. Dengan kebiasaan orang negara berkembang yang senang memperbaiki barangnya yang rusak ketimbang menggantikan dengan yang baru. Seperti penulis katakan tadi, saat ini hampir semua orang dirumahnya sudah terpasang komputer sebagai penunjang kerjanya. Pada umumnya mereka adalah pengguna yang tidak memahami teknis mekanikalnya. Jika rusak tidak tahu cara memperbaikinya.

Jika Anda mempunyai tempat usaha tetap tentu sangatlah bagus, namun jika pun tidak, Anda cukup menyediakan jasa Anda dengan panggilan ke rumah-rumah mereka atau kantor-kantor yang membutuhkan jasa Anda. Tinggal Anda melakukan kegiatan promosi dan memiliki skill yang bagus sebagai repairmen. Murah dan mudah bukan?

Pengalaman penulis, setiap saat ketika penulis mengalami kerusakan pada PC/Laptop sering kuwalahan mencari tempat servis yang cepat selesai pengerjaannya. Lho kenapa bisa? Ya..karena barang yang kita bawa tidak langsung bisa dikerjakan. Tapi menunggu antrian dulu. Bahkan baru bisa selesai dalam waktu seminggu. Kebayangkan bagaimana rasanya menunggu?

Ketujuh: usaha catering

Penulis sering menyampaikan ide aneh kepada mahasiswa yang mengikuti kelas kewirausahaan. Kebetulan rata-rata mereka adalah perantau atau indekost. Misanya ide menjual mie instan, rokok, deterjen bahkan telur di kamar kost kita. Rasanya ide tersebut masuk akal dan marketable. Sebagai mantan anak kost selama 15 tahun, penulis sering merasakan saat-saat diserang rasa lapar dan rumahnya jauh dari warung ataupun kios. Solusinya pinjam stok makanan teman dulu nanti saat sudah belanja baru digantikan. Yang paling repot adalah ketika sedang mengerjakan tugas waktu tengah malam. Wow…..mana stok makanan pada teman-teman sudah habis. Kebayang tidak bagaimana sengsaranya?

Bagi Anda yang kreatif dan jeli melihat peluang usaha, masalah seperti ini bisa Anda ubah menjadi bisnis. Anda bisa beli mie instan, telur dll dalam jumlah banyak dan pasarkan ke teman-teman di kost. Lebih mantap lagi adalah Anda menyediakan jasa masak atau catering. penulis yakin sekali peluang bisnis seperti ini jarang dipikirkan oleh mahasiswa yang status indekost. Lalu kenapa tidak Anda coba?

SahabatPreneur yang baik hatinya. Itulah tujuh peluang usaha dengan modal kecil yang pantas Anda jalankan agar kemampuan berbisnis Anda semakin terasah dan teruji. Semoga ada manfaatnya. Terima kasih bagi Anda yang telah berkunjung di blog ini dan telah membaca artikel ini. Hendaknya kesuksesan menjadi milik Anda.

Cara Sukses Berbisnis Sambil Kuliah

Menarik sekali jika kita membaca sebuah cerita sukses (success story)  yang berhasil ditorehkan dan dicatat dengan tinta emas tatkala seorang mahasiswa tiba-tiba menjadi ikon atau model sukses berbisnis sejak masa perkuliahan. Sebut saja salah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar mampu meraih omset penjualan bisnisnya mencapai dua milyar per tahun yang beberapa bulan yang lalu profilnya di blow-up dengan headline news surat kabar ternama dan di relay oleh media online berpengaruh di Indonesia. Bagaimana bisa?

Tentu bisa!  Karena bagi orang yang senang berbisnis, melakukan kegiatan usaha bukanlah pekerjaan yang menyulitkan dan membosankan. Justru merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan dan menantang. Sebaliknya bagi orang yang tidak suka tantangan dan cenderung menjauhi kesulitan, maka membangun usaha (bisnis) merupakan pekerjaan yang sangat sulit dan sangst ditentangnya dengan berbagai alasan. Katanya lebih nyaman menjadi karyawan. Lalu darimana kita mulai? Berikut langkah-langkahnya.

Ide Bisnis

Membangun sebuah bisnis sambil kuliah bisa dikatakan bukanlah perkara mudah. Tentu memiliki kesulitan tersendiri. Namun dengan motivasi yang kuat kesulitan sebesar apapun dapat diatasi. Karena motivasi yang ada lebih besar dari kesulitan yang dihadapi.

Kesulitan pertama sekali yang bakal dihadapi oleh mereka yang terjun berbisnis sambil kuliah adalah tentang ide bisnis apa yang cocok untuk dijadikan sebagai usaha yang layak dijalankan tanpa mengganggu perkuliahan.

Dalam hal memilih ide bisnis yang tepat, calon wirausaha yang mau berbisnis sambil kuliah perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut:

Market

Bisnis yang baik dan layak dijalankan adalah ide bisnis yang produknya dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar (market). Maknanya bahwa produk yang ditawarkan ada permintaan pasar (komsumen). Gejalanya dapat dilihat dengan bagaimana tren permintaan pasar, apakah meningkat atau menurun dari waktu ke waktu. Informasi permintaan pasar dapat diperoleh dengan cara apa saja. Misalnya: melakukan pengamatan (observasi), melakukan survey kecil-kecilan di sekitar lingkungan terdekat pasar. Percuma menawarkan produk yang berkualitas tetapi tidak ada permintaan pasar.

Ide bisnis berdasarkan tren permintaan pasar memang ada plus minusnya apalagi jika tren pasar yang diikuti justru sudah terjadi persaingan ketat. Artinya pesaing yang menawarkan produk tersebut sudah terlalu banyak. Maka sebaiknya hindari menawarkan produk yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi apalagi Anda sebagai pemain pemula.

Prospektif

Selain ide bisnis harus yang produknya ada permintaan pasar, memikirkan ide bisnis yang mempunyai masa depan cerah dalam jangka panjang juga hal yang patut menjadi pertimbangan. Karena membangun sebuah bisnis bukanlah untuk sehari atau seminggu. Tetapi diharapkan bisnis tersebut akan hidup dan berkembang sepanjang waktu atau terus menerus tanpa batas waktu. Bila perlu sampai bisnis tersebut dapat diwariskan kepada anak cucu.

Salah satu contoh bisnis yang tidak memiliki prospek jangka panjang atau tidak prospektif adalah bisnis atau produk yang ditawarkan bersifat musiman. Misalnya; bisnis yang hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, katakanlah saat-saat bulan puasa, ramai-ramai menjual kue/makanan berbuka. Namun setelah bulan puasa berlalu bisnis pun tinggal landas alias tutup.

Bisnis yang memiliki prospek jangka panjang di masa depan dan selalu dibutuhkan sepanjang waktu adalah bisnis yang menawarkan produk-produk kebutuhan primer masyarakat. Misalnya bisnis pendidikan, pakaian, kesehatan, pangan bahkan sebagian yang dulunya dianggap kebutuhan pelengkap, sekarang beralih menjadi kebutuhan pokok. Contohnya: handphone, salon kecantikan, perawatan tubuh, dll. Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah bagaimana bisnis yang kita tawarkan memiliki nilai tambah (value added) dan keunikan (deferensiasi) dengan produk yang sudah lebih dulu ada di pasar.

Bisa Dikerjakan

Banyak ide bisnis pada akhirnya hanya menjadi ide brilian saja tanpa mampu untuk direalisasikan. Pada tahap awal, ide bisnis yang ada tidak perlu muluk-muluk karena pada fase ini kita masih dalam proses belajar dan menemukan pola. Sebab itu, ide bisnis yang bagus adalah yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat Anda masih mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan kuliah. Tidak masalah bisnis Anda kecil-kecilan, yang terpenting adalah Anda bisa mengerjakannya sambil kuliah.

Selain itu, secara teknis juga usaha ini tidak membutuhkan keahlian tinggi dan teknologi super canggih untuk menghasilkan produk. Mudah dilaksanakan dimana pun Anda berada saat itu. Tidak terikat dengan sistim produksi yang melekat pada suatu tempat. Atau proses produksinya harus dilakukan pada tempat khusus. Barangkali bisnis dibidang perdagangan dengan sistim online pas untuk contoh diatas.

Hambatan lain dalam melaksanakan sebuah bisnis sehingga tidak bisa diimplimentasi adalah karena kebutuhan modal awal (investasi) yang sangat besar sehingga tidak mencukupi dari tabungan yang ada. Namun pilihlah bisnis yang modalnya kecil sehingga bisnis tersebut bisa dilaksanakan.

Itulah beberapa faktor yang harus dipertimbangalkan oleh calon wirausaha yang mau berbisnis sambil kuliah dalam memilih ide bisnis. Nah sekarang ketika Anda sudah menemukan ide bisnis yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah Anda harus memiliki:

Ilmu Bisnis

Dalam konteks ini penulis teringat dengan sebuah hadits Rasulullah yang maksudnya kira-kira “jika kalian ingin meraih kehidupan dunia, maka milikilah ilmu dan barangsiapa ingin mencapai kehidupan akhirat juga raihlah dengan ilmu. Dan barangsiapa ingin meraih kedua-duanya maka juga dengan ilmu”. Dari nasehat tersebut jelas sekali bahwa apapun yang ingin kita raih dan capai mestilah memiliki ilmunya. Begitu juga jika ingin sukses berbisnis sambil kuliah juga Anda harus memiliki ilmu bisnis.

Beruntung bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah yang belajar di sekolah-sekolah bisnis atau pada jurusan ekonomi dan bisnis, sehingga dengan sendirinya banyak memperoleh ilmu dan teori-teori tentang bagaimana menjalankan sebuah bisnis. Meskipun hanya sebatas teori, akan tetapi hal itu sangatlah penting. Kata orang bijak tidak ada teori tanpa kenyataan (fakta), begitu juga sebaliknya fakta akan menjelaskan sebuah teori. Artinya teori bisnis yang di peroleh dibangku sekolah/kuliah akan memandu praktek bisnis yang Anda lakukan.

Nah, bagaimana jika kebetulan Anda yang mau sukses berbisnis sambil kuliah tetapi belajar bukan pada sekolah bisnis atau juruan ekonomi dan bisnis? Tenang! Anda bisa memperolehnya melalui jalan berikut ini:

Melalui Pelatihan Bisnis

Pelatihan bisnis (business training) adalah salah satu metode yang dilakukan oleh lembaga pengembangan bisnis untuk memberikan pemahaman dan skill dasar bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah. Saat ini hampir semua perguruan tinggi telah menyelenggarakan seminar dan pelatihan bisnis bagi mahasiswa yang mau sukses berbisnis sambil kuliah sebagai nilai tambah dalam penyelenggaraan pendidikan. Misalnya LP3I memiliki Rumah Entrepreneur sebagai inkubator bisnis yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat bisnis yang dimiliki oleh mahasiswanya. Jika Anda ingin mengikuti pelatihan bisnis yang diselenggarakan oleh pihak profesional juga sangatlah mudah. Pelatihan bisnis itu sendiri ada yang sifatnya gratis dan ada juga yang berbayar.

Jika kita menelusuri sejumlah mahasiswa yang saat ini sukses berbisnis sambil kuliah, penulis yakin sekali bahwa salah satu penyebabnya adalah karena mereka telah memiliki ilmu yang memadai tentang bisnis yang digelutinya. Dengan ilmu proses bisnis yang Anda lakukan menjadi lebih terarah dan mampu memenej (manage) dengan baik. Tanpa ilmu Anda hanya akan melakukan kesalahan demi kesalahan. Pada akhirnya tanpa Anda sadari kesalahan fatal yang menyebabkan  hancurnya usaha bakal Anda lakukan.

Maganglah Ditempat Orang Lain

Strategi lain agar Anda mempunyai ilmu bisnis yang cukup saat akan memulai bisnis adalah dengan cara melakukan magang bisnis ditempat orang lain yang bisnisnya sama atau hampir sama dengan bisnis yang bakal Anda laksanakan. Magang berarti terjun secara langsung ke lapangan dan melakukan kegiatan bisnis seperti seharusnya. Strategi ini sangat efektif untuk memperoleh pengalaman bisnis yang baik. Dengan Anda merasakan bagaimana proses bisnis dilakukan dengan seharusnya, maka pengalaman tersebut akan sangat berguna saat Anda menerapkannya pada bisnis Anda. Namun masalahnya adalah untuk menemukan pelaku bisnis yang sama dengan Anda yang sudah terbukti sukses tidak mudah. Jika pun ada di sekitar Anda, untuk diizinkan bermagang diusahanya perlu pendekatan khusus.

Konsultasi Bisnis

Anda memerlukan penasehat dalam proses membangun bisnis yang Anda rintis. Sekalipun Anda memiliki ilmu yang cukup mumpuni, keahlian yang memadai dan mungkin juga punya pengalaman magang yang cukup lama. Namun tetap saja Anda tidak boleh mengabaikan seseorang yang Anda posisikan sebagai penasehat bisnis Anda. Sebagai penasehat tentulah mereka merupakan orang ahli atau pakar.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, Anda sudah pasti akan menghadapi berbagai macam masalah dan kendala, baik problem teknis maupun masalah strategis. Peran penasehat bisnis disini adalah mereka akan bertindak seperti halnya seorang pelatih tim sepak bola. Pelatih dapat memberi masukan dan bahkan dapat melihat sesuatu yang Anda tidak mampu melihatnya dalam proses bisnis Anda. Penasehat bisnis profesional saat ini sering disebut konsultan bisnis. Carilah konsultan bisnis yang Anda percayai dan laksanakan nasehatnya. Selalu berkonsultasi jika ada masalah.

Manajemen Waktu

Pengaturan waktu dengan disiplin sangat berperan penting dalam mempengaruhi kesuksesan bisnis dan kuliah Anda sekaligus. Adakalanya waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan bisnis lebih banyak dibandingkan waktu yang diperlukan untuk kuliah. Katakan saja dalam sehari barangkali waktu kuliah hanya beberapa jam saja atau tidak sepanjang hari. Begitu juga dalam seminggu mungkin hanya dibutuhkan beberapa hari saja. Namun dalam mengerjakan bisnis, waktu yang dibutuhkan terkadang bisa sepanjang hari, bahkan setiap hari dalam seminggu dan bisa sampai larut malam. Sangat tergantung pada jenis bisnis apa yang Anda jalankan dan produk serta target pasar apa yang Anda bidik. Kegiatan penjualan pun dilakukan tanpa batas waktu. Namun bagi Anda yang sedang kuliah, Anda bisa mengatur sendiri kapan bisnis mau dibuka dan ditutup. Dengan bantuan seseorang yang Anda percayai untuk membantu sangat menunjang kesuksesan bisnis Anda.

Dalam bagian ini, Anda harus benar-benar mampu membagi waktu dengan baik. Kapan waktu kuliah dan kapan waktu digunakan untuk menjalankan bisnis. Ketegasan Anda terhadap pelaksanaan manajemen waktu yang telah Anda susun menjadi kunci utama kedisiplinan Anda dalam berbisnis dan juga kuliah.

Persoalan Modal

Tidak ada bisnis yang tidak memerlukan modal. Sekalipun Anda seorang agen, reseller atau broker, modal tetaplah dibutuhkan. Modal yang penulis maksud disini adalah bukan hanya uang (financial) tetapi juga non uang (non-financial). 

Untuk usaha start-up atau bisnis baru, mengajukan pinjaman ke pihak bank merupakan suatu yang mustahil dikabulkan. Oleh sebab itu, mau tidak mau Anda harus memiliki tabungan sendiri atau pinjaman dari keluarga sebagai modal awal. Sebab itulah mengapa penulis menyarankan agar memilih bisnis yang tidak membutuhkan modal besar. Selain jika mengalami kegagalan Anda tidak terjadi kerugian besar dan Anda mampu cepat bangkit, namun dengan bisnis yang bisa dilaksanakan dengan modal kecil, maka ide bisnis dapat segera dilaksanakan. Tidak menjadi semakin bertambah panjang daftar ide bisnis yang Anda tulis dalam buku diary bisnis Anda, lalu menjadi barang antik di museum pustaka ide bisnis.

Penulis berpikir dalam hal modal banyak strategi yang bisa Anda tempuh, selain mengandalkan tabungan pribadi, pinjaman dari keluarga bahkan Anda bisa berpatungan (join modal) dengan teman-teman lalu buat konsep bagi hasil.

Akhirnya penulis sangat berharap Anda yang saat ini sedang kuliah dapat juga memulai merintis bisnis kecil-kecilan sehingga kesuksesan dapat Anda raih sebelum Anda di wisuda. Jika ada kemauan, bukanlah hal yang mustahil bahwa sukses berbisnis sambil kuliah akan benar-benar terjadi. selamat mencoba!

 

Indahnya Berkenalan

Assalamu’alaikum SahabatPreneur sekalian. Doa saya semoga Anda semua masih dalam kondisi sehat dan tetap semangat ya…! Aminnn…

Baiklah SahabatPreneur yang saya cintai dan dikasihi oleh Allah SWT, pada hari ini saya ingin berbagi sedikit nih tentang bagaimana cara BERKENALAN dengan orang lain dengan teknik sederhan namun dapat memberikan kesan yang mendalam bagi orang yang baru melihat atau mengenal kita.

SahabatPreneur yang baik hati dan banyak rizkinya. Kita sepakat bahwa mengenal orang lain dengan baik sangatlah penting. Setujukan? Setuju sajalah… Hehe. Kenapa penting?  Ya tentu Anda sudah tahu jawabannya. Nah, bagitu pula halnya, orang lain pun ingin mengenal kita dengan baik juga. Oleh sebab itu, maka saling memperkenalkan diri dalam interaksi sosial adalah hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang, apalagi dalam sebuah hubungan bisnis. Bahkan sebaliknya, orang yang sulit memperkenalkan dirinya kepada orang lain dianggap memiliki kepribadian tertutup, mungkin juga dianggap orang aneh ya. Hehe.

Kalau bagitu langsung saja saya jelaskan bagaimana tips berkenalan yang memberi kesan dengan waktu yang singkat.

Pertama; Anda harus memiliki niat yang baik untuk berkenalan dengan orang lain. Niat baik itu adalah Anda ikhlas untuk mengenal orang lain bukan untuk maksud lain yang tersembunyi. Denga kata lain tidak ada udang di balik peyek.

Kedua; Hendaklah memahami etika berkenalan. Misalnya: mengucap salam atau say hallo terlebih dahulu.

Ketiga; Ambillah posisi yang nyaman baik bagi diri Anda maupun teman baru Anda. Jangan lupa selalu dibarengi dengan senyum manisnya. Hehe

Keempat; Sediakan selalu kartu nama dan berikan sebelum Anda memperkenalkan diri lebih jauh.

Kelima; Berkenalanlah dengan model naratif. Anda bercerita secara singkat tentang siapa diri Anda. Misalnya Anda sebut nama, Anda memiliki pendidikan apa dan memiliki keahlian apa, lalu jika punya pengalam dibidang apa saja dan berapa lama Anda pernah melakukannya. De el el deh… Hehe

Sekian tipsnya ya. Ntar kita sambung lagi besok… Okeeyyyyy

Sikap Mental Wirausaha

Pendahuluan

Menjadi seorang wirausahawan memang tidak mudah, tidak semudah yang kita bayangkan tetapi juga bukan berarti tidak bisa dilakukan. Wirausahawan sukses membutuhkan persiapan, memerlukan sikap-sikap positif, mental tarung dan perilaku sukses serta pengetahuan yang luas tentang apa yang akan dijalankan, membutuhkan keahlian (skill) secara umum dan teknis untuk mengelola seluruh sumber daya yang digunakan dalam menghasilkan output.

Karakteristik wirausaha yang ideal adalah antara lain:

Adanya kemauan dan rasa percaya diri (willingness and self-confidence).

Modal utama dan paling penting dalam memulai berwirausaha adalah adanya niat dan kemauan. Segala perbuatan yang  tidak di mulai dengan niat yang baik dan nawaitu yang lurus seringkali tindakan-tindakan yang lakukan kurang serius dan tidak fokus pada arah tujuan atau bahkan karena tanpa ada niat tujuan pun tidak ada. Niat itu menjadi alasan pertama mengapa seseorang memilih atau tidak memilih untuk melakukan satu pekerjaan atau kegiatan tertentu. Impian yang dimiliki oleh setiap orang merupakan manifestasi dari sebuah keinginan kuat yang datangnya secara tulus dari diri seseorang yang kemudian lahir dari hatinya untuk melakukan sesuatu (take action) agar impiannya tercapai. Mungkin saja bahwa niat itu muncul karena dipicu dengan melihat pengalaman-pengalaman sukses orang lain atau peristiwa-peristiwa yang di alami dalam hidupnya dan itu hanya sebagai pencetus saja. Maka milikilah niat dan keyakinan. Seorang wirausahawan harus mempunyai keyakinan dan percaya bahwa dengan tekad dan kemauan yang tinggi akan mampu mengatasi semua permasalahan dilapangan. Dalam menyelesaikan persoalan wirausahawan tidak boleh begitu saja mau menerima sesuatu dalam kondisi apa adanya atau dalam keadaan yang tidak tuntas. Wirausahawan harus merasa yakin bahwa segala persoalan mampu diselesaikan dengan baik, tuntas dan sesuai rencana dengan dorongan hati nurani bahkan dengan cara-cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Terkadang dalam keadaan yang sulit, seorang wirausahawan menemukan inovasi-inovasi yang bisa menjadi solusi unik untuk memecahkan permasalahan.

Keberanian Mengambil Resiko (risk taking). Kegagalan produk, kegiatan produksi yang berjalan lambat dan tidak sesuai rencana, pemasaran yang tidak berhasil, cash flow usaha yang tidak sehat, karyawan yang mau mengundurkan diri di saat usaha sedang turun, bahan baku yang langka, dan lain-lain adalah contoh-contoh kondisi nyata dalam usaha dan ini sering terjadi, apalagi pada usaha yang baru di bangun dan belum berjalan dengan stabil, kecendrungan menuju gagal lebih besar daripada tumbuh dan berkembang maju. Wirausahawan harus melihat kondisi seperti ini sebagai lapangan tempat mendapatkan pelajaran dan pengalaman dengan berani dan yakin bahwa dalam kondisi sesulit apapun solusi pasti ditemukan.

Seorang wirausahawan ketika mengerjakan sesuatu haruslah berorientasi kepada hasil yang ingin di capai atau harus berbasiskan pada prestasi bukan sekedar bekerja secara rutin dan asal-asalan. Keberhasilan dalam mencapai suatu hasil merupakan kepuasan batin yang tidak dapat di nilai dengan materi dan itulah di anggap sebagai kesuksesan bagi seorang wirausahawan meskipun materi itu juga penting sebagai ukuran keberhasilan suatu usaha, misalnya asetnya mengalami peningkatan, dll.

Selain harus berani berhasil, seorang wirausahawan juga harus berani gagal, siap menghadapi kondisi terburuk sekalipun, hadapi kegagalan dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk menasehati kita, memuliakan hati kita, membersihkan pikiran negatif kita bahkan sebagai obat untuk menyingkirkan keangkuhan kita barangkali atau bahkan bisa menjadi sebab sehingga wawasan kita semakin bertambah serta semakin dekat kepada Allah SWT. Ketika cara berpikir seorang wirausahawan semakin positif dan berprasangka baik maka kalimat yang menyatakan “kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda” itu kita sepakati dan yakin bahwa benar adanya.

Fokus pada sasaran dan tujuan (Goal Setting and Destination)Sasaran dan tujuan merupakan dua hal yang seiring sejalan dalam satu tindakan, seorang wirausahawan melakukan akvitas usahanya harulah berdasarkan pada sasaran yang ingin dicapai sehingga tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang akan tercapai pada waktu yang telah di targetkan. Kebanyakan wirausaha mengalami kegagalan pada awal-awal pendirian usaha (permulaan) adalah karena mereka tidak mempunyai tujuan yang jelas bahkan ada yang tidak memilki tujuan sama sekali alias ikut-ikutan. Sebuah usaha yang di bentuk oleh orang yang tidak mempunyai visi yang jauh kedepan dan tidak disertai dengan tujuan yang ingin di raih maka usaha tersebut tidak memiliki kekuatan secara ideologis, tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya sehingga wirausaha itu tidak memiliki peta perjalanan usahanya kedepan.

Secara bisnis, tujuan pendirian usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan (profit), dengan sejumlah modal yang dikeluarkan dimuka dan mengelolanya dengan proses produksi dengan harapan mendapatkan sejumlah kelebihan atas modal tersebut. Namun begitu, ada tujuan lain yang menjadi target atau sasaran seorang wirausaha, bisa saja yang ingin dicapai dalam usahanya adalah kepuasan batin, pengakuan orang lain terhadap dirinya atau ingin menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sehingga dia merasa bahagia.

Para pakar menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan dan didorong oleh arti dan makna sebuah hasil yang dapat dicapai oleh seseorang dan bukan pada target sasaran yang harus dicapai. Pernyataan ini indentik dengan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh wirausaha yang mempunyai keinginan untuk mendapatkan kepuasan batin dan kepuasan non materi.

Apapun tujuan dan sasaran yang ingin diraih oleh seorang wirausahawan, hal yang terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip bisnis dalam usahanya. Apa itu prinsip bisnis? Bahwa setiap menghasilkan sesuatu mesti dari sesuatu, maknanya adalah wirausaha harus mampu mengembalikan sejumlah modal investasi yang telah dikeluarkannya pada awal memulai usaha. Pada tahap pertama seorang wirausahawan harus mampu membuat usahanya terus berjalan, berproduksi dan bertahan hidup di tengah-tengah para pesaing, dalam kondisi produknya belum begitu dikenal oleh masyarakat, pada tingkat penjualan yang masih rendah, terlebih dengan biaya produksi dan pemasaran begitu deras mengalir keluar.

Setiap wirausaha harus menyadari bahwa tidak selamanya kondisi dilapangan seperti yang disampaikan dalam perencanaan. Hal ini disebabkan antara lain oleh faktor eksternal dan keterbatasan kondisi internal. Diantara keterbatasan tersebut bisa berbentuk kurangnya informasi yang diperlukan ketika proses perencanaan usaha berlangsung atau bisa saja keterbatasan itu dalam bidang kekurangan modal kerja, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang tidak mendukung keberhasilan sebuah usaha. Namun sekali layar terkembang surut kita berpantang, itulah prinsip yang harus dipegang oleh seorang wirausahawan.

Pemberani dan pekerja keras (hard worker and intrepid). Dalam dunia usaha dan kewirausahaan modal itu diartikan dalam artian yang luas dan meliputi berbagai aspek, artinya bukan hanya uang saja yang dianggap satu-satunya sebagai modal usaha. Namun, hal-hal yang non fisik pun bisa menjadi modal, seperti waktu, pendidikan, pengalaman kerja, peluang pasar bahkan di dunia modern sekarang ini, informasi pun bahkan menjadi modal yang sangat penting dalam mejalankan suatu usaha.Berkaitan dengan waktu, terdapat dua hal penting, yakni (1) kesempatan dan (2) efesiensi. Kejelian dan kecekatan dalam melihat kesempatan dan menggunakan moment yang tepat sangat menentukan keberhasilan. Bekerja semakin efesien  jika dalam satuan waktu atau tenaga atau biaya yang digunakan mampu meghasilkan output lebih banyak, dengan kata lain tingkat produtivitasnya meningkat.

Maka untuk mencapai pertumbuhan produksi dan produktivitas, seorang wirausahawan harus mampu melihat berbagai kekuatan yang dimilikinya dan memadukannya dengan konsep kerja keras (effort). Mewajibkan diri sendiri dan karyawannya untuk memiliki etos kerja yang baik, tidak malas dan lambat bergerak, memiliki inisiatif meningkatkan prestasi serta mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi terhadap usaha yang sedang dikelolanya. Ethos = Sikap dasar, ciri-ciri dan pandangan penilaian seseorang atau sekelompok orang, terhadap suatu kegiatan tertentu. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda “Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan dari hasil keringatnya sendiri.” (HR Baihaqi).

Kita sering memperhatikan beberapa orang bisa dan mampu bekerja lebih keras dari seorang wirausahawan, demikian juga seorang pimpinan eksekutif pada sebuah perusahaan dapat bekerja lebih keras dari target, beban kerja dan waktu yang telah ditentukan. Namun, seorang wirausahawan harus mampu bekerja lebih daripada itu, bekerja sepanjang waktu tanpa batasan tanpa kenal lelah dimanapun tempatnya berada.

Seorang wirausaha bekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya termotivasi oleh prestasi yang diharapkan, tergerak oleh rasa ingin puas dan menciptakan kebahagiaan bagi dirinya, karyawannya, keluarganya dan masyarakat umum yang dilayaninya. Maka, dimensi ruang, tempat dan waktu tidak lagi menjadi alasan baginya untuk membatasi kerja kerasnya. Etos kerja yang baik akan membentuk cara berpikir yang berbeda dan orientasinya menuju kepada pencapaian hasil kerja dan karya bukan lagi hanya sekedar bekerja untuk mendapatkan sejumlah uang atau pendapatan layaknya seorang gajian.

Meskipun bekerja keras, bahkan lebih keras dari orang lain pada umumnya itu penting. Akan tetapi jauh lebih penting, seorang wirausahawan harus mampu mengkombinasikan cara kerja keras dengan cara kerja cerdas sehingga menghasilkan satu kolaborasi strategi yang unggul untuk mencapai tujuan. Otot dan otak adalah dua hal yang berbeda namun jika disatukan akan menjadi satu kekuatan yang luar biasa. Otot membutuhkan asupan makanan yang penuh protein dan nutrisi yang baik dan cukup agar kemampuan geraknya semakin kuat dan cekatan sedangkan otak bukan hanya membutuhkan makanan-makanan fisik yang berprotein tinggi dengan berbagai macam variasi nutrisi yang diperlukan, otak juga membutuh asupan gizi nonfisik. Otak membutuhkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan agar kemampuan berfikirnya menjadi lebih baik, agar otak mampu bekerja secara optimal untuk menggunakan akal dalam menciptakan ide-ide dan gagasan baru dalam menyelesaikan segala persoalan dalam mengelola sebuah usaha.

Selain seorang wirausahawan harus terus menerus untuk belajar dan belajar, mempunyai pengalaman pada bidang yang sama sebelumnya juga merupakan satu keunggulan untuk mendorong upaya kerja keras dan kerja cerdas semakin melaju cepat. Ada hal-hal yang sebelumnya sudah diketahui dan dipelajari lalu kemudian pada saat ini dihadapkan lagi pada kasus yang sama, maka seorang wirausahawan yang sudah berpengalaman hanya membutuhkan waktu yang singkat saja untuk membuat keputusan. Berbeda dengan wirausaha pemula yang hanya mengandalkan pengetahuan semata tanpa mempunyai sedikitpun pengalaman maka membutuhkan waktu yang lama dalam memutuskan sesuatu diantara banyak pilihan yang dihadapkan padanya. Jikapun dia mampu membuat keputusan yang sangat cepat namun menurut saya kualitas keputusannya berbeda dengan wirausaha yang telah berpengalaman. Lalu kalau begitu, apakah untuk menjadi wirausaha harus mempunyai pengalaman terlebih dahulu? Jawabannya bisa bermacam-macam dan bervariasi tergantung yang menjawabnya. Namun menurut saya, apakah kalau orang lain pernah mengalami kegagalan lalu kita mesti gagal dulu seperti orang tersebut?

Kerja lebih itu

Tiba dan memulai kerja lebih awal

Kerja lebih bersemangat dan bergairah

Kerja lebih cermat, tertib, dan lancer

Kerja lebih cekatan dan cepat selesai

Waktu kerja lebih lama

Pulang paling akhir

Kerja lebih ikhlas

Hasil kerja lebih baik

Berani Mengambil Resiko (risk taking).

Berani hidup maka kita juga harus berani mati, berani bahagia juga harus berani menderita. Mungkin itulah satu kalimat yang dapat mewakili judul point yang ingin dibahas. Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang tidak memiliki risiko. Risiko itu merupakan suatu dampak yang ditimbulkan oleh karena sesuatu atau dengan singkat kata risiko itu adalah akibat yang ditimbulkan dan biasanya negatif, sehingga banyak orang tidak bersedia menerima risiko tersebut karena sifatnya merugikan. Padahal resiko itu bergerak secara paralel dengan keuntungan, semakin tinggi resiko semakin tinggi pula potensi keuntungan yang mungkin diraih. Sebagai contoh; menjual shabu-shabu mempunyai risiko tinggi, ganjarannya adalah hukuman penjara seumur hidup bahkan hukuman gantung kalau dibeberapa negara lain. Namun, keuntungan yang bakal di dapat juga sangat tinggi. Kalau di Aceh, menjual ganja pasti berhadapan dengan aparat penegak hukum tetapi jika berhasil maka keuntungan yang di raih juga besar. Tapi itu dalam konteks negatif dan yang kita harapkan adalah wirausaha yang melakukan usaha dan bisnis yang sehat, halal juga baik, memberikan manfaat bagi dirinya, keluarganya maupun orang lain.

Risiko yang memungkinkan terjadi dalam wirausaha adalah mengalami kerugian atau gagal, selebih daripada itu tidak ada, belum pernah ada berita di media massa bahwa ada orang yang ditangkap polisi atau dipenjarakan gara-gara gagal bisnisnya, juga belum pernah ada juga orang di usir dari kampungnya karena produk yang dibuatnya tidak laku di jual dipasar. Bahkan menurut saya, berjalan dijalan raya baik berjalan kaki maupun menggunakan kenderaan bermotor memiliki risiko yang sangat tinggi, bisa saja terjadi ketabrakan atau kecelakaan dengan berbagai macam cara dan dengan alasan yang tidak kita mengerti serta terjadi secara tiba-tiba dan diluar dugaan kita. Bukankah angka kematian di jalan raya setiap tahun semakin bertambah? Maka bandingkan dengan risiko yang kita alami dalam berwirausaha, paling tinggi adalah kita kehilangan sejumlah uang atau aset karena bisnis kita tidak berjalan, tidak sampai kehilangan nyawakan? Bagi seorang wirausaha pembelajar, kegagalan itu merupakan guru yang sangat berjasa bagi dirinya, dia belajar dari kesalahan tersebut, berusaha memperbaiki kekurangan pada episode sebelumnya dan dia akan bangkit membuat lompatan melintas tinggi dari batas kegagalan pada masa pertama, tidak merisaukan sedikitpun uang yang hilang karena dengan masih memiliki nyawa dan semangat untuk bangkit maka uang itu akan sangat mudah di dapatkan kembali.

Perlu di catat bahwa setiap usaha baik baru maupun usaha yang telah lama berjalan akan selalu berhadapan dengan risiko. Setiap saat risiko bisa datang bahkan secara tiba-tiba dan tidak diketahui secara pasti. Tidak ada seorangpun mampu menolak risiko kecuali memang dia tidak melakukan apapun alias diam saja itupun mempunyai risiko juga, yang paling mungkin adalah bagaimana risiko itu dikelola dan di antisipasi sehingga dampaknya tidak terlalu besar kerugiannya. Dalam kaitan inilah seorang wirausaha harus memiliki sikap berani mengambil risiko, maksudnya segala tindakan akan atau tidak akan di ambilnya telah diperhitungkan dan di pertimbangkan secara matang dan benar-benar dampaknya. Dengan demikian apapun yang terjadi dalam usaha kita masih dalam keadaan terkendali dan dibawah pengawasan kita. Namun secara logika tidak mungkin seseorang dengan secara sadar “menjerumuskan” dirinya kedalam risiko kehilangan modal dan sumber-sumber daya lainnya.

Karakter berani yang dimiliki oleh seorang wirausaha adalah berani karena sikap mawas diri bukan berani membabi buta tanpa perhitungan. Dalam mengelola sebuah usaha sudah bisa dipastikan bahwa setiap saat kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan dan diantara banyak pilihan tersebut kita diharuskan untuk memilih beberapa hal yang menjadi prioritas untuk kepentingan operasionalisasi usaha kita. Nah, disinilah peran kepemimpinan seorang wirausaha dibutuhkan, kita diharuskan untuk membuat satu keputusan karena tidak mungkin semua pilihan yang ada (sekerangjang pilihan) dapat kita jalankan semuanya atau mempunyai tingkat kepentingan yang sama pada saat ini sehingga seorang manajer perlu memutuskan. Lagi-lagi seorang wirausaha harus berani membuat keputusan dan dengan berani juga menanggung risiko atas keputusan yang telah dibuat.

Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan. Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan, kendala dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausaha. Dengan demikian seorang entrepreneur mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, kekalahan menjadi kemenangan. Jika anda tidak siap untuk gagal maka lebih baik jangan masuk ke dunia ini bahkan bermimpi pun jangan! Karena itu Lee Kuan Yew mengatakan “kita perlu menggalakan orang untuk berani mengambil risiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku selama 30 tahun lebih.”

Selanjutnya baca: Hamdani (2013). Be Entrepreneur.

Cara Mudah Menjadi Wirausaha (Entrepreneur)

Hampir semua orang yang hidup di dunia tidak ingin dalam hidupnya ada masalah, kita semua menginginkan sebuah kehidupan yang lurus-lurus saja, tanpa beban yang amat berat untuk kita tanggung apalagi menanggungnya sampai masa tua.Pengangguran adalah beban dalam kehidupan, bukan hanya beban secara pribadi/individu, keluarga, masyarakat bahkan beban negara. Orang yang sudah memasuki angkatan kerja dan siap untuk bekerja. Akan tetapi tidak adanya kesempatan kerja karena tidak tersedianya lapangan kerja.

Secara ekonomi, individu atau perusahaan-perusahaan merupakan penyumbang pendapatan bagi negara melalui mekanisme Product Domestic Brutto (PDB) atau Gross National Product (GNP) yang dihitung setiap periode berjalan dengan metode tertentu. Pendapatan atau pengeluaran masyarakat dalam suatu negara dihitung dan dicatat sehingga tingkat pendapatan dan pengeluaran rata-rata penduduk pun diketahui, semakin banyak individu dan atau perusahaan menciptakan output maka semakin besar pula potensi tingkat pendapatan rata-rata penduduk dalam negara tersebut. Sebaliknya, individu yang tidak menghasilkan pendapatan bagi dirinya maka secara tidak langsung individu tersebut telah turut mengurangi jumlah pendapatan rata-rata individu lainnya. Dampak negatifnya bukan hanya secara ekonomi akan tetapi secara sosial pun ikut memberikan pengaruh tidak baik, kriminalitas akan terjadi dimana-mana apabila tingkat pengangguran tinggi.

Setiap negara menginginkan angkatan kerjanya tidak menganggur tetapi full employment atau terserap dalam lapangan kerja, namun pada kenyataannya banyak negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi semua angkatan kerjanya karena berbagai alasan. Setiap tahun angkatan kerja terus bertambah sementara di sisi lain, lapangan kerja yang tersedia semakin menyempit, tidak ada pembukaan atau penambahan lapangan kerja baru oleh pemerintah. Karena itu mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan sedang disiapkan untuk memasuki pasar tenaga kerja sebaiknya tidak terlalu berharap untuk mendapatkan pekerjaan dari pemerintah apalagi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) namun jadilah orang atau pihak yang justru menciptakan lapangan kerja dan memberikan pekerjaan bagi orang lain, dengan cara apa? Salah satunya adalah dengan jalan berwirausaha.

Menjadi seorang wirausahawan memang tidak mudah, tidak semudah yang kita bayangkan tetapi juga bukan berarti tidak bisa dilakukan. Wirausahawan sukses membutuhkan persiapan, memerlukan sikap-sikap positif, mental tarung dan perilaku sukses serta pengetahuan yang luas tentang apa yang akan dijalankan, membutuhkan keahlian (skill) secara umum dan kemampuan teknis untuk mengelola seluruh sumber daya yang digunakan dalam menghasilkan output.  Selain itu calon wirausaha juga harus memiliki ide bisnis yang akan dijalankan

Modal utama dan paling penting dalam memulai berwirausaha adalah adanya niat dan kemauan. Segala perbuatan yang  tidak di mulai dengan niat yang baik dan nawaitu yang lurus seringkali tindakan-tindakan yang lakukan kurang serius dan tidak fokus pada arah tujuan atau bahkan karena tanpa ada niat tujuan pun tidak ada. Niat itu menjadi alasan pertama mengapa seseorang memilih atau tidak memilih untuk melakukan satu pekerjaan atau kegiatan tertentu. Impian yang dimiliki oleh setiap orang merupakan manifestasi dari sebuah keinginan kuat yang datangnya secara tulus dari diri seseorang yang kemudian lahir dari hatinya untuk melakukan sesuatu (take action) agar impiannya tercapai. Mungkin saja bahwa niat itu muncul karena dipicu dengan melihat pengalaman-pengalaman sukses orang lain atau peristiwa-peristiwa yang di alami dalam hidupnya dan itu hanya sebagai pencetus saja. Maka milikilah niat dan keyakinan untuk menjadi wirausaha.

Sumber: https://hamdani75.wordpress.com/

Mengapa Komunikasi Dalam Bisnis Sangat Penting?

Bisnis tetaplah bisnis, baik dilkukan secara offline maupun online. Sebelum Anda terjun menggeluti dunia bisnis, Anda perlu membuat persiapan yang matang. Tidak perlu harus mapan tetapi Anda cukup memiliki kesiapan mental, emosional dan spritual. Selain itu, memiliki ilmu bisnis yang memadai serta mempunyai keahlian terkait bisnis yang digeluti adalah prasyarat penting sebagai modal awal untuk menjalankan usaha. Salah satu skill yang harus Anda kuasai adalah keahlian berkomunikasi. Secara alamiah, 80% aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia adalah berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Seperti kita telah ketahui bahwa setiap kita bisa dan mampu berbicara. Namun yang perlu diingat adalah komunikasi itu bukan hanya sekedar berbicara. Dengan kata lain, tidak semua yang berbicara adalah disebut berkomunikasi. Mengapa demikian? Ya…! Anda benar. Komunikasi adalah interaksi dua arah atau lebih dalam menyampaikan suatu pesan sehingga pihak penerima pesan mengerti dan memahami maksud si penyampai pesan. Komunikasi haruslah terjadi dua arah atau timbal balik. Lebih lanjut, komunikasi bukan hanya aktivitas penyampaian pesan tertentu tetapi menghasilkan suatu pengertian dan pemahaman.

Untuk mencapai keberhasilan suatu proses komunikasi atau apa yang disebut dengan komunikasi efektif, maka Anda perlu memperhatikan beberapa teknik komunikasi dengan memanfaatkan gerak gerik tubuh, bahasa, simbol tertentu (media), suara, dan  Lain sebagainya.

Begitu juga halnya dalam bisnis, selain menghasilkan produk, melakukan penjualan adalah kegiatan yang sangat penting dilakukan karena gagal menjual berarti kehilangan pendapatan. Nah, dalam ilmu marketing diajarkan, berkomunikasi dengan pelanggan secara baik dan efektif adalah awal membangun kedekatan dan keakraban. Kata pakar bahwa tidak ada kedekatan berarti tidak ada penjualan.

Konsultasi bisnis gratis Klik di sini atau di telegram saya untuk  informasi workshop, pelatihan dan seminar bisnis, marketing, kewirausahaan.